KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

POTENSI METANA TERBUANG PERCUMA : BPPT : PROSEDUR PENGELOLAAN TPA DI INDONESIA SALAH
Akibat kesalahan prosedur dalam pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah di Indonesia, potensi gas metana yang ada jadi mubazir. Padahal, reduksi gas metana paling berpotensi ditawarkan masuk program untuk mendapatkan insentif dari negara maju sesuai dengan Protokol Kyoto. Menurut Koordinator Tim Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism/CDM) BPPT Irhan Febijanto jumlah komposisi sampah organik di Indonesia lebih banyak, sekitar 60 persen, semestinya menghasilkan metana berlimpah. Dari hasil studi melalui pengeboran tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di beberapa kota, gas metana terdeteksi relatif sedikit akibat prosedur sanitary landfill …..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 8 OKTOBER 2007, HAL. 13
KEMARAU : LEBIH DARI 200 KECAMATAN KEKERINGAN
Kekeringan makin meluas di Jawa Tengah. Hingga awal Oktober 2007 sudah 25 kabupaten dan kota yang meliputi lebih dari 200 kecamatan di Jateng kekurangan air bersih. Salah satu kabupaten yang memasuki puncak kekeringan pada awal Oktober ini adalah Blora. Menurut Wakil Bupati Blora RM Yudi Sancoyo, Sabtu (6/10), wilayahnya yang mengalami kekeringan lebih dari 15 kecamatan atau ratusan desa …..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 7 OKTOBER 2007, HAL. 3
WASPADAI ANCAMAN DARI SIBERUT
Rentetan gempa yang mengguncang Bengkulu, Jambi, dan Padang belum berakhir. Berdasarkan data survei, gempa-gempa itu berpotensi memicu gempa raksasa yang telah "bertapa" sejak terakhir muncul tahun 1797 dan 1833. Ini hendaknya dijadikan acuan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah antisipasi terutama di Kota Padang …..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 6 OKTOBER 2007, HAL. 1
PENGURANGAN EMISI : SKEMA REDD SELESAI AWAL NOVEMBER
Tahapan penanganan skema pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi atau REDD yang akan dinegosiasikan dalam Konferensi Para Pihak ke-13 di Bali, Desember 2007, ditargetkan selesai awal November. Fase persiapan di antaranya menyiapkan metodologi mengukur dan memonitor persediaan karbon dan mekanisme insentif, serta aspek pasarnya……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 6 OKTOBER 2007, HAL. 12
SIAGA KELUD : 11 KANTONG LAHAR DISIAPKAN
Kalau akhirnya meletus, Gunung Kelud diperkirakan akan memuntahkan lahar panas dan lahar dingin sekitar 57 juta meter kubik. Untuk menampung material vulkanik tersebut, Departemen Pekerjaan Umum telah menyiapkan 11 kantong lahar dan 135 cekdam di sekeliling gunung itu.Namun, daya tampung semua kantong lahar dan cekdam itu hanya 21,3 juta meter kubik…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 6 OKTOBER 2007, HAL. 15
PENYELUNDUPAN 70 HEWAN LANGKA DIGAGALKAN
Petugas Bea dan Cukai Bandar Udara Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan 70 ekor hewan langka, yang terdiri atas ular, tarantula, dan kadal. Eko Darmanto, Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan di Kantor Bea dan Cukai, mengatakan hewan langka itu diselundupkan ke Jakarta oleh Jonatan Leo Narda, seorang warga negara Indonesia…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 8 OKTOBER 2007, HAL. A15
RACUN GAJAH DI SAWIT MUDA
Balai Taman Nasional Tesso Nilo menemukan adanya kelompok tani setempat yang berupaya melindungi pohon sawit dari serangan gajah liar dengan cara mengoleskan racun organofosfat. Keberadaan racun saraf yang bisa mematikan itu terungkap lewat hasil penelitian di laboratorium Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Regional II Bukit Tinggi….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 8 OKTOBER 2007, HAL. A13
KESADARAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN IKLIM RENDAH
Tingkat kesadaran pemerintah terhadap masalah perubahan iklim global beserta dampak yang ditimbulkannya baru muncul saat Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Konferensi Para Pihak (Conference of Parties/ COP) ke-13 United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Menurut Kepala bagian Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Dadang Hilman kesadaran pemerintah tentang perubahan iklim masih rendah sebelum Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah yang diputuskan pada COP ke-12 di Nairobi tahun lalu….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN , SABTU 6 OKTOBER 2007, HAL. 12
RUU PENGELOLAAN SAMPAH KURANG IMPLEMENTATIF
Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengelolaan Persampahan yang saat ini sedang dibahas pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dinilai terlalu akademis sehingga tidak interaktif dan kurang implementatif. Menurut Anggota Panitia Khusus RUU Pengelolaan Persampahan, Sonny Keraf, RUU ini jangan hanya menampilkan teori-teori seperti persolaan 3R (reduce, reuse, dan recycling) tetapi juga meski menampilkan kewajiban apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN , JUMAT 5 OKTOBER 2007, HAL.11
SUSUN STRATEGI NASIONAL ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM
Pemerintah harus segera membuat kebijakan strategi nasional adaptasi perubahan iklim, mengingat dampak perubahan iklim sudah terasa dan harus segera ditanggulangi.Menurut Koordinator Nasional Adaptasi dan Kebijakan Iklim World Wide Fund (WWF) Indonesia, Ari Muhammad strategi nasional tersebut sangat diperlukan agar daerah-daerah dapat menerjemahkan proses adaptasi sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing…BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN , JUMAT 5 OKTOBER 2007, HAL.11
SALING TUDING PENYEBAB KERUSAKAN BUMI
Bumi sudah mendekati kondisi SOS (Save Our Souls) karena global warming – tapi negara-negara di dunia saling tuding, siapa yang paling bersalah. Dalam Forum Ekonomi Dunia tentang Asia Timur yang diadakan di Singapura, Senin (25/06/07), yang dihadiri 300 pemimpin dunia dalam bidang bisnis, politik, pemerintahan, hukum, dan iptek terlontar berbagai pernyataan yang saling menuduh satu sama lain. Wakil negara-negara Barat yang selama ini menuduh China sebagai pemasok gas rumah kaca (GRK atau gas karbon dioksida penyebab utama pemanasan suhu bumi) terbesar di atmosfir bumi, kali ini mendapat tudingan serupa. Delegasi Malaysia, Nor Mohamed Yakcop, Wakil Menteri Keuangan, justru menuduh negara-negara Barat sebagai pemasok GRK terbesar di atmosfir…..BACA SELENGKAPNYA,
JURNAL NASIONAL, SENIN 8 OKTOBER 2007, HAL. 18
DEPHAN KAJI DAMPAKPEMANASAN GLOBAL
Direktorat Jenderal (Ditjen) Strategi Pertahanan, Departemen Pertahanan (Dephan) mulai Rabu (26/9) melakukan kajian mengenai pemanasan global yang menyebabkan pencairan wilayah Artic, kutub utara. Menurut Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dampak dampak pencairan kutub akan mempengaruhi nilai strategis jalur laut kapal dagang dan militer, khususnya selat Malaka dan Singapura…..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 8 OKTOBER 2007, HAL. 22
MENDAPATKAN UANG DARI TERUMBU KARANG
Kekayaan berupa terumbu karang sebenarnya bisa ditukar dengan uang. Terumbu karang menyerap gas emisi dan melepas oksigen yang dinikmati penduduk dunia. Jadi wajar, jika negara pemilik terumbu karang seperti Indonesia menagih bayaran ke negara lain, terutama negara maju yang banyak melepas gas emisi dari industri.Kini, Indonesia sedang menunggu hasil dari penelitian para ahli untuk menghitung seberapa besar terumbu karang dapat menyerap gas emisi rumah kaca…..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SABTU 6 OKTOBER 2007, HAL. 6
STATUS KELUD AKAN DITINGKATKAN
Status Gunung Kelud mungkin akan ditingkatkan dari siaga menjadi awas karena meningkatnya aktivitas gunung berapi setinggi 1.731 di atas permukaan laut (dpl) tersebut sejak tiga hari terakhir. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan akan menghitung kembali semua data yang terekam mulai dari status Gunung Kelud yang dinyatakan siaga sejak 30 September lalu hingga saat itu…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 8 OKTOBER 2007, HAL. 7
TAK TAHAN BAU CO2 WARGA BLITAR MENGUNGSI
Puluhan warga yang tinggal di Dusun Petung Ombo, Desa Karang Rejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur mulai meninggalkan rumah untuk mengungsi. Hal itu dilakukan warga lantaran tidak tahan dengan bau gas yang menyengat dari Gunung Kelud. Gas yang mengandung karbondioksida itu diyakini warga merupakan gas beracun…..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SABTU 6 OKTOBER 2007, HAL. 12
47 DESA DI BANJARNEGARA TERANCAM KRISIS AIR
Sebanyak 47 desa di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah kini terancam krisis air bersih. Hal tersebut terjadi karena sumber air wilayah tersebut mulai mengering. "Desa (yang terancam krisis air bersih, red) tersebut berada di Kecamatan Susukan, Kiampak, Mandiraja, Purwonegoro, Bawang Rakit, Pagedongan, Wonodadi, Pungelan dan Pegentan," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Kukuh Hariyadi kepada Antara, Sabtu (6/10)……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 8 OKTOBER 2007, HAL. 19
BILA PEMANASAN GLOBAL PENGARUHI KESEHATAN MANUSIA
Pemanasan global (global warminmg) yang selama ini dituding sebagai penyebab perubahan iklim lantaran terjadi peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi ternyata berdampak bagi kesehatan manusia. Para ahli memperkirakan terdapat sekitar 35 jenis penyakit infeksi baru yang timbul akibat perubahan iklim. Pemanasan global selama ini diakibatkan, karena meningkatnya emisi gas. Sehingga bumi menyerap lebih banyak energi sinar matahari, daripada yang dilepas kembali ke atmosfer sehingga sinar matahari terperangkap. "Karena pemanasan global, kesehatan manusia pun terkena imbasnya," ujar Direktur Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan, Dr Wan Alkatari Msc, akhir pekan lalu……BACA SELENGKAP, REPUBLIKA, SENIN 8 OKTOBER 2007, HAL. 22

Sumber:
Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan Hidup