KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PETA JALAN PASCA PROTOKOL KYOTO
Dari COP-13 Konferensi Bali Desember 2007 diharapkan lahir kesepakatan tentang "peta alur jalan" (roadmap) menuju Denmark (2009) sebagai tahun sasaran merampungkan protokol baru post-2012 dengan pola pembangunan abad ke-21 yang berkadar rendah karbon sekaligus mengurangi kemiskinan, menghapus ketimpangan pendapatan, dan meningkatkan kesejahteraan sosial menuju dunia global yang lebih adil antara negara maju dan negara berkembang……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU, 20 OKTOBER 2007, HAL. 7
INDONESIA SEGERA LAKUKAN PENYELAMATAN TERUMBU KARANG
Indonesia akan menindaklanjuti Coral Triangle Initiative (CTI) sebagai program penyelamatan terumbu karang di wilayah segi tiga terumbu karang yang mencakup enam negara, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste, atau CT-6. Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, di Jakarta, Rabu (10/10), mengemukakan, CTI ditawarkan Indonesia pada pertemuan pimpinan APEC di Sydney, Australia, 8-9 September 2007, dan mendapat respon positif dari banyak negara, termasuk Amerika Serikat…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 11 OKTOBER 2007, HAL.3
PONTIANAK REDUKSI CH4
Kota Pontianak sudah berhasil menjual sertifikat reduksi metana yang dibeli oleh Belanda. Penjualan sertifikat reduksi metana yang sejalan dengan program mekanisme pembangunan bersih sudah selayaknya didorong. Upaya reduksi metana tersebut bisa dilakukan di tingkat daerah. Menurut Ketua Umum Asosiasi Persampahan Indonesia (Indonesia Solid Waste Association/Inswa) Sri Bebassari teknologi untuk mereduksi metana (CH4) dari sampah merupakan bagian penting dari wacana pemanasan global……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 22 OKTOBER 2007, HAL. 13
PENDANGKALAN SUNGAI PORONG : SIDOARJO TERANCAM BANJIR
Sungai Porong mengalami pendangkalan yang cukup parah akibat endapan lumpur Lapindo. Kedalaman sungai yang tadinya 7 meter saat ini tinggal 2-3 meter. Menurut juru bicara Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Ahmad Zulkarnain pendangkalan ini membuat sungai tidak bisa menampung air yang berlimpah di musim hujan. Akibatnya, tidak hanya Sidoarjo yang kebanjiran, tapi juga daerah-daerah di sepanjang aliran sungai, termasuk Pasuruan dan Mojokerto……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 22 OKTOBER 2007, HAL.A8
PERDAGANGAN TERUS BERLANGSUNG ; SATWA LIAR DAN LANGKA ASAL KALIMANTAN TERUS DIBURU
Selain menyebabkan kerusakan parah lingkungan, pembabatan hutan yang terus terjadi juga menghancurkan habitat satwa liar dan langka di Kalimantan. Ini diperparah dengan perburuan dan perdagangan ilegal satwa dan tumbuhan langka khas hutan tropis basah dataran rendah Kalimantan yang terus berlangsung………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 22 OKTOBER 2007, HAL. 23
WARGA DEPOK MENGELUH SAMPAH TIDAK DIANGKUT
Banyak warga di Kota Depok mengeluhkan bau busuk sampah yang tidak diangkut petugas Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) pasca Idul Fitri 1428 Hijriah. Sampah-sampah yang berasal dari rumah tangga dan pasar itu dibiarkan menumpuk dan bahkan berserakan di jalan-jalan………….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 22 OKTOBER 2007, HAL. 3
PEMANASAN GLOBAL : PEMENANG NOBEL PERDAMAIAN PERINGATKAN ASIA
Ketua Panel Antarpemerintahan soal Perubahan Iklim atau IPCC PBB yang bersama mantan Wakil Presiden AS Al Gore memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2007 hari Jumat (19/10) memperingatkan bahwa Asia rentan pada dampak pemanasan global. Benua Asia bisa mengalami lebih banyak bencana apabila tidak diambil tindakan pencegahan. Rajendra Pachauri, Ketua IPCC, memperingatkan bahwa memerangi dampak gas rumah kaca memerlukan lebih dari memberlakukan teknologi baru…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU, 20 OKTOBER 2007, HAL. 11
PARAMOTOR MAMANTAU TITIK API
Greenpeace mulai memantau titik api dengan paramotor (paraglider atau paralayang menggunakan mesin) dari lokasi Kamp Pembela Hutan (Forest Defenders Camp/FDC) di Riau, Sumatera. Pemantauan dari atas itu akan menjadi kegiatan tetap di lokasi………….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 22 OKTOBER 2007, HAL. 7
ABRASI : WAPRES MINTA PEMKOT PADANG TANGANI MENYELURUH
Pemerintah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, diminta segera membuat perencanaan menyeluruh mengenai upaya penanganan abrasi air laut di kawasan Pantai Parupuk, Tabing. Selain dengan membuat tanggul yang lebih kokoh, menghijaukan kawasan yang terabrasi, juga upaya merelokasi penduduk di kawasan pinggiran pantai tersebut dengan membangun rumah susun sederhana sewa atau rusunawa. Instruksi itu disampaikan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla kepada Wali Kota Padang Fauzi…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU, 20 OKTOBER 2007, HAL. 24
KONSERVASI AIR TANAH MENDESAK
Kondisi air tanah di Jakarta dan sekitarnya sudah kritis. Realisasi konservasi air sangat mendesak dan jangan sebatas wacana. Tanpa hal itu, Jakarta akan menghadapi masalah besar. "Gubernur DKI Jakarta yang baru pada kampanye dulu nyaris tidak menyentuh isu yang krusial ini," kata Nila Ardhianie dari Amrta Institute for Water Literacy, Jumat (19/10).Masyarakat yang menikmati air tanah cukup melimpah juga cenderung lalai. Mereka tidak menyadari air bisa menjadi sumber daya langka. Oleh karena itu, Nila menekankan soal pentingnya edukasi kepada masyarakat…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU, 20 OKTOBER 2007, HAL. 25
BAHAYA BANJIR : SALURAN AIR HILANG TERTUTUP SAMPAH DAN PASIR
Wilayah Jakarta Utara yang selama ini rawan banjir diperkirakan kembali terendam lagi pada musim hujan yang akan datang. Banyak saluran air tertutup sampah atau material lain, bahkan di sejumlah tempat malah badan saluran utama hilang. Sebagian saluran primer di wilayah itu tidak terawat, bahkan fisik saluran hilang tertutup sampah dan pasir serta pembangunan infrastruktur lain…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU, 20 OKTOBER 2007, HAL. 25
HUTAN MAKIN GUNDUL
Meski era penebangan hutan secara massal yang dilakukan para pengusaha hutan di Kalimantan Selatan sudah hampir berakhir karena hutan produksi nyaris tandas, proses penghilangan hutan di daerah ini masih terus berlangsung. Dari 1,6 juta hektar kawasan hutan Kalsel, saat ini yang kondisinya masih perawan tersisa 400.000 hektar. Selain kebakaran yang terus terjadi setiap tahun, deforestasi juga disebabkan banyaknya perusahaan pertambangan dan perkebunan yang mengajukan izin pelepasan kawasan hutan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 21 OKTOBER 2007, HAL. 3
KONSEP KONSERVASI KORAL LAUT DITERIMA CTI
Indonesia berhasil memasukkan konsep konservasi segitiga terumbu karang "Hutan Amazone" bawah laut ke forum Coral Triangle Initiative (CTI) pada pertemuan APEC, 9 September 2007. Badan Riset Kelautan dan Perikanan pada Departemen Kelautan dan Perikanan menilai keberadaan "Hutan Amazone" bawah laut itu amat penting bagi pelestarian lingkungan alam…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 19 OKTOBER 2007, HAL. 13
BPLS TINGGAL PERTAHANKAN WILAYAH TERDAMPAK
Untuk menanggulangi kebocoran yang berulang kali terjadi di titik-titik tertentu di tanggul semburan lumpur Lapindo Brantas di Kecamatan Porong, Sidoarjo, pihak Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo hanya bisa mempertahankan kondisi agar wilayah terdampak tidak meluas. Upaya yang dilakukan kini bukan lagi untuk menghentikan semburan lumpur, tetapi juga ditekankan pada upaya mempertahankan agar wilayah terdampak seluas 650 hektar itu tidak meluas…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 19 OKTOBER 2007, HAL. 13 BERITA TERKAIT : BPLS BANGUN TANGGUL LUMPUR TUJUH Km, REPUBLIKA, 22 OKTOBER 2007 HAL. 19
PEMANASAN UDARA : PLANKTON REDUKSI EMISI GAS KARBON
Menjelang Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim di Bali pada Desember mendatang, perhatian dunia terarah ke Indonesia. Ironisnya, yang diperhatikan adalah "sumbangan" negara pemilik hutan terluas kedua di dunia ini dalam mengotori atmosfer dengan gas karbon dioksida. Namun sebenarnya bukan hanya hutan yang mampu menyerap CO2. Laut juga merupakan sebuah ekosistem yang mampu mereduksi CO2 melalui plankton yang hidup di dalamnya…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 19 OKTOBER 2007, HAL. 14
PULUHAN RUMAH DI DONGGALA TERANCAM AMBRUK
Puluhan rumah penduduk sepanjang bibir pantai di Desa Rerang, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawewi Tengah (Sulteng) terancam ambruk akibat terkena abrasi. Bahkan sedikitnya lima rumah sudah rusak parah akibat tergerus air laut………….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 22 OKTOBER 2007, HAL. 19
AIR TANAH KIAN MENYUSUT
Sebagian warga DKI Jakarta dan sekitarnya mengeluhkan air tanah yang kian menyusut. Padahal, air tanah masih menjadi andalan sebagian besar warga akan air bersih. Kondisi itu juga terjadi di wilayah selatan Ibu Kota, yang selama ini disebut sebagai kawasan resapan air. Warga di kawasan Tegal Parang, Mampang Prapatan, misalnya, mengeluh kesulitan mendapatkan air bersih sejak bulan puasa lalu…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 19 OKTOBER 2007, HAL. 26
PULUHAN KASUS ILLEGAL LOGGING DI SUMUT DENGAN NURANI
Aktivitas LSM Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara (Sumut) meminta hakim yang menyidangkan perkara illegal logging agar tidak menggunakan ‘kacamata kuda’. Pasalnya, ada sebelas kasus illegal logging yang kini disidangkan di Pengadilan Negeri Sumut berakhir dengan bebas bagi terdakwa…………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 22 OKTOBER 2007, HAL. 19
PERUBAHAN IKLIM JADI FOKUS KONGRES IPNAS IX
Dampak perubahan iklim dan bencana alam menjadi fokus perhatian serius dan bahasan penting dalam penyelenggaraan Kongre Ilmu Pengetahuan Nasional (Kipnas) IX, yang akan berlangsung pada 20 hingga 22 November 2007 nanti di Jakarta………….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 22 OKTOBER 2007, HAL. 22
ARWANA MAKIN JARANG DITEMUKAN DI KALTENG
Dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, populasi ikan arwana kian berkurang. Masyarakat melaporkan makin jarang menemukannya di sungai-sungai atau rawa-rawa wilayah Kalimantan Tengah. Direktur Eksekutif Mitra Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah (Kalteng) Itan di Palangkaraya, Selasa (16/10), menuturkan bahwa salah satu habitat alami arwana adalah di hulu-hulu sungai, seperti di sekitar pegunungan Schwanner-Muller…..BA
CA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 17 OKTOBER 2007, HAL. 10
INDONESIA, NEGARA MEGABIODIVERSITI NOMOR WAHID
Indonesia selam ini telah dinyatakan sebagai negara yang memiliki jumlah jenis hayati nomor dua paling banyak di dunia. Penentuan ini didasarkan pada skor dari urutan jumlah jenis serta skor urutan jumlah persen endemik kelompok hayati tertentu…………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 22 OKTOBER 2007, HAL. 22
ABRASI : PULUHAN RUMAH DI PANTAI PADANG RUSAK ATAU ROBOH
Sekitar 70 rumah di tepi pantai Sumatera Barat rusak dan puluhan lain terancam roboh akibat abrasi. Hingga Selasa (16/10), sejumlah warga penghuni masih bertahan di rumah mereka kendati sebagian rumah itu terancam roboh. Rumah-rumah yang rusak itu terletak di dua kelurahan, yakni Pasir Nan Tigo dan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Batas pantai dengan rumah warga yang semula landai, kini sudah terjal…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 17 OKTOBER 2007, HAL. 18
KEBAKARAN HUTAN : PEMADAMAN TITIK API DI KALTENG BERLANJUT
Operasi pemantauan dan pemadaman titik api menggunakan helikopter Kamov Ka-32A terus dilakukan seiring masih adanya titik-titik api di Kalimantan Tengah. Dari tanggal 2 hingga 15 Oktober tercatat sudah 194 kali pengeboman dengan air menggunakan helikopter buatan Rusia tersebut….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 17 OKTOBER 2007, HAL. 18
LUMPUR LAPINDO MELUBER LAGI
Sementara banyak pemudik berdatangan untuk melihat langsung semburan lumpur Lapindo, Minggu (14/10) malam, lumpur di kolam penampungan meluber lewat tanggul di titik 42 di Desa Renokenongo, Porong, Sidoarjo. Tinggi tanggul di titik 42, di samping bekas jalan tol Porong-Gempol itu, 11,3 meter dari permukaan tanah, dengan ketebalan tanggul sekitar 3 meter. Luberan lumpur melalui puncak tanggul sepanjang 10-an meter itu membuat bekas jalan tol Porong-Gempol yang digunakan sebagai salah satu jalur alternatif dari Jalan Raya Porong, terendam lumpur dan tak dapat digunakan….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 16 OKTOBER 2007, HAL. 1
BUAH KALIMANTAN KIAN LANGKA
Buah-buahan Kalimantan Selatan seperti maritam, siwau dan asam hutan kian langka setelah pohon buah-buahan itu terus ditebangi untuk dijadikan bahan baku kayu gergajian. Berdasarkan keterangan penduduk Desa Panggung, Kabupaten Balangan, buah khas yang sudah langka antara lain jenis maritam (sejenis rambutan tidak berbulu), siwau (sejenis rambutan tidak berbulu) dan asam hurang (mangga kecil rasanya manis)…………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 22 OKTOBER 2007, HAL. 22
WISATA ALAM BERPOTENSI GANGGU EKOSISTEM
Serbuan masyarakat yang memanfaatkan momentum libur Idul Fitri 1428 H ke sejumlah lokasi rekreasi, yang memanfaatkan bentangan alam sebagai daya tariknya, jika tidak terkontrol, dikhawatirkan justru mengganggu ekosistem. Hal ini terjadi apabila pengelola tempat-tempat rekreasi itu gagal mengedukasi pengunjung dan justru memfasilitasi terjadinya kemungkinan degradasi habitat alam bagi sejumlah satwa liar…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 16 OKTOBER 2007, HAL. 10
MANGROVE ATASI KENAIKAN MUKA AIR LAUT
Kementerian Negara Lingkungan Hidup terus menyosialisasikan pentingnya penanaman mangrove untuk mengatasi persoalan kenaikan muka air laut. Kantor kementerian ini mengembangkan model penanaman mangrove 25 hektar yang diserahkan kepada masyarakat setempat di pesisir Pemalang, Jawa Tengah, disertai insentif penebaran benih kepiting. Menurut Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan pada Kementerian Negara Lingkungan Hidup Masnellyarti Hilman berdasarkan penelitian di beberapa lokasi di pantai utara Jawa, kenaikan muka air laut mencapai 8 milimeter setiap tahun. Penanaman mangrove secara jangka panjang akan bermanfaat melindungi keberadaan masyarakat nelayan di pesisir….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 16 OKTOBER 2007, HAL. 10
LINGKUNGAN HIDUP : TIDAK BOLEH GEGABAH MEMANFAATKAN LAHAN GAMBUT
Pemanfaatan lahan gambut untuk kegiatan non-konservasi sebaiknya dipertimbangkan lagi sebelum telanjur salah. Kesalahan tersebut bisa mengakibatkan kerugian jangka panjang, baik materiil maupun ekologi. Demikian penilaian para peneliti gambut akan Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengelolaan Kawasan Gambut. Rancangan tersebut ditargetkan selesai tahun 2008…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 15 OKTOBER 2007, HAL. 10
SEDERHANAKAN CDM KEHUTANAN
Pemerintah mengajukan permintaan insentif kepada negara-negara maju untuk Mekanisme Pembangunan Bersih sesuai dengan Protokol Kyoto, tetapi dengan mekanisme lebih sederhana. Langkah itu meliputi permintaan insentif 5-20 dollar AS per hektar untuk pemeliharaan kondisi hutan konservasi…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 15 OKTOBER 2007, HAL. 10
PERUBAHAN IKLIM : 40 MENTERI LINGKUNGAN DUNIA AKAN BERKUMPUL DI BOGOR
Mendahului Konferensi Para Pihak Ke-13 di Bali, 3-14 Desember mendatang, sebanyak 40 menteri lingkungan akan berkumpul di Istana Bogor, 23-25 Oktober 2007. Selaku tuan rumah, Indonesia akan memaparkan bahan diskusi tentang pengurangan emisi melalui pencegahan deforestasi dan degradasi. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar selain itu juga akan dibahas mengenai skema baru pengurangan emisi pasca-Protokol Kyoto, yang periode implementasinya berakhir tahun 2012…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 12 OKTOBER 2007, HAL. 10
ass="head-h">
BANK DUNIA SUSUN PROGRAM PERUBAHAN IKLIM

Untuk mengatasi perubahan iklim global dan penggundulan hutan secara signifikan, Bank Dunia mengembangkan dua fasilitas pembiayaan karbon baru untuk memberi manfaat bagi dunia berkembang. Dua program tersebut adalah Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) yang inovatif akan mencegah penggundulan hutan dengan memberi kompensasi kepada negara berkembang atas pengurangan karbon dioksida yang dihasilkan dari menjaga hutan….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 20 OKTOBER 2007, HAL.10

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim" KLH