KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

AUSTRALIA RATIFIKASI PROTOKOL KYOTO

Australia, yang pada masa pemerintahan Perdana Menteri John Howard bersepakat dengan Presiden AS George W Bush untuk tidak meratifikasi Protokol Kyoto, akhirnya Senin (3/12) secara resmi meratifikasi protokol tersebut segera setelah Perdana Menteri baru Kevin Rudd dilantik…………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 DESEMBER 2007, HAL.

AS TIDAK AKAN MENGHALANGI "PETA JALAN BALI"

Delegasi Amerika Serikat menegaskan tidak akan menjadi penghalang bagi penyusunan "Peta Jalan Bali" atau Bali Roadmap yang akan mengarah pada negosiasi rezim global baru perubahan iklim pasca-Protokol Kyoto 2012. Wakil khusus sekaligus juru negosiasi senior AS pada pertemuan di Konferensi Para Pihak Ke-13 (COP-13) UNFCCC di Bali, Dr Harlan L Watson, menegaskan hal itu di Nusa Dua, Bali, Senin (3/12)……………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 DESEMBER 2007, HAL. 13

SISTEM CDM DIKOREKSI: NEGARA KEPULAUAN KECIL AKAN TENGGELAM AKIBAT PEMANASAN GLOBAL

Mekanisme pembangunan bersih atau clean development mechanism/CDM, sesuai dengan Protokol Kyoto, dikoreksi. Revisi ini dilakukan karena selama ini masih terdapat kegagalan seperti pada proses transfer teknologi ramah lingkungan dari negara maju ke negara berkembang…………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 DESEMBER 2007, HAL. 13

LIMBAH BELUM DITANGANI : TIDAK LEBIH DARI 500 INDUSTRI MEMILIKI SERTIFIKASI MANAJEMEN LINGKUNGAN

Partisipasi industri, terutama skala usaha kecil dan menengah, untuk turut menjaga kelestarian lingkungan belum optimal. Lemahnya penegakan hukum menyebabkan penanganan limbah yang tergolong bahan berbahaya dan beracun industri tidak ditangani secara profesional……………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 DESEMBER 2007, HAL. 19

PERTANIAN DI JAWA BAKAL RUGI RP 136,2 TRILIUN

Pemerintah harus mampu menghentikan laju penurunan fungsi ekologis kawasan konservasi dan hutan lindung di Pulau Jawa yang semakin parah. Tanpa upaya serius dalam lima tahun ini, sektor pertanian, terutama tanaman pangan dan perikanan darat, bakal menelan kerugian Rp 136,2 triliun per tahun………………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 DESEMBER 2007, HAL. 18

TNI BANTAH TERLIBAT "PELARIAN" KAYU

Komandan Distrik Militer XV Batanghari Letnan Kolonel Sitorus membantah pendapat yang menyatakan bahwa anggota TNI terlibat dalam "pelarian" kayu ilegal di hutan konservasi eks hak pengusahaan hutan atau HPH Asialog, Sungai Bahar, Kabupaten Batanghari, Jambi. "Tidak benar ada anggota TNI yang membawa kayu ilegal dari hutan eks Asialog. Kalau ada, pasti sudah kami tindak," kata Sitorus, Senin (3/12)……………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 DESEMBER 2007, HAL. 24

KADAR TIMBAL PADA SAPI DI SOLO MELEBIHI AMBANG BATAS >

Kadar timbal pada sapi-sapi yang makan sampah di tempat pembuangan akhir sampah Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, melebihi ambang batas. Kadar timbal atau Pb di daging, ginjal, hati, dan usus seluruh sapi sampel penelitian di atas 2,0 part per million atau ppm………………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 DESEMBER 2007, HAL. 22

ADOPSI POHON BUTUH UNTUK LESTARIKAN KEPULAUAN SERIBU

Warga setempat menyebut pohon ini pohon perdamaian. Tingginya bisa mencapai empat-lima meter, dahan bercabang banyak penuh daun. "Mereka berteduh di tepi pantai, bersantai, dan mengobrol. Banyak pertikaian antarwarga yang diselesaikan secara damai di bawah pohon yang disebut warga setempat sebagai pohon butun," kata staf Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) Sugeng…………………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 DESEMBER 2007, HAL. 27

MEKANISME INSENTIF HUTAN, MENGUNTUNGKAN ?

Banyak sudah berita dan hasil kajian menyebutkan bahwa Indonesia mengalami kehilangan hutan tropis tercepat di dunia. Kajian Forest Watch Indonesia dan Global Forest Watch (FWI/GFW 2001) menyebutkan, laju kehilangan hutan Indonesia pada awal tahun 1980 adalah 1 juta hektar per tahun, kemudian meningkat menjadi 1,7 juta per tahun di awal 1990, dan menjadi 2 juta ha per tahun menjelang tahun 2000………………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 DESEMBER 2007, HAL. 36

PENCEGAHAN DEGRADASI HUTAN DIABAIKAN

Pembahasan skema pengurangan emisi melalui pencegahan deforestasi memasuki pembahasan pada hari pertama, Senin (3/12), setelah Pertemuan Para Pihak Ke-13 dalam Kerangka Kerja Konvensi PBB mengenai Perubahan Iklim atau COP-13 UNFCCC di Bali dinyatakan dimulai hingga dua pekan mendatang…………………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 DESEMBER 2007, HAL. 36

PENJAGA KELESTARIAN GAMBUT

Tanah di sekitar Kanal Sebangau Sanitra Indah, Kalimantan Tengah, pada minggu kedua November 2007 terlihat lebih hijau dibandingkan dengan dua tahun lalu. Kalau saat itu banyak kawasan kering yang menguning, kini kawasan di kiri kanan kanal yang masuk Taman Nasional Sebangau lembab dan didominasi tumbuhan menghijau……………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 DESEMBER 2007, HAL. 37

SKENARIO REDD POTENSIAL MENJADI PESTA PEMILIK MODAL

Mekanisme Reducing Emission from Deforestation and Degradation atau REDD yang ditawarkan Indonesia dalam persidangan Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim di Bali berpotensi membangkrutkan bangsa kalau diterapkan di tengah lemahnya penegakan hukum dan kejahatan lingkungan……………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 DESEMBER 2007, HAL. 35

Sumber:
Perpustakaan KLH