KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PERAN DIPERTEGAS: MENAHAN LAJU DEFORESTASI TANPA TUNGGU INSENTIF
Peran setiap negara untuk menekan laju peningkatan emisi gas rumah kaca kembali dipertegas agar diwujudkan secara nyata. Meskipun demikian, negara-negara maju tetap didorong memberikan insentif atau transfer teknologinya untuk adaptasi dan mitigasi bencana dampak perubahan iklim bagi negara-negara berkembang. Demikian dikatakan Kevin Grose selaku Koordinator Pelayanan Informasi Sekretariat UNFCCC yang berada di Bonn, Jerman, pada pertemuan dengan wartawan dari berbagai media di Tanah Air di kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Rabu (14/11)…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 NOVEMBER 2007, HAL. 13
MARI BICARA REDD
Perkara penyelamatan Bumi dari pemanasan global menjadi rumit karena ternyata skema mekanisme pembangunan bersih tidak secara spesifik bicara soal reduksi karbon dari sektor kehutanan dan sampai hari ini tidak mampu diaplikasikan di sektor kehutanan. Padahal, hutan masih menjadi andalan utama untuk menyerap karbon—dalam hal ini karbon dioksida Maka, muncul tawaran mekanisme baru, yaitu REDD (reducing smissions from deforestation and degradation), yang diharap mampu menjembatani mekanisme pembangunan bersih (clean development mechanism-CDM) dengan penanganan kerusakan hutan (deforestasi)……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 NOVEMBER 2007, HAL. 13
HUJAN DAN ANGIN RIBUT SAMPAI AWAL DESEMBER
Kepala Subbidang Informasi Iklim dan Agroklimat Badan Meteorologi dan Geofisika Soetamto menyatakan, hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang melanda Jakarta akan terus terjadi hingga awal Desember 2007. Hujan lebat, angin, dan petir ini terjadi karena kondisi awan didominasi awan-awan menjulang atau comulus nimbus. Awan-awan menjulang ini terbentuk karena belum maksimalnya uap air yang terkumpul dan dipicu pemanasan oleh Matahari yang tidak homogen atau merata di permukaan Bumi……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 NOVEMBER 2007, HAL. 1
SEGARA ANAKAN: TINJAU ULANG PENGHENTIAN PROYEK SUDETAN CITANDUY
Terhentinya proyek penyudetan Sungai Citanduy sebagai upaya konservasi Laguna Segara Anakan kembali dipertanyakan Badan Pengelola Konservasi Segara Anakan. Sebab seluruh analisis dampak lingkungan pada dasarnya menekankan, penyudetan sungai tersebut sudah sepatutnya dilaksanakan…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 NOVEMBER 2007, HAL. 23
LUMPUR LAPINDO: PEMBUANGAN LUMPUR KE SUNGAI PORONG DILANJUTKAN
Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo melanjutkan pembuangan lumpur Lapindo ke Sungai Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Hal ini terpaksa dilakukan karena kolam penampungan telah penuh. Jika lumpur tidak segera dibuang ke sungai bisa meluber dari kolam penampungan sehingga mengancam permukiman di sebelah utara kolam penampungan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 NOVEMBER 2007, HAL. 24
PERHITUNGAN DANA REDUKSI EMISI BELUM MAKSIMAL
Konsultan politik Greenpeace, Arief Wicaksono, menganggap pemerintah saat ini belum maksimal dalam merencanakan mekanisme Reducing Emissions from Deforestation in Developing Countries (REDD). Menurut Arief, perhitungan itu masih lemah karena sulit mengkalkulasinya. Seharusnya, hitungan adalah metrik ton karbon per tahun, "Sesuai dengan kalkulasi IPCC (International Panel on Climate Change) ketika menghitung jumlah karbon," ujarnya. Ia ragu akankah mekanisme REDD dapat membuat pengelolaan hutan Indonesia lebih baik…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 15 NOVEMBER 2007, HAL. A7
UNFCCC DIHARAPKAN MAMPU HASILKAN KOMITMEN BARU
Konvensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, 3-14 Desember, diharapkan mampu merintis sebuah komitmen baru yang bisa mengikat semua pihak, tanpa terkecuali. Koordinator Pelayanan Informasi UNFCCC, Kevin Groose, mengatakan hal itu dalam media briefing di kantor Kementerian Lingkungan Hidup, kemarin.Groose menjelaskan, dari 191 negara anggota UNFCCC, hanya 174 negara yang bersedia mengikat diri dalam Protokol Kyoto……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 15 NOVEMBER 2007, HAL. A13
RAJA HUTAN SUMATERA
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) hanya ditemukan di pulau Sumatera. Harimau yang berstatus Sangat Terancam menurut IUCN ini adalah satu-satunya subspesies harimau yang tersisa di Indonesia. Harimau Bali dan Jawa sudah punah, dan terakhir terlihat pada akhir 1930-an dan 1970-an. Populasi harimau liar yang diperkirakan tinggal 400 ekor ini semakin terdesak karena perburuan dan konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dan Acacia sp untuk industri pulpen dan kertas……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 15 NOVEMBER 2007, HAL. A13
KORIDOR BUAT SI BELANG
Sejak tanaman ini diperkenalkan di Kebun Raya Bogor pada 1948, industri kelapa sawit di Indonesia berkembang pesat. Saat ini, luas areal kelapa sawit sudah 6,25 juta hektare, dan sebagian besar berada di Sumatera. Namun, kondisi itu berbanding terbalik pada harimau Sumatera yang pernah merajai hutan rimba di pulau itu. Makin banyak hutan dibuka untuk perkebunan kelapa sawit, makin merosot jumlah harimau……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 15 NOVEMBER 2007, HAL. 13
PRESIDEN: SEGERA BERTINDAK SELAMATKAN LINGKUNGAN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, dunia kini memasuki era gelombang ke 4, yakni era plus setelah pertanian, industri dan informasi yang bercirikan penghormatan kepada lingkungan. Karena itu, menjadi tugas dan tanggung jawab setiap warga untuk bekerja sama dengan negara-negara di dunia menyelamatkan bumi dan Tanah Air dengan cara melestarikan lingkungan untuk manusia sekarang dan akan datang…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN , RABU 14 NOVEMBER 2007, HAL. 6
TAMAN NASIONAL TESSO NILO TERLENGKAP DI DUNIA
Provinsi Riau ternyata punya objek wisata yang signifikan. Namanya Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Luas TNTN yang terletak di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu ini mencapai 38.576 hektare. Tesso Nilo adalah hutan hujan dataran rendah yang tersisa di Pulau Sumatera. Fungsinya adalah menjaga keseimbangan ekosistem berbagai komponen yang berkaitan langsung dengan kehidupan manusia sehari-hari……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN , RABU 14 NOVEMBER 2007, HAL.13
BENCANA: BADAI LANDA IBUKOTA
Hujan deras yang disertai angin kencang di Jakarta, kemarin siang, menumbangkan sejumlah pohon dan papan reklame. Tumbangnya pohon dan papan reklame itu memperparah kemacetan lalu lintas di jalan raya Kota Jakarta …….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 15 NOVEMBER 2007, HAL. 1
MEMETAKAN KONTROVERSI KASUS PEMBALAKAN
Jakarta boleh jadi harus ‘berkelahi’ dengan problem kemacetan, tapi Indonesia harus ‘bertarung keras’ menghadapi problem kerusakan hutan dan lingkungan yang terus menghebat. Setiap tahun, laju deforestasi mencapai angka rata-rata 2,8 juta ha pertahun pada periode 1997-2000 dan 1,5 juta ha pertahun pada tahun selanjutnya. Luas hutan Indonesia juga terus merosot tajam, pada 2002-2003 masih 92 jutaan ha dan pada tahun 2005 tinggal sekitar 70 juta ha…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 15 NOVEMBER 2007, HAL. 20
KEHUTANAN: TAMAN HUTAN RAKYAT HARUS KOSONG DARI PERAMBAHAN

Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru harus segera kosong dari semua bentuk kegiatan perambahan. Untuk itu, pemerintah membuat parit keliling untuk menghambat aktivitas perambahan di hutan konservasi itu. Kepala Subdinas Perlindungan hutan Dinas Kehutanan Provinsi Riau Anjar Suseno, kemarin, mengatakan berdasarkan Instruksi Menteri Kehutanan MS Kaban, kawasan Taman Hutan Rakyat Sultan Syarif Kasim II harus segera kosong dari segala bentuk kegiatan alih fungsi asli kawasan itu …….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 15 NOVEMBER 2007, HAL. 23

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH