KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

ANTISIPASI BANJIR BELUM SEPENUHNYA DILAKUKAN: BMG, CURAH HUJAN DI JAKARTA SELATAN MENINGKAT
Hujan sudah mulai turun dengan curah hujan yang terus meningkat, tetapi upaya mengantisipasi banjir, berupa perbaikan saluran air dan normalisasi atau pengerukan kali dan situ di Jakarta, belum sepenuhnya dilakukan. Pekerjaan proyek yang terkait dengan pengendalian banjir juga masih terbatas. Bahkan saluran di permukiman yang pernah dilanda banjir tahun lalu hingga awal tahun ini belum dibersihkan. Saluran dipenuhi sampah dan bahkan sudah tertutup material lain, seperti pasir dan tanah bekas erosi pada musim hujan lalu. Belum terlihat gerakan skala besar membersihkan saluran…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 26 OKTOBER 2007, HAL. 1
BUANG LUMPUR KE SUNGAI: AKAN ADA TAMBAHAN TIGA KAPAL KERUK UNTUK DIOPERASIKAN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo meneruskan pembuangan lumpur Lapindo ke laut melalui Sungai Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Agar aliran sungai tidak tertutup lumpur, akan ada tambahan tiga kapal keruk. Instruksi Presiden itu disampaikan Ketua Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo (BPLS), yang juga Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, seusai rapat dengan Presiden, sejumlah menteridi ruang VVIP Bandara Juanda……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 26 OKTOBER 2007, HAL. 15
PETA JALAN BALI DISETUJUI DI BOGOR: KOMITMEN UNTUK KURANGI EMISI KARBON
Sebagian besar delegasi Pertemuan Pendahuluan Konferensi Para Pihak Ke-13 di Bogor menyepakati rumusan "peta jalan Bali" yang diusulkan Indonesia. Peta jalan Bali disepakati untuk memastikan model kesepakatan baru penanganan perubahan iklim pascatahun 2012, di mana negara-negara berkembang diharapkan mendapat manfaat ekonomi lebih mudah dari skema Protokol Kyoto. Menurut Presiden Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) Rachmat Witoelar para delegasi juga menyepakati usulan penurunan emisi jauh lebih besar dibanding kesepakatan sebelumnya…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 26 OKTOBER 2007, HAL. 13
PROGRAM REDD LEBIH DIPERJUANGKAN DI BALI
Program Reducing Emission from Deforestation in Developing Country atau REDD akan lebih diperjuangkan pada Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim di Bali, Desember 2007 nanti. Program REDD merupakan metode penghitungan kompensasi pengurangan emisi yang dapat diimplementasikan pada konservasi hutan, dan agenda ini sudah diamanatkan konferensi sebelumnya di Nairobi, Kenya, November 2006……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 26 OKTOBER 2007, HAL.13
PANTAI ACEH BARAT BANJIR
Hujan yang turun terus-menerus sejak Selasa (23/10) menyebabkan wilayah pantai barat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam terendam banjir. Ribuan warga di beberapa kabupaten dan kota pada kawasan itu terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka yang tergenang air. Zakaria Tinambunan, Kepala Desa Dah, Kota Subulussalam, salah satu kawasan terparah yang dilanda banjir, Kamis (25/10), mengatakan, ketinggian air di wilayahnya masih berkisar 2 hingga 2,5 meter…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 26 OKTOBER 2007, HAL.23
PEMBALAKAN LIAR POLISI MENDUKUNG KASASI
Kepala Kepolisian Resor Pelalawan, Riau, Ajun Komisaris Besar Gusti K Gunawa mendukung langkah Kejaksaan Negeri Pelalawan untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung menyusul putusan bebas Pengadilan Tinggi Riau dalam kasus PT Madukoro. Polisi menilai pertimbangan hakim membebaskan 25 terdakwa yang terdiri dari 24 sopir serta pengawas lapangan I Che Sun dari PT Madukoro kurang sesuai dengan fakta-fakta yang dikumpulkan polisi dari lapangan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 26 OKTOBER 2007, HAL.24
WALHI ADUKAN HAKIM KASUS PEMBALAKAN LIAR
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia segera mengadukan majelis hakim Pengadilan Tinggi Riau ke Komisi Yudisial karena memutus bebas 24 sopir dan seorang manajer lapangan PT Madukoro. Menurut Direktur Eksekutif Walhi Riau Johny Setiawan Mundung, majelis hakim tendensius saat menangani perkara pembalakan liar itu. Walhi Riau bersama para aktivis lingkungan tengah mempersiapkan laporan tentang perilaku mereka. Laporan ini akan diserahkan ke Komisi Yudisial…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 26 OKTOBER 2007, HAL.A1
34 NEGARA INGIN PROTOKOL KYOTO DIGANTI
Sebanyak 35 delegasi dari 34 negara dan satu delegasi UNFCCC, yang menghadiri pertemuan informal tingkat menteri untuk perubahan iklim di Istana Bogor, 24-25 Oktober 2007, sepakat mendukung terciptanya protokol baru setelah Protokol Kyoto, yang akan berakhir pada 2012. "Protokol baru harus diselesaikan segera pada 2009," kata Sekretaris Eksekutif Konvensi PBB untuk perubahan Iklim (UNFCCC) Yvoe de Boer ….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 26 OKTOBER 2007, HAL.A7
PBB TARGETKAN DEKLARASI BALI
Perserikatan Bangsa-Bangsa mentargetkan konvensi perubahan iklim di Bali, 3-14 Desember nanti, mampu menghasilkan rezim protokol pembatasan emisi ataupun perjanjian yang mampu mengikat secara hukum. "Kita sudah berdebat soal perubahan iklim selama 10 tahun, saatnya untuk bertindak," kata Koordinator Media Tata Kerja PBB untuk Konvensi Perubahan Iklim (UNFCCC) Axel Wustenhagen kepada wartawan di Sekretariat Pusat Informasi PBB, Jakarta,….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 26 OKTOBER 2007, HAL.A13
GUNUNG SOPUTAN MELETUS: GEMPA BUMI 7,0 SR DI BENGKULU
Gunung Soputan (1.783 m) di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Kamis (25/10) sekitar pukul 09.15 Wita, meletus dengan mengeluarkan asap dan debu panas. Walaupun letusan mencapai ketinggian 1.000-1.500 meter dari bibir kawah gunung, namun debu panas hanya jatuh di pinggiran gunung. Sedangkan Di belahan lain wilayah Indonesia, tepatnya di Bengkulu dan Sumatera Barat (Sumbar), diguncang gempa bumi tektonik pada Kamis. Gempa di Bengkulu yang terjadi pukul 04.02 WIB, tercatat berkekuatan 7,0 skala Richter (SR). Sedangkan di Sumbar yang terjadi pukul 02.56 WIB, terekam berkekuatan 6,1 SR…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 25 OKTOBER 2007, HAL. 1
UPAYA KURANGI PEMANASAN GLOBAL: PERLU REVOLUSI GAYA HIDUP
Diperlukan sebuah gerakan Revolusi Gaya Hidup dalam upaya melakukan kampanye melawan pemanasan global sehingga efek domino dari fenomena al
am itu tidak semakin besar dampaknya bagi kehidupan manusia. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah menggunakan produk ramah lingkungan bukan dari hasil pembabatan hutan. Menurut penggiat lingkungan hidup, Hans Irawan, masyarakat harus mengurangi penggunaan energi, baik listrik, bahan bakar minyak, maupun air yang menjadi sumber utama kehidupan…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 25 OKTOBER 2007, HAL.6
DEKLARASI JAWA HIJAU AKAN DITANDATANGANI ENAM GUBERNUR
Sebanyak enam gubernur se-Jawa akan menandatangani deklarasi dan prasasti Jawa Hijau, di Yogyakarta, 28 Oktober 2007. Penandatanganan tersebut sekaligus sebagai bentuk komitmen para kepala daerah di Jawa untuk merehabilitasi dan mengkonservasi hutan di pulau ini.Keenam gubernur tersebut, yakni Gubernur Banten Hj Atut Chosiyah, Gubernur Jabar H Danny Setiawan, Gubernur DKI Jaya H Fauzi Bowo, Gubernur Jateng H Ali Mufiz, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Gubernur Jatim Imam Utomo….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 25 OKTOBER 2007, HAL. 13
PERTEMUAN BOGOR HASILKAN EMPAT KESEPAKATAN
Komitmen seluruh negara di dunia untuk mengatasi perubahan iklim perlu di perkuat. Demikian di katakan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar pada jumpa pers usai rapat informal tingkat menteri lingkungan hidup dari 35 negara di Istana Bogor, Kamis (25/10). Pertemuan itu menghasilkan empat Kesepakatan menyangkut adaptasi, mitigasi, transfer teknologi untuk menghadapi perubahan iklim, dan rencana pasca-Kyoto Protokol yang akan berakhir pada 2012 ……BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, JUMAT 26 OKTOBER 2007, HAL. 9
HAKIM PUTUSKAN PERIKSA LANGSUNG TELUK BUYAT
Majelis hakim perkara gugatan terhadap Newmont Minahasa Raya (NMR), Kamis (25/10), memutuskan akan meninjau langsung Teluk Buyat, Sulawesi Utara, untuk membuktikan ada tidaknya pencemaran di kawasan itu. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang di ketuai I Ketut Manika memutuskan peninjauan itu akan dilakukan pada 9 November 2007 dan diikuti Majelis Hakim, Wahana Lingkungan Hidup (Wahli)….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, Jumat 26 Oktober 2007, HAL. 2
DILEMA KOMPENSASI MENJAGA HUTAN
Indonesia adalah contoh negeri yang telah dan sedang menjadi korban pemanasan global dan perubahan iklim. Bangsa ini telah dituduh menghancurkan hutan yang penting bagi komunitas global. Namun, Indonesia juga sasaran sumber bahan mentah jangka panjang demi pertumbuhan kompleks industri global ….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, Jumat 26 Oktober 2007, HAL. 22
PERUBAHAN IKLIM: SEMUA NEGARA SEPAKAT KERJA JANGKA PANJANG
Semua negara sepakat harus ada kerja sama jangka panjang untuk perubahan iklim. Pertemuan di Bali, Desember 2007,sangat penting untuk menyiapkan Road Map menuju COP 15 pada 2009 mendatang di Kopenhagen, Denmark. Dalam COP tersebut, UNFCC berniat mengikat komitmen-komitmen para delegasi untuk meratifikasi skema penurunan emisi setelah 2012. selama tiga tahun, mulai 2009 hingga 2012, ratifikasi itu akan dikumpulkan ….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, Jumat 26 Oktober 2007, HAL. 1
KEHUTANAN: CAMAT TERLIBAT PEMBALAKAN LIAR DITANGKAP
Kepolisian Resor (Polres) Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), menangkap Camat Muara Uya karena diduga terlibat pembalakan liar. Camat Bernama Husaini itu ditangkap saat sedang menggiring truk sarat muatan kayu tanpa dilengakapi dokumen ….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, Jumat 26 Oktober 2007, HAL. 4
KEHANCURAN HUTAN DAN TEOLOGI LINGKUNGAN

Jika Anda pernah melewati Banda Aceh lewat darat tentu mengetahui Taman Hutan Raya (Tahura) Pucat Meurah Intan. Ia berada di punggung Gunung Selawah yang menjadi jalan nasional Sumatra lintas timur. Tapi saat ini, hutan itu hilang. Tahura telah bernanah. Hutan Ikon Aceh itu kini hanya tinggal sabana….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, Jumat 26 Oktober 2007, HAL. 8

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim" KLH