KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

JELANG KONFERENSI PERUBAHAN IKLIM: PERDAGANGAN KARBON TAK DIUTAMAKAN
Pemerintah Indonesia belum memiliki kerangka kebijakan mengenai mekanisme perdagangan karbon. Padahal, Indonesia berpeluang menawarkan dan bernegosiasi dengan negara-negara industri yang siap bekerja sama dalam perdagangan karbon, pada Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Bali 3-14 Desember 2007. Menurut Menteri Kehutanan MS kaban mengungkapkan, dalam pertemuan di Bali nanti, pemerintah tidak mengutamakan agenda pembahasan perdagangan karbon….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 29 OKTOBER 2007, HAL.1
FLORA LANGKA: ANGGREK HITAM KALIMANTAN TERUS DIBURU
Dwi P Djatmiko, Direktur Eksekutif Yayasan Cakrawala Hijau Indonesia Kalimantan Selatan, tak bisa menutupi kekecewaannya ketika bicara kondisi terakhir habitat anggrek hutan di Pegunungan Meratus. "Kemampuan kami terbatas, penyelamatan yang bisa dilakukan hanya pada dua kampung di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Daerah lainnya, kami tidak bisa berbuat banyak," katanya. Kekecewaan itu tentu beralasan. Sebab, setahun terakhir perburuan anggrek hutan dan berbagai tanaman alam lain yang dijadikan tanaman hias dari Pegunungan Meratus terus marak dan tak terkendali…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 30 OKTOBER 2007, HAL. 22
22 PERUSAHAAN MENDAPAT PERINGATAN BAPEDALDA
Sebanyak 22 perusahaan di Sumatera Utara mendapat peringatan dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah karena tidak memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan. Menurut Kepala Bidang Bina Teknologi Lingkungan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Rosdiana Simarmata, ke-22 perusahaan itu memiliki tingkat kepatuhan yang berbeda-beda…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 30 OKTOBER 2007, HAL. 23
KAWASAN RESAPAN AIR DI CENGKARENG RUSAK
Kawasan hijau dan resapan air seluas lima hektar di atas tanah 10 hektar di Jalan Kamal Raya RW 7, Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, rusak akibat ditebang dan diurug. Perusakan lingkungan yang dikhawatirkan bakal menyebabkan bencana banjir ini diduga dilakukan kaki tangan sebuah perusahaan pengembang……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 30 OKTOBER 2007, HAL. 26 BERITA TERKAIT : BANJIR JAKARTA TAK TERELAKKAN, REPUBLIKA, SELASA 30 OKTOBER 2007 HAL. 1
MARGONDA MENDESAK DIHIJAUKAN
Kawasan Jalan Margonda Raya di Kota Depok perlu dihijaukan agar tak terlihat gersang, panas, dan sesak. Universitas Indonesia bersedia membantu Pemerintah Kota Depok mewujudkan hal itu. Bukan hanya membantu ide, tetapi pihak universitas juga akan memberikan bibit pohon-pohon untuk ditanam di jalan utama tersebut…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 30 OKTOBER 2007, HAL. 26
AIR PASANG GENANGI BEBERAPA WILAYAH JAKARTA UTARA
Beberapa wilayah di Jakarta Utara, antara lain Tanjung Priok, Pademangan, dan Muara Baru, tergenang air laut pasang pada hari Senin (29/10). Air menggenangi jalan dan permukiman warga hingga menghambat arus lalu lintas selama hampir delapan jam, yakni pukul 05.30-13.00…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 30 OKTOBER 2007, HAL. 27
11 TERSANGKA PEMBALAKAN LIAR DIRINGKUS
Aparat Kepolisian Resor Garut pada Minggu lalu meringkus 11 tersangka pelaku pembalakan liar yang menjarah hutan lindung Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Polisi juga menyita sekitar 110 kubik kayu hasil olahan dan gelondongan serta 300 pohon yang masih berada di hutan lindung Gunung Guntur blok Godog…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 30 OKTOBER 2007, HAL. A9
TUNTUTAN TERHADAP ADELIN LIS TERLALU RINGAN
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara menganggap tuntutan yang diberikan jaksa terhadap terdakwa kasus pembalakan liar, Adelin Lis, terlalu ringan.Menurut Direktur Walhi Sumatera Utara Hardi Munthe, perusahaan PT Keang Nam milik Adelin telah menimbulkan rusaknya daerah aliran sungai, perubahan iklim mikro, dan hilangnya vegetasi (pohon)…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 30 OKTOBER 2007, HAL. A6
TERJADI 58 LETUSAN DI ANAK KRAKATAU
Sebanyak 58 letusan terjadi di Gunung Anak Krakatau, pada Senin (29/10) mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Selama kurun waktu enam jam itu pula, terjadi 16 kali gempa vulkanik A atau vulkanik dalam (di kedalaman 1-3 kilometer) di perut Gunung Anak Krakatau dan 22 kali gempa vulkanik B atau dangkal. Selain itu terjadi gempa tremor sebanyak satu kali….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 29 OKTOBER 2007, HAL.1
KEBON JERUK TERAPKAN MOTOR SAMPAH
Warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tidak akan mengalami kesulitan dalam masalah sampah. Karena beberapa waktu mendatang, akan ada petugas yang menggunakan motor untuk mengangkut sampah-sampah milik warga.Penggunaan motor sampah ini dirasakan cukup mendesak, karena selama ini mengangkut sampah dengan tenaga manusia, selain dinilai kurang manusiawi, juga tidak terlalu efektif….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 29 OKTOBER 2007, HAL.7
135 DESA DI KEBUMEN RAWAN LONGSOR
Hujan sudah mulai turun di daerah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Jateng). Daerah yang memiliki wilayah perbukitan cukup luas ini, sejak dulu dikenal sebagai daerah yang sering terjadi bencana tanah longsor dan banjir. Daerah ini meniliki bukit kapur yang paling luas di Jateng. Dari 295 desa di Kebumen ini, 135 di antaranya merupakan desa yang rawan longsor….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 29 OKTOBER 2007, HAL.13
KORBAN GEMPA PESSEL BERTAHAN DENGAN MAKAN UBI
Belum banyak perubahan berarti yang terjadi dalam kehidupan pengungsi di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Kendati berbagai bantuan makanan dan kebutuhan lain, terus berdatangan dari berbagai pihak ke Pessel, namun sampai sekarang, nasib korban gempa tanggal 12 dan 13 September lalu, khususnya yang berada di Kecamatan Lunang Silaut, masih menyedihkan. Para pengungsi ini sering makan ubi dan pisang sebagai pengganti nasi….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 29 OKTOBER 2007, HAL.13
<
/td>
RATUSAN RUMAH RUSAK DITERJANG PUTING BELIUNG
Sedikitnya 12 orang luka dan lebih dari 200 bangunan rusak setelah angin puting beliung menerjang Desa Sumberwringin dan Sumberwaru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), Minggu (28/10) petang. Bangunan yang rusak terdiri dari rumah penduduk, musala dan bangunan sekolah………….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 30 OKTOBER 2007, HAL. 6 BERITA TERKAIT : JANGAN PANIK HADAPI PUTING BELIUNG, REPUBLIKA, SELASA 30 OKTOBER 2007 HAL. 22
KOMPOR BATU BARA NAN RAMAH LINGKUNGAN
Harga minyak tanah dunia kini melambung tinggi. Bukan sesuatu yang mustahil jika itu akan mendongkrak harga minyak tanah di dalam negeri. Pemerintah berkali-kali menghimbau masyarakat untuk mengkonversi minyak tanah ke gas tabung sebagai bahan bakar rumah tangga………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 30 OKTOBER 2007, HAL. 9
HARIMAU DIRACUN WARGA
Seekor harimau sumatera ditemukan mati setelah diracun warga Desa Ranto Sabon, Kemukiman Pantee Purba/ Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Jumat (26/10). Iskandar Muda, salah seorang tokoh masyarakat Desa Ranto Sabon, Sabtu (27/10), menyebutkan, selama dua sebulan terakhir sering mengincar penduduk saat bekerja di kebun atau ladang…………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 30 OKTOBER 2007, HAL. 22
ENERGI BERLEBIH PICU GAS RUMAH KACA
Penggunaan energi yang berlebihan dan kurang efisien merupakan salah satu pemicu gas rumah kaca (GRK). GRK timbul akibat penggunaan energi fosil yang meningkatkan karbondioksida (CO2). Dengan meningkatkan CO2, temperatur permukaan bumi ikut naik yang efeknya antara lain pergantian musim yang tidak teratur……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 30 OKTOBER 2007, HAL. 22
ALAT TEWS DUKUNG ANALISIS GEMPA HANYA DALAM LIMA MENIT
Kini, analisis mengenai gempa yang terjadi di Bengkulu bisa dilakukan dalam waktu lima menit. Ini bisa terjadi setelah dilakukan pemasangan dua unit alat deteksi gempa dan tsunami (tsunami early warning system/TEWS) di Provinsi Bengkulu………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 30 OKTOBER 2007, HAL. 22
PENERTIBAN BANTARAN SUNGAI MUTLAK DIPERLUKAN

Banjir lima tahunan di Jakarta tidak akan teratasi tanpa penanganan yang komprehensif dan integral. Penanganan yang diperlukan meliputi kegiatan struktural, seperti pembangunan saluran air, polder, waduk, dan pompa, serta kegiatan yang terkait dengan perbaikan kondisi bantaran sungai, termasuk mengatasi permukiman di bantaran sungai…BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SELASA 30 OKTOBER 2007, HAL. 6

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH