KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU KEMBALI TERCEMAR
Pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak kembali terjadi di wilayah perairan Kepulauan Seribu. Sekalipun tidak separah seperti yang terjadi pada Februari lalu, saat ini tumpahan minyak yang sudah mengental dan berbentuk gumpalan (pasir tar) sudah meluas hingga ke wilayah perairan Pulau Bidadari. Menurut Bupati Kepulauan Seribu Djoko Ramadhan pencemaran oleh minyak, baik dalam bentuk cairan maupun gumpalan, itu telah merusak ikan budidaya……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 9 AGUSTUS 2006, HAL. 27
TOL DITUTUP, LALU LINTAS MACET 20 KILOMETER
Akibat Jalan Tol Surabaya-Gempol ditutup pada ruas Porong-Gempol sejak Selasa (8/8) pukul 00.01, jalan Arteri Porong macet total sepanjang 20 kilometer. Penutupan jalan tol dilakukan karena ketinggian lumpur mencapai 4 meter dari badan jalan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 9 AGUSTUS 2006, HAL. 1 BERITA TERKAIT: JALAN TOL KEMBALI DITUTUP, MEDIA INDDONESIA, RABU 9 AGUSTUS 2006 HAL. A1; JALAN TOL SURABAYA-GEMPOL SUDAH TAK LAYAK DIGUNAKAN, KORAN TEMPO, RABU 9 AGUSTUS 2006, HAL. A24
WAGUB KALSEL ANCAM PENGELOLA PERKEBUNAN
Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Selatan Rosehan Noor Bachri mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI) yang membiarkan terjadinya kebakaran di lahan mereka. Sanksi yang dijatuhkan antara lain pencabutan izin……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 9 AGUSTUS 2006, HAL. A1
JANGAN LAGI ADA KONVERSI TERHADAP HUTAN ALAM
Rencana pemerintah untuk mengembangkan bahan bakar nabati dari kelapa sawit (Elaesis guineensis) hendaknya tidak memperparah kerusakan lingkungan. Terkait dengan itu, pemerintah diminta tidak membuka peluang bagi pengusaha untuk mengonversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit. Kekhawatiran timbulnya kerusakan lingkungan akibat pengembangan perkebunan kelapa sawit mengemuka dalam forum diskusi terbatas mengenai kelapa sawit sebagai sumber energi, Selasa (8/8), di Jakarta……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 9 AGUSTUS 2006, HAL. 13
KEKERINGAN DAN HAK GUNA AIR
Banjir dan kekeringan yang melanda di berbagai wilayah Indonesia beberapa waktu lalu tampaknya akan menjadi peristiwa rutin di masa datang. Keduanya terjadi tidak sebagai konsekuensi modernisasi dan komersialisasi dalam kehidupan masyarakat. Adanya UU No 7/2004, posisi sumber daya air telah mengalami pergeseran nilai dan kegunaan. Jika semula penggunaan air dominan untuk kepentingan pertanian dan air minum, kini berubah untuk berbagai kepentingan (industri, tenaga listrik, perikanan….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 9 AGUSTUS 2006, HAL. 7
UPAYA MENGHENTIKAN SEMBURAN LUMPUR: RABU SKENARIO KEDUA DILAKSANAKAN
Upaya menghentikan semburan lumpur panas dari sumur PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, terus dilaksanakan. Mulai Rabu (9/8) pagi akan dijalankan skenario kedua, yaitu pengeboran dengan menggunakan rig (peralatan bor) yang lebih besar, untuk memperkuat skenario pertama. Bersamaan dengan itu skenario ketiga, yaitu pengeboran miring atau menyamping (relief well), dilakukan secara paralel agar tingkat keberhasilan upaya-upaya tersebut lebih maksimal dan cepat…………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 8 AGUSTUS 2006, HAL. 1
HENTIKAN KONVERSI LAHAN GAMBUT
Sejumlah lembaga swadaya masyarakat meminta pemerintah mengeluarkan kebijakan yang menghentikan konversi lahan gambut untuk aktivitas lain. Selama ini konversi lahan gambut ditengarai menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Indonesia.Di Provinsi Riau, terdapat 56 persen hotspot (titik panas) selama Juli 2006. Sebagian besar titik panas itu berada kawasan gambut. Pada saat yang sama, hampir 30 persen titik panas di Kalimantan Barat juga berada pada kawasan gambut…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 8 AGUSTUS 2006, HAL. 5
REKLAMASI PANTURA JAKARTA BELUM MILIKI AMDAL
Proyek reklamasi pantai utara (pantura) Jakarta yang membentang sepanjang 32 kilometer dari Cilincing sampai Penjaringan, Jakarta Utara, belum memiliki dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH). Pengajuan amdal pernah dilakukan sebelumnya, tetapi ditolak dengan alasan ekologis serta sosial. Menurut Deputi Menneg LH Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup, Masnellyarti Hilman sampai saat ini KLH belum memberikan amdal untuk proyek reklamasi pantai itu……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 8 AGUSTUS 2006, HAL. 5
KEBAKARAN HUTAN MELUAS 1.465 TITIK

Meski sempat, diguyur hujan dalam dua hari terakhir, kebakaran, lahan dan hutan di Riau terus meluas. Sepanjang Juli-Agustus tercatat 1.465 lokasi yang terbakar. "Kebanyakan lahan yang terbakar dikuasai perusahaan besar," ungkap Ahmad Zazali dari Konsorsium Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau, kemarin…… BACA SELENGKAP, KORAN TEMPO, RABU 9 AGUSTUS 2006, HAL. A8

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH