KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SUNGAI PORONG BELUM JUGA DIKERUK
Sidoarjo, Jawa Timur, Sungai Porong belum juga dikeruk. Sebaliknya, pembuangan lumpur ke sungai terus dilakukan sehingga kapasitas tampung sungai tinggal tersisa 600 meter kubik per detik dari kapasitas normal 1.500 meter kubik per detik.Seiring dengan semakin berkurangnya daya tampung sungai, hujan telah mengguyur sebagian besar kawasan Jatim sejak Selasa lalu sebagai tanda memasuki musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim hujan. Hujan yang mulai turun ini dapat membuat debit air yang masuk ke Sungai Porong semakin besar…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 11 OKTOBER 2007, HAL. 23

WASPADAI BANJIR DAN TANAH LONGSOR
Memasuki musim pancaroba, curah hujan di Sumatera Selatan sejak tiga hari terakhir terpantau cukup tinggi, mencapai 44 milimeter. Sedangkan curah hujan saat musim hujan di Sumsel yang diprakirakan tiba pada akhir Oktober akan tinggi karena pengaruh La Nina. Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang M Irdam, Rabu (10/10), mengatakan, warga perlu waspada terhadap banjir dan tanah longsor karena tingginya intensitas curah hujan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 11 OKTOBER 2007, HAL. 23

17 WARGA TEWAS KELAPARAN
Sebanyak 17 warga Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tewas kelaparan. Sejak 5 bulan lalu, hampir 70 persen orang dewasa di desa yang mayoritas penduduknya petani jagung ini sulit mencari makanan karena dilanda paceklik. Kelaparan juga menyebabkan 14 anak balita menderita gizi buruk…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 11 OKTOBER 2007, HAL. A2

4 KASUS PEMBALAKAN LIAR DITOLAK JAKSA
Kejaksaan menolak 14 kasus pembalakan liar dari 17 kasus yang diajukan oleh Kepolisian Daerah Riau. Menurut Menteri Kehutanan Malam Sabat Kaban Kepala Kepolisian Daerah Riau menggunakan tenaga ahli yang tidak punya keahlian dan kompetensi sehingga ditolak oleh jaksa.Tenaga ahli ini, kata Kaban, memiliki keahlian di bidang kebakaran hutan, bukan di bidang pembalakan liar…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 11 OKTOBER 2007, HAL. A4

10 JUTA POHON HIJAUKAN INDONESIA
Unuk memperlambat terjadinya pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim, sejumlah organisasi perempuan akan menanam 10 juta pohon di seluruh Indonesia mulai 1 Desember mendatang. Hal itu dikemukakan ketua panitia kegiatan, Dewi Motik, seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (9/10)………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 11 OKTOBER 2007, HAL. 17

BERBAHAYA , AIR HUJAN DI JAKARTA ASAM
Tingkat keasaman air hujan di Kota Jakarta semakin tinggi dari tahun-ke tahun. Akibatnya, peluang kerusakan terhadap bangunan dan kehidupan biota laut, sungai, dan danau, semakin besar.Peneliti Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Yunus S Swarinoto mengatakan, tingginya tingkat keasaman terjadi disebabkan karena semakin tingginya polusi udara yang ada di Kota Jakarta. Dia mengatakan, tingkat tertinggi pH rata-rata tahunan air hujan terjadi pada periode 2001-2006 yakni mencapai nilai 4,80, sedangkan untuk pH rata-rata bulanan terjadi di bulan September sebesar 4,20…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN , RABU 10 OKTOBER 2007, HAL. 3

KABUT DAN ASAP GANGGU PENERBANGAN
Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terus diselimuti kabut dan asap karena udara lembab serta dampak kebakaran lahan dalam tiga hari terakhir. Akibatnya, jadwal penerbangan terganggu. Kabut tebal yang turun disekitar bandara memang menyebabkan jadwal penerbangan terganggu………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 11 OKTOBER 2007, HAL. 18

PUTING BELIUNG HANTAM RUMAH WARGA
Sekitar 110 rumah milik warga di Desa Indolo dan Desa Bonoala, Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, dihantam puting beliung yang datang tiba-tiba pukul 16.00 Wita, selasa (9/10). Karena disapu angin sore itu, 52 rumah milik warga Desa Indolo dan 58 rumah di Desa Bondoala rusak………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 11 OKTOBER 2007, HAL. 19

WALI KOTA ; BUANG SAMPAH SEMBARANGAN KENA SANKSI
Wali Kota Depok, Nurmahmudi Ismail, mendukung langkah untuk memberikan semacam sanksi atau shock terapy bagi warga yang punya kebiasaan membuang sampah sembarangan di kali atau sungai. Hal ini mengingat sudah sedemikian banyaknya sampah yang menggenangi kali dan sungai yang mengaliri Kota Depok………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 11 OKTOBER 2007, HAL. 11

Sumber:
Perpustakaan KLH