KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP KEJAR PEMBALAK LIAR

Kementerian Lingkungan Hidup geram dengan para pembalak liar. Para pembalak ini diyakini sebagai penyebab banjir dan longsor di sejumlah daerah di Indonesia. Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengakui ulah liar para pembalak inilah yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan banjir di sejumlah daerah yang terjadi akhir-akhir ini…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 30 JUNI 2006, HAL. 18

UDARA BERSIH BUTUH KEMAUAN POLITIK

Menciptakan udara bersih yang bebas dari aneka cemaran membutuhkan kemauan politis pemerintah untuk mewujudkannya. Tanpa itu, semua jenis kampanye dinilai tidak efektif. Data dalam buku Status Lingkungan Hidup Indonesia (SLHI) 2005, dua kota besar yang memiliki jumlah hari dengan udara berkategori baik tergolong banyak adalah Semarang (229 hari) dan Palangkaraya (215). Hingga saat ini, pencemaran udara terbesar diyakini dari gas buang kendaraan bermotor dan industri……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 30 JUNI 2006, HAL. 12

DIRUT PT MAKIN TERLIBAT KASUS PENYEROBOTAN LAHAN

Penyidik Pegawai Negeri Sipil Dinas Kehutanan Provinsi Jambi menurut rencana akan segera melimpahkan berkas perkara tindak pidana penyerobotan hutan produksi skala besar dengan tersangka Direktur Utama PT Muaro Kahuripan Indonesia (Makin) Soni T Husada ke Kejaksaan Tinggi Jambi. Seluas 2.275 hektar hutan produksi di Jambi diduga kuat diambil alih PT Makin pada tahun 2003………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 30 JUNI 2006, HAL. 22

DAMPAK BANJIR: 9000 KERAMBA DAN JARING APUNG HANCUR

Sedikitnya 9.000 dari 10.000 keramba dan usaha budidaya ikan air tawar di Kecamatan Karang Intan dan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, hanyut dan hancur diterjang banjir. Padahal, daerah itu merupakan pemasok ikan konsumsi utama bagi warga Kota Banjarmasin dan daerah lainnya di Kalsel. Menurut Kepala Subdinas Produksi dan Pengembangan Teknologi Perikanan pada Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kalsel Mariatul Asiah Kabupaten Banjar merupakan sentra utama budidaya ikan air tawar ……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 30 JUNI 2006, HAL. 22 BERITA TERKAIT: KORBAN BANJIR BUTUH PANGAN, MEDIA INDONESIA, JUMAT 30 JUNI 2006 HAL. 23

LUMPUR PANAS: KEMUNGKINAN AMBLAS PERLU DITELITI

Menurut Dr Adi Susilo, Kepala Laboratorium Geosains Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Brawijaya kekhawatiran bakal amblasnya lokasi bencana semburan lumpur di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, perlu diteliti dengan mengkaji penampang perut bumi di sekitar lokasi. Masyarakat khawatir, lokasi semburan lumpur akan amblas seperti pernah terjadi di Texas, Amerika Serikat. Volume lumpur yang menyembur mencapai 50.000 meter kubik per hari—setara 12.500 truk sampah. Semburan sudah berlangsung sebulan—volume lumpur keluar berarti sekitar 1,5 juta meter kubik……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 30 JUNI 2006, HAL. 24 BERITA TERKAIT: BP MIGAS KAJI ULANG EKSPLORASI GAS LAPINDO, MEDIA INDONESIA, JUMAT 30 JUNI 2006 HAL. 22; LAPINDO PASANG POMPA PASIR, KORAN TEMPO, JUMAT 30 JUNI 2006 HAL. A8

MASYARAKAT SERANG PROTES GALIAN PASIR

Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Serang, Banten, kembali memprotes izin penambangan pasir laut di pantai utara Serang, Banten, yang dikeluarkan Bupati Serang Taufik Nuriman. Bahkan, sebanyak 26 anggota DPRD Serang mengusulkan untuk menggunakan hak interpelasi. Hak interpelasi itu dimaksudkan untuk meminta penjelasan kepada bupati terkait dengan izin penambangan pasir tersebut……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 30 JUNI 2006, HAL. 26

DIHARAPKAN SNUBBING UNIT TEMUKAN TITIK SEMBURAN

Pemasangan snubbing unit, alat pendeteksi luapan lumpur oleh PT Lapindo Brantas, pada Kamis (29/6), ke sumur Banjarpanji (BJP) 1, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, diharapkan bisa menemukan titik semburan sehingga bisa segera dilakukan penutupan. Snubbing unit ini akan menghimpun data pengeboran di sumur BJP-1. Bila sumber luapan lumpur ditemukan, diupayakan segera ditutup sehingga penanganan dialihkan ke permukaan daerah yang terkena dampak………..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 29 JUNI 2006, HAL. 19

50 PERSEN HUTAN SENAMI GUNDUL

Kondisi Taman Hutan Raya Sultan Taha Syaifudin Senami di Kabupaten Batanghari, Jambi, mengenaskan karena 50 persen dari 15.830 hektare luas areal hutan rusak parah alias gundul……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 30 JUNI 2006, HAL. A8

PEMBALAKAN HUTAN KALIMANTAN SULIT DIATASI

Pembalakan hutan secara liar di Kalimantan Tengah sulit diatasi karena berhubungan dengan soal sosial-ekonomi masyarakat, sempitnya lapangan kerja dan lemahnya penegakan hukum Kondisinya sudah carut-marut dan sulit diatasi……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 30 JUNI 2006, HAL. A8

2.168 HEKTARE LAHAN DIHIJAUKAN

Dinas Kehutanan Purwakarta mentargetkan tanah seluas 2.168 hektare tanah yang kritis di Purwakarta bisa dihijaukan seluruhnya pada 2007……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 30 JUNI 2006, HAL. A9

Sumber:


KBUA Perpustakaan KLH.