KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM: INDONESIA BEKERJA SAMA DENGAN AFRIKA
Indonesia akan bekerja sama dengan negara-negara Afrika dalam program adaptasi perubahan iklim global. Arah kerja sama, kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Departemen Luar Negeri Artauli R.M.P. Tobing, berfokus pada sektor pertanian karena kedua negara sama-sama negara agraris. Menurut Artauli R.M.P. Tobing perubahan iklim, bila tidak diantisipasi, akan mengakibatkan gagal panen…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 3 OKTOBER 2007, HAL. A6
DPR SOROTI DUA PABRIK KERTAS
Komisi Lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat terus menyoroti dua pabrik kertas yang ada di Riau, yakni PT Riau Andalan Pulp & Paper dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Mereka ingin mengklarifikasi soal usaha pabrik kertas dan dampaknya bagi hutan di Riau. Rapat dengar pendapat antara Komisi Lingkungan dan perusahaan-perusahaan perkayuan itu merupakan yang kedua kalinya……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 3 OKTOBER 2007, HAL. A2
PRIORITAS REDUKSI MIGAS DAN SAMPAH: PERLU PENJAMINANPROGRAM CDM
Pemerintah menetapkan prioritas mereduksi emisi gas rumah kaca dari konsumsi energi minyak dan gas bumi serta pengelolaan sampah. Selain itu, pemerintah juga harus segera membuat regulasi yang menunjang mekanisme perdagangan karbon dari dua bidang tersebut. Menurut Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan pada Kementerian Negara Lingkungan Hidup Masnellyarti Hilman mereduksi emisi dari konsumsi energi minyak dan gas bumi butuh regulasi bagi hasil perdagangan karbon untuk produsen dan pemerintah……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 3 OKTOBER 2007, HAL. 13
PERLINDUNGAN HUTAN: RIAUPULP DINILAI TIDAK SERIUS
Komisi VII DPR yang berencana meminta keterangan seputar operasi PT Riau Andalan Pulp and Paper (Riaupulp), terkait perdebatan mengenai pembalakan liar, Selasa (2/10), akhirnya menunda pertemuan hingga pekan depan. Riaupulp dinilai tidak serius menjawab sepuluh pertanyaan yang sudah dikirim sebelumnya……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 3 OKTOBER 2007, HAL. 13
KEKERINGAN MAKIN PARAH: SUHU UDARA DI SEMARANG CAPAI 36.6 DERAJAT CELSIUS
Kekeringan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah seperti di Kota Semarang, Kota Tegal, dan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, semakin parah. Mengingat Lebaran makin dekat, para pemudik diharap mengantisipasi kemungkinan tidak tersedianya air bersih selama di kampung halaman. Di Kampung Kalialang Baru dan Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, misalnya, air yang mengalir dari pipa yang bersumber dari Sendang Gayam hanya menetes……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 3 OKTOBER 2007, HAL. 22
GEMPA BERKEKUATAN 6,4 SR WARGA BENGKULU PANIK
Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter kembali mengguncang Provinsi Bengkulu, Selasa (2/10) pagi pukul 10.30. Meski sudah terbiasa dengan gempa sejak dua pekan belakangan, namun gempa kemarin sempat menimbulkan kepanikan. Koordinator BMG Bengkulu Adjat Sudrajat menyebutkan, gempa tektonik yang membuat panik itu berpusat pada 4,4 Lintang Selatan (LS) dan 100,91 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 159 kilometer (km) barat daya Lais, Kabupaten Bengkulu Utara. Karena berpotensi tsunami, warga di kawasan pantai barat Bengkulu diminta waspada……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 3 OKTOBER 2007, HAL. 22
GAMBUT, PERUBAHAN IKLIM DAN TARIK MENARIK KEPENTINGAN
Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah menjadi salah satu sumber penyebab terjadinya perubahan iklim global. Data hot spot dari Modis (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer), dalam lima tahun terakhir memperlihatkan sumber kebakaran hutan dan lahan bergeser dari lahan mineral ke lahan gambut.Di wilayah Asia Tenggara, luas areal gambut mencapai lebih dari 25 juta ha atau 69 persen dari lahan gambut tropis dunia. Luas gambut di Indonesia lebih dari 20 juta ha. Gambut menyimpan jutaan ton karbon, yang jika tidak dikelola dengan baik akan berdampak pada pelepasan karbon ke udara sehingga meningkatkan efek rumah kaca (pemanasan global)……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 2 OKTOBER 2007, HAL. 5
DPR TELITI KERUSAKAN KERUSAKAN HUTAN DI RIAU
Kasus penebangan hutan di Riau akhirnya mendapat perhatian Komisi VII DPR. Sejak Senin (1/10), mereka mulai meneliti laporan kerusakan hutan akibat pembalakan liar. Menurut Wakil Ketua KomisiVII DPR, Sonny Keraf, DPR akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan kasus kerusakan hutan di Riau, mulai dari kalangan pemerhati lingkungan, pengusaha hutan, aparat pemerintah daerah setempat dan kepolisian……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 2 OKTOBER 2007, HAL. 6
UJI COBA PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI KRAMAT JATI
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tengah menjajaki kerja sama pengolahan air limbah dengan New South Wales, Australia. Sebagai tahap awal, satu unit alat pengolahan air limbah portable bantuan dari Australia-Indonesia Business Council (AIBC) akan diuji-coba di kawasan permukiman Kramat Jati, Jakarta Timur, bulan ini…BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 2 OKTOBER 2007, HAL.8
HENTIKAN PENEBANGAN HUTAN SEMBARANGAN
Masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) diminta jangan menebang hutan dengan sembarangan, terutama hutan yang masih asli. Bila pohon di hutan ditebang, akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan akan menimbulkan banjir, tanah longsor, dan pemanasan global…BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 2 OKTOBER 2007, HAL. 13
t>
PROGRAM GERHAN DI MALUKU TIDAK BERMANFAAT
Program Gerakan Rehabilitasi Lahan dan Hutan (Gerhan) yang didanai miliaran rupiah, tidak memberikan manfaat signifikan terhadap pengembalian fungsi lahan kritis di Maluku. Program ini cenderung tidak maksimal dan tidak tertib dalam implementasi. Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku dari Fraksi Partai Golkar, Burhan Ayuba, penyalahgunaan kegiatan Gerhan harus ditindaklanjuti dengan proses hukum…BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 2 OKTOBER 2007, HAL. 13
TEKNOLOGI ANTISIPASI KEBAKARAN HUTAN

Kerusakan hutan di Indonesia akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Padahal Indonesia membutuhkan hutan bagi pembangunan berkelanjutan. Dalam hal teknologi antisipasi kebakaran hutan dan kalkulaswi neraca karbon Indonesia, BPPT sedang mengembangkan teknologi Fire Danger Rating System (FDRS) yang merupakan sistem peringatan dini bahaya kebakaran hutan…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 3 OKTOBER 2007, HAL. 22

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan