KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KONFERENSI BALI TERANCAM TANPA KESEPAKATAN

Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim yang sedang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, terancam gagal menghasilkan deklarasi yang memenuhi harapan masyarakat dunia. Sejumlah negara besar menjadi penghalang tercapainya kesepakatan. Target memperbesar penurunan emisi (deeper cut) yang sudah disuarakan banyak pihak, termasuk Uni Eropa (UE) dan G-77, kecil kemungkinan bisa masuk dalam deklarasi karena mendapat tentangan dari empat negara besar, yaitu Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Kanada……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 12 DESEMBER 2007, HAL. 1

RI BERISIKO TINGGI : INDONESIA URUTAN KETIGA TERKENA DAMPAK PEMANASAN GLOBAL

Indonesia menduduki peringkat ketiga paling berisiko terhadap perubahan iklim. Hal ini berdasarkan hasil analisis yang dibuat German Watch. Penetapan peringkat itu dilakukan dengan ukuran peristiwa bencana alam terkait perubahan iklim yang terjadi sepanjang tahun 2006. Sven Harmeling dari German Watch, Selasa (11/12), menjelaskan, Filipina (nilai indeks 4,0) berada di peringkat pertama dalam Indeks Risiko Perubahan Iklim (CRI), di susul Korea Selatan (5,75) pada peringkat kedua. Indonesia (5,75) di peringkat ketiga dengan total korban tewas tercatat 1.297 orang……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 12 DESEMBER 2007, HAL. 13

PEMANASAN GLOBAL : PELUNCURAN FCPF DISAMBUT PROTES

Peluncuran Forest Carbon Partnership Facility atau FCPF yang diumumkan Presiden Bank Dunia Robert B Zoellick di Nusa Dua, Bali, Selasa (11/12) petang, diwarnai pandangan kritis dari ruang pertemuan dan unjuk rasa di luar ruangan oleh puluhan aktivis lingkungan yang berasal dari berbagai negara.