KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMANASAN GLOBAL : COP-13 HARUS JADI MOMENTUM PERUBAHAN
Konferensi Para Pihak Ke-13 (COP-13) pada Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di Bali, akhir tahun ini, hendaknya menjadi momentum untuk mengatasi masalah-masalah dalam negeri sendiri, tidak hanya larut dengan kepentingan internasional saja. Menurut Bambang Prijambodo, Direktur Perencanaan Ekonomi Makro Badan Perencana Pembangunan Nasional, selain bencana karena perubahan iklim, Indonesia juga rentan terhadap bencana karena kesalahan dalam pengelolaan lingkungan. Konferensi di Bali harus jadi momentum untuk mengatasi masalah- masalah lingkungan dalam negeri itu……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 20 NOVEMBER 2007, HAL. 12
PERBURUAN LIAR MARAK : WARGA KEPULAUAN SERIBU DIBURU PETUGAS KARENA ELANG BONDOL
Kurang dari satu bulan terakhir enam elang bondol (Haliastur indus) ditemukan dijual bebas di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Burung langka dan dilindungi itu—simbol DKI Jakarta—makin tergerus. Temuan tersebut menunjukkan perburuan liar masih terus mengancam elang bondol. Burung ini dilindungi secara internasional. Di Indonesia, perlindungannya berdasarkan Undang- Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 20 NOVEMBER 2007, HAL. 26
ASIA LEBIH PANAS ABAD INI
Kelompok lingkungan internasional Greenpeace, menemukan fakta bahwa perubahan iklim telah mempengaruhi pertumbuhan sosial dan ekonomi Asia. Dalam laporan Greenpeace, Up in Smoke: Asia and Pacific; didata masalah-masalah besar yang dihadapi benua Asia. Laporan ini dibuat berdasarkan penelitian di 35 negara berkembang, dengan bekerjasama dengan kelompok-kelompok lingkungan setempat……. BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SELASA 20 NOPEMBER 2007,HAL. 9
PERLU INOVASI ATASI KEKURANGAN AIR
Perlu ada inovasi untuk mengantisipasi minimnya daya tampung waduk. Bila hanya mengandalkan cara konvensional, banyak sektor yang menggantungkan diri pada air waduk akan dirugikan. Hal itu dikatakan Pakar Hidrologi Universitas Padjadjaran Bandung Chay Asdak, Senin (19/11), menanggapi keterbatasan waduk di beberapa daerah yang belum maksimal menampung air………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 20 NOVEMBER 2007, HAL. 22

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH