KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KBUA Senin, 14 Agustus 2006
LINGKUNGAN : MEREKA YANG TERPAKSA HIDUP DI TENGAH ANCAMAN
Saat musim kemarau, permukaan air Karang Mumus, anak Sungai Mahakam, itu surut. Airnya yang coklat keruh kehitaman berbau karena sungai itu menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga, limbah domestik, bahkan aliran air dari pasar-pasar yang berada di tepi sungai. Meskipun demikian, perubahan musim itu tak membuat perilaku dan kebiasaan penduduk yang tinggal di sepanjang aliran sungai juga berubah. Mereka tetap menggunakan air sungai untuk mandi, menggosok gigi, mencuci pakaian dan makanan…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 14 AGUSTUS 2006, HAL. 1
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
PIPA LUMPUR DISIAPKAN
Pipa-pipa berdiameter 18 inci (45,72 sentimeter) mulai didatangkan untuk menyalurkan air lumpur dari lokasi semburan di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ke laut. Pipa itu direncanakan dipasang menyusuri Sungai Porong hingga ke tepi laut sepanjang 20 kilometer. Menurut Deputi Pengelolaan Pencemaran Kementerian Negara Lingkungan Hidup Mohammad Gempur Adnan air yang dipisahkan dengan lumpur belum memenuhi baku mutu. Karena itu, jika dialirkan ke laut atau Sungai Porong, air lumpur wajib melalui proses pengolahan agar aman dan tidak membahayakan lingkungan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 14 AGUSTUS 2006, HAL. 15
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
TITIK API DI KALBAR CAPAI 651
Berdasarkan Data Bapedalda Kalimantan Barat, Sabtu (12/8), titik api di daerah itu sudah mencapai 651. Sejauh ini jumlah tersebut merupakan yang terbanyak yang dideteksi dalam waktu sehari. Sebelumnya, dalam pendeteksian kurun waktu 24 jam, titik api yang terdeteksi 300-500. Jumlah titik api yang terpantau akhir pekan lalu itu cukup besar. Jika dibandingkan dengan Kalimantan Tengah, misalnya, dalam seminggu akumulasi titik api di daerah itu sekitar 1.000 titik……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 14 AGUSTUS 2006, HAL. 22
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
LAHAN NAN KRITIS, PANGKAL SUNGAI NAN LABIL
Apa yang terjadi jika hujan lebat berintensitas 100 milimeter mengguyur sekaligus dalam sehari ke atas 10,9 juta hektar lahan kritis di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan? Jawabannya adalah akan ada 7,63 triliun liter air hujan yang langsung menggelontor. Aliran air permukaan tersebut akan menyesaki sungai, meluberi kawasan tampungan air, menjadi banjir, dan akhirnya terbuang ke laut……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 14 AGUSTUS 2006, HAL. 36
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
JANGAN MIMPI BANJIR BERAKHIR
Untuk merehabilitasi 4 juta hektar lahan kritis di Kalteng butuh waktu sekitar 80 tahun. Itu setara dengan 16 kali pergantian masa jabatan gubernur. Artinya, selama proses puluhan tahun itu, warga masih akan tetap dihantui hadirnya bencana alam. Kabar baiknya, bencana yang diderita semakin ringan intensitas, luas cakupan, dan kurun waktunya…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 14 AGUSTUS 2006, HAL. 37
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
LUMPUR PANAS : PENGHENTIAN SEMBURAN MAKIN SULIT
Lokasi relief well di Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terendam lumpur panas setinggi 1,5 meter, Sabtu (12/8). Padahal relief well merupakan upaya paling mutakhir untuk menghentikan semburan lumpur dengan cara mengebor menyamping menuju sumber semburan di sumur Banjir Panji-1. Terendamnya lokasi relief well akan menyebabkan upaya penghentian semburan lumpur semakin sulit. Begitupun jadwal penghentian semburan lumpur akan molor…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 13 AGUSTUS 2006, HAL. 1
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
RATUSAN HEKTARE LAHAN DI SUMSEL TERBAKAR
Pembakaran lahan di Sumatera Selatan semakin meluas hingga mencapai ratusan hektar lahan gambut, ladang, dan rawa lebak. Para petugas pemadam kebakaran kewalahan memadamkan api yang cepat menjalar di tengah semak yang kering, sedangkan asap kebakaran mengganggu lingkungan dan kesehatan masyarakat. …..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 13 AGUSTUS 2006, HAL. 2
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
TIGA DESA SUDAH TENGGELAM : PERLUASAN PENAMPUNGAN BERESIKO
Tiga desa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sudah tenggelam akibat lumpur panas yang terus menyembur sejak 29 Mei lalu. Ketiga desa itu adalah Desa Renokenongo dan Desa Jatirejo di Kecamatan Porong serta Desa Kedungbendo di Kecamatan Tanggulangin. Berdasarkan pemantauan pada Sabtu (12/8), ketinggian lumpur di ketiga desa tersebut berkisar dua hingga tiga meter. Rumah- rumah, sekolah, serta pabrik di ketiga desa tersebut hanya terlihat puncak atapnya…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 13 AGUSTUS 2006, HAL. 3
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
RELOKASI ALTERNATIF RASIONAL : WADUK SELUAS 342 HEKTARE DISIAPKAN UNTUK SKENARIO TERBURUK
Jika lumpur masih menyembur sampai tiga bulan ke depan, setidaknya 400 hektar lahan di 10 desa akan tergenang. Oleh karena itu, relokasi penduduk merupakan alternatif yang paling rasional. Membuat tanggul tidak bisa terus dilakukan karena ketinggian tanggul maksimal 6 meter. Bupati Sidoarjo Win Hendrarso seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau lokasi semburan lumpur, Jumat (11/8), mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo merencanakan relokasi permanen penduduk korban lumpur…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 12 AGUSTUS 2006, HAL. 1
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
BELERANG GUNUNG IJEN CEMARI SUMUR WARGA
Warga yang bermukim di Kecamatan Asembagus, Jangkar, serta Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, kini sulit mendapatkan air bersih. Pasalnya, air sumur mereka selama sepekan terakhir tak bisa dikonsumsi karena mengandung zat belerang dari Gunung Ijen……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 14 AGUSTUS 2006, HAL. A9
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
AIR DI CAWANG MENGANDUNG UNSUR BESI
Warga RW 03 Kelurahan Cawang Jakarta Timur tidak bisa menikmati air dengan nyaman. Pasalnya, air sumur maupun air PAM yang di sekitar rumah mereka mengandung besi tinggi……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 14 AGUSTUS 2006, HAL. 6
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
ASAP, WASPADAI ISPA : JUMLAH TITIK API DI KALTENG LEBIH DARI 1000 TITIK
Warga Kalimantan Selatan diminta mewaspadai gejala infeksi saluran pernapasan atas dan diare pada musim kemarau ini. Selama Juli hingga awal Agustus 2006 tercatat 3.701 penderita infeksi saluran pernapasan atas. Sementara di Kalimantan Tengah jumlah titik api mencapai 1.694 titik. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Rosehan Adani, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) berkaitan dengan serbuan kabut asap akibat kebakaran hutan, semak belukar, dan lahan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 12 AGUSTUS 2006, HAL. 23
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
PERLUASAN TAHURA : WARGA TOLAK CABUT KEBUN SAWIT
Sekitar 400 petani sawit menolak perintah Menteri Kehutanan MS Kaban untuk segera menyerahkan 4.000 hektar lahan di atas Kawasan Lindung Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim. Para petani sawit ini menegaskan, perkebunan telah ada jauh sebelum Tahura diresmikan dan mereka telah memiliki izin resmi sejak 14 tahun lalu dari bupati setempat…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 12 AGUSTUS 2006, HAL. 23
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
DPRD ANCAM TUTUP TPA JIKA PENGELOLA TAK KOMPETEN
DPRD Kota Bekasi mengancam menutup tempat pemusnahan akhir (TPA) sampah Bantargebang, apabila dalam masa setahun perjanjian tambahan, baik Pemkot Bekasi atau Pemprov DKI Jakarta tidak mampu merangkul perusahaan pengelola sampah yang kompeten…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 14 AGUSTUS 2006, HAL. 7
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
KABUT ASAP MAKIN TEBAL SEKOLAH MULAI DILIBURKAN
Kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat, semakin tebal. Untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap transportasi udara, pembakaran lahan di sekitar Bandara Supadio Pontianak harus dihentikan. Sementara untuk menghindari dampak terhadap kesehatan khususnya anak, sejumlah sekolah mulai dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas mulai diliburkan…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 12 AGUSTUS 2006, HAL. 4
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
BUANG LUMPUR LAPINDO KE LAUT : RIBUAN HEKTARE TAMBAK TERANCAM
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dengan tegas menolak rencana PT Lapindo Brantas membuang lumpur panas ke laut. Jika hal itu dilakukan maka puluhan ribu nelayan dan petambak di Sidoarjo, Pasuruan, Situbondo dan wilayah pesisir lainnya di Jawa Timur akan terkena dampaknya…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 12 AGUSTUS 2006, HAL.6
KBUA Senin, 14 Agustus 2006
TANAH BEKAS TAMBANG JADI HUTAN LINDUNG
Setelah mengakhiri tambang emas pit terbuka yang dieksploitasi selama 13 tahun (1992-2005), PT Kelian Equatorial Mining (KEM), milik Rio Tinto Group, yang beroperasi di Kelian, Kampung Tutung, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, kini tengah menggarap bekas lokasi tambangnya seluas 1.192,23 hektare (ha) dari 6.670 ha sebagai areal pinjam pakai, untuk menjadi hutan lindung. Penyerahan hutan lindung dari perusahaan kepada pemerintah (Departemen Kehutanan) akan dilakukan tahun 2013…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 12 AGUSTUS 2006, HAL.6
SEMBURAN LUMPUR PANAS DI SIDOARJO : PEMBUANGAN KE LAUT SOLUSI TERAKHIR
Pembuangan air lumpur panas PT Lapindo Brantas ke laut menjadi solusi terakhir untuk mengatasi luapan lumpur jika tidak ada teknologi lain yang mampu mengatasi masalah itu. Persetujuan yang diberikan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, kepada Lapindo adalah membuang air, bukan lumpur. Itu pun kalau keadaan sudah memaksa.Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan KLH, Gempur Adnan, Jumat (11/8) malam, menyatakan pihaknya tetap tidak akan mengizinkan lumpur itu dibuang ke laut…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 12 AGUSTUS 2006, HAL.19
AGAR IBUKOTA TIDAK SESAK NAPAS
Jakarta semakin sesak napas. Hutan dan ruang terbuka hijau (RTH) yang seharusnya menjadi paru-paru kota justru kian terpinggirkan. Kondisi seperti ini jelas tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Itu pula yang menjadi salah satu fokus utama Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 14 AGUSTUS 2006, HAL. 9
TIDAK DITEMUKAN MERKURI DALAM SAMPEL DARI SUNGAI BUYAT
Sidang ke-39 kasus Newmont Minahasa Raya (NMR) yang berlangsung Jumat (11/8) pagi di Pengadilan Negeri Manado, Sulawesi Utara, menghadirkan saksi ahli dari laboratorium ALS dari Bogor, yaitu Sri Bimo Adiputro menyampaikan hasil laboratorium pemeriksaan air di Sungai Buyat. Dari hasil laboratorium tersebut diperoleh kesimpulan bahwa tidak ditemukan merkuri dalam sampel yang disampaikan, tapi arsenik dengan kadar 0,001 miligram per liter yang artinya masih jauh di bawah ambang batas……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 11 AGUSTUS 2006, HAL.4
BKSDA AKAN SERAHKAN NAMA PEMBAKAR LAHAN
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKS-DA) Kalimantan Tengah (Kalteng) segera menyerahkan nama perusahaan perkebunan kelapa sawit yang diduga membakar lahan kepada Dinas Perkebunan setempat…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 14 AGUSTUS 2006, HAL. 10
7.525 HAS SAWAH KEKERINGAN: BANDUNG KRISIS AIR BERSIH
Sedikitnya 7.525 hektare (ha) sawah di Jawa Tengah kekeringan dan 729 ha di antaranya puso. Kekeringan terparah terjadi di Kabupaten Kendal, Pemalang dan Cilacap……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 14 AGUSTUS 2006, HAL. 10
GAJAH MERUSAK KEBUN WARGA

Warga empat desa di Kabupaten Pelalawan, Riau, mengadu ke DPRD karena ada gajah mengamuk dan merusak kebun sawit dan karet mereka. Komunitas Peduli Lingkungan Kecamatan Langgam menyebutkan, kebun warga yang merusak yakni di Desa Langkan (15 ha kebun sawit dan 10 ha kebun karet), Desa Segati (43 ha kebun sawit dan 24 ha kebun karet), Desa Gondai (25 ha kebun sawit dan 20 ha kebun karet) dan Desa Penarikan 95 ha kebun sawit dan 3 ha kebun karet)……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 14 AGUSTUS 2006, HAL. 10

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH