KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TUNTUTAN KEADILAN IKLIM MENGUAT
Kalangan masyarakat sipil yang tergabung dalam Civil Society Forum atau CSF menuntut adanya tata dunia yang lebih adil dalam mengatasi dampak perubahan iklim. Tanpa penyelesaian terhadap ketidakadilan global, perubahan iklim hanya akan menambah beban miliaran warga miskin. Desakan itu mengemuka dalam pertemuan non-governmental organization (NGO) menjelang konvensi di Nusa Dua, Sabtu dan Minggu (1-2/12). Pertemuan yang diprakarsai oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) itu diikuti oleh 60 NGO dan 100-an warga masyarakat lokal dampingan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 3 DESEMBER 2007, HAL. 1
MODEL EKONOMI DUNIA GAGAL: PERUBAHAN IKLIM BUKTI NYATA
Perubahan iklim merupakan pertanda gagalnya model pembangunan global dalam memberi jaminan keamanan dan keadilan bagi warga dunia. Penyelesaian teknologis yang berujung pada pengerahan bantuan dalam skenario privatisasi sama sekali bukan merupakan solusi dari krisis global……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 3 DESEMBER 2007, HAL. 13
HUTAN DI TEPI JURANG KEMUSNAHAN
Lengkap sudah drama penghancuran lingkungan di Kaltim. Kawasan hutan, mulai dari pedalaman hingga pesisir, habis dijamah orang-orang "serakah". Di provinsi berpenduduk 3,02 juta jiwa dan luas 21,79 juta hektar itu pun sekarang ini 4,27 juta hektar hutan daratan dalam kondisi kritis. Artinya, hutan pepohonan telah berubah menjadi hutan ilalang dan semak-semak. Menurut sejumlah data, penghancuran terhadap hutan di Kaltim diperkirakan sekitar 325.000 hingga 500.000 hektar per tahun……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 3 DESEMBER 2007, HAL. 23
SUNGAI DI OGAN ILIR TERCEMAR SIANIDA
Kasus keracunan yang menimpa 225 warga Desa Ibul Besar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ternyata mengungkap pencemaran sianida di air sungai desa itu. Zat beracun yang sangat berbahaya tersebut terurai di air sungai karena banyak warga yang menggunakan racun potasium untuk menangkap ikan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 3 DESEMBER 2007, HAL. 23
REVITALISASI KAREBOSI BELUM DISERTAI AMDAL
Kegiatan fisik revitalisasi Lapangan Karebosi, Makassar, yang berlangsung sejak Oktober lalu ternyata belum disertai analisa mengenai dampak lingkungan atau amdal. Padahal, lapangan itu merupakan daerah resapan air. Ketiadaan amdal dikhawatirkan berdampak negatif terhadap lingkungan. Bukan mustahil, pusat pelayanan publik di sekitar itu, seperti rumah sakit, pengadilan negeri, perbankan, dan kantor wali kota akan tergenang banjir saat curah hujan tinggi…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 3 DESEMBER 2007, HAL. 23
15 PELAKU DIDUGA PERSONIL TNI LARIKAN KAYU PEMBALAKAN LIAR
Sebanyak 15 orang yang diduga kuat anggota TNI membawa lari kayu hasil pembalakan liar dari hutan konservasi eks Hak Pengusahaan Hutan atau HPH Asialog di Sungai Bahar, Kabupaten Batanghari, Jambi, Minggu (2/12). Polisi mengaku kesulitan menghalangi aksi tersebut karena mereka bersenjata……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 3 DESEMBER 2007, HAL. 24
55% BAHAN BAKU RAPP DARI KAYU ALAM
Industri bubur kertas memang rakus bahan baku. Tak aneh jika Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto cemas bahwa hutan di Riau akan lenyap dalam 15 tahun. Hutan tanaman industri (HTI) memang tak sanggup memasok bahan baku bagi dua pabrik bubur kertas di Riau, yang total membutuhkan 18 juta meter kubik kayu per tahun. Data menunjukkan HTI hanya sanggup memasok kurang dari setengah kebutuhan bahan baku. Sisanya, 10,42 juta meter kubik, diduga digasak dari hutan alam…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 3 DESEMBER 2007, HAL. A1
KONFERENSI PERUBAHAN IKLIM BUKAN UNTUK MENEKAN AMERIKA
Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC) di Nusa Dua, Bali, tak akan menekan Amerika Serikat agar menandatangani Protokol Kyoto. Menurut Sekretaris Eksekutif UNFCCC Yvo De Boer, hal terpenting saat ini adalah membicarakan skema jangka panjang untuk mengatasi perubahan iklim yang melibatkan komunitas internasional, termasuk Amerika…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 3 DESEMBER 2007, HAL. A7
BATU BARA RAMAH LINGKUNGAN DIABAIKAN
Indonesia belum memprioritaskan untuk menggunakan teknologi batu bara ramah lingkungan. Hal ini karena tingkat emisi Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara maju lainnya. Prioritas negara saat ini adalah memenuhi kebutuhan energi nasional yang masih belum memadai…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 1 DESEMBER 2007, HAL. 13
PEMBALAKAN LIAR TAK TERKENDALI
Pembalakan liar hutan di sejumlah daerah terus terjadi. Akibatnya, kerusakan hutan pun kian menjadi-jadi. Pembalakan liar antara lain terjadi di hutan eks lahan hak pengusahaan hutan atau HPH di Provinsi Jambi. Kawasan itu kini menjadi lokasi pembalakan dan perambahan liar yang paling sulit dikendalikan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 1 DESEMBER 2007, HAL. 22
DKI JANGAN MENUDING FAKTOR ALAM
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta tidak melulu menuding faktor alam—termasuk soal perubahan iklim—atas berbagai bencana akibat kerusakan lingkungan di Jakarta. Sikap tersebut justru menjadi cermin "kebebalan" pemprov dalam memahami masalah dan mencari solusi…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 1 DESEMBER 2007, HAL. 25
KTT BALI MULAI HARI INI
Konperensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), hari ini mulai digelar di Nusa Dua, Bali. Acara diawali dengan Conference of the Parties (COP) ke 13, sebuah pertemuan tingkat menteri yang dibuka Kivutha Kibwana, menteri Lingkungan dan Sumberdaya Kenya. Tahun lalu, dia terpilih sebagai Presiden COP saat berlangsung pertemuan di negara Afrika itu. Hajatan besar yang akan berlangsung hingga 14 Desember tersebut, melibatkan 180 negara dengan jumlah delegasi mencapai 15 ribu orang…..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 3 DESEMBER 2007, HAL. 1
PENGHIJAUAN PANTAI HARUS BERKELANJUTAN
Sebag
ai antisipasi terhadap dampak pemanasan global, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) akan melakukan penghijauan daerah pantai secara berkelanjutan.Hal itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Freddy Numberi di sela-sela acara penanaman 50 batang mangrove di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) yang dipimpin Annie Numberi, Sabtu (1/12)…..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 3 DESEMBER 2007, HAL. 6
ADAPTASI HUKUM LINGKUNGAN INTERNASIONAL DI INDONESIA
Dampak perubahan iklim memang terjadi secara global. Namun tetap berlaku unik di masing-masing negara. Kondisi dampak perubahan iklim di Indonesia bahkan sudah jauh berbeda dengan negara tetangga terdekatnya. Selain itu, kondisi sosial, ekonomi, demografi, budaya hingga politik turut memengaruhi. Peraturan lingkungan yang bersifat internasional sekalipun harus diadaptasi lagi sesuai kondisi negara masing-masing. Suatu program yang sewa guna hutan di Vietnam misalnya belum tentu berhasil di Indonesia…..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 3 DESEMBER 2007, HAL.34
BEREBUT IKUT UNFCCC BALI
Mengurus registrasi ribuan orang tak semudah membalikkan telapak tangan. Ini dialami sendiri oleh panitia registrasi COP 13 UNFCCC, di Nusa Dua Bali. Meluapnya para pendaftar sampai menyebabkan sistem komputer pendaftaran UNFCCC overload. Terus-terang kami (panitia UNFCCC) malu atas kegagalan sistem ini, tapi nampaknya di saat terakhir menjelang konferensi dimulai semua orang panik dan ingin cepat-cepat mendaftar," kata Judith Adrien, Supervisor Staf Sekretariat di bagian registrasi UNFCCC….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 3 DESEMBER 2007, HAL. 34
GERAKAN TANAM POHON LEBIHI TARGET
Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara 10 juta pohon yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia kemarin (1/12) ternyata melampau target. Menurut data pengambilan bibit dari Dinas Kehutanan tiap provinsi, ternyata perempuan Indonesia berhasil menanam 13 juta pohon dari target 10 juta pohon. Penanaman pohon itu dipusatkan di Bumi Perkemahan Cububur, Jakarta Timur, dan diikuti kegiatan yang sama secara serentak di semua daerah di Indonesia….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, MINGGU 2 DESEMBER 2007, HAL.1
PERLU REVITALISASI LINGKUNGAN
Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Budirama Nata-Kusumah mengungkapkan hal itu menanggapi desakan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jakarta. Walhi Jakarta mendesak Pemprov DKI Jakarta meninjau ulang seluruh pemanfaatan lahan basah di Jakarta…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN, 03 DESEMBER 2007, HAL. 04
KENAIKAN SUHU MERUSAK BIOLOGIS ALAM
Kenaikan suhu bumi akibat Pemanasan global telah dirasakan semua mahluk di seluruh dunia. Tentu isu itu tidak bisa dianggap remeh bagi Indonesia yang terletak di kawasan tropis. Bila tidak segera di antisipasi, pemanasan global sangat merugikan Indonesia…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN, 03 DESEMBER 2007, HAL. 09
DELEGASI AS DESAK PEMBATASAN EMISI, ANGIN SEGAR DARI NEGERI KAMGURU
Sebanyak 172 negara dan entitas pemerintah sudah meratifikasi protokol kyoto yang mengharuskan Negara-negara itu memenuhi target pengurangan emisi gas rumah kaca menjelang 2012, kecuali untuk Negara-negara berkembang. China dan India termasuk yang mendapat pengecualian…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN, 03 DESEMBER 2007, HAL. 09
REED DAN UPAYA NEGARA BERKEMBANG MERAUP UNTUNG
Habisnya masa berlaku Protokol Kyoto pada 2012 mendatangkan pertanyaan besar. Apa yang akan terjadi setelah itu? Bagaimana komitmen negara-negara maju?Akankah mereka tetap berkomitmen seperti yang ditunjukkan pada rentang pertama (first term) 2008-2012? Bagaimana pula dengan implementasi klausul-klausul lainnya dari perjanjian internasional mengenai perubahan iklim atau United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC)? Merumuskan jalan atau road mapping menuju tercapainya sebuah protokol pasca-2012…BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN, 03 DESEMBER 2007, HAL. 01
SIKAP AS TANTANGAN KONFERENSI BALI NUSA DUA

Negosiasi demi negosiasi di antara 189 negara peserta Konferensi PBB Mengenai Perubahan Iklim 2007 di Bali dimulai hari ini (3/12). Negosiasi akan terfokus pada upaya untuk mengurangi emisi karbon, demi mengerem laju pemanasan global, tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi negara berkembang. ”Kita semua harus berpikir sejajar dan jangka panjang. Negara maju harus menurunkan emisi, membantu negara berkembang mengurangi emisi, juga membantu pertumbuhan ekonomi negara berkembang,” ujar Sekretaris Eksekutif United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), Yvo de Boer, kepada pers di Bali International Convention Centre (BICC), Ahad (2/12)…BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN, 03 DESEMBER 2007, HAL. 01

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH