KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

91 TEWAS DALAM BENCANA JATENG

Bencana alam yang melanda Jawa Tengah selama 17 Desember 2007-3 Januari 2008 telah menyebabkan 91 orang meninggal dunia, luka berat 74 orang, dan luka ringan 15 orang. "Bencana alam Jateng selama 17 Desember 2007-3 Januari 2008 menyebabkan 67 rumah roboh, 661 rumah rusak ringan," kata Kepala Bidang PAM dan Penanggulangan Bencana Pemprov Jateng, Achmad Rofai di Semarang, Senin (7/1) seperti dikutip Antara……BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SELASA 8 JANUARI 2008, HAL. 11

KONDISI AIR CILIWUNG MENGKHAWATIRKAN

Kondisi air Sungai Ciliwung yang melintasi Depok dan membelah Ibu Kota Jakarta telah memasuki tahap yang sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, berdasarkan parameter biologi (fecal coli) dan total coliform menyebutkan, dissofd oxygen (DO), biochemical oxygen demand (BOD), dan chemical oxygen demand (COD), kualitas air Sungai Ciliwung sangat kotor dan masuk dalam katagori kelas 3 dan 4. Akibatnya, tidak layak digunakan untuk mandi, cuci, kakus (MCK) dan hanya bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman…..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SELASA 8 JANUARI 2008, HAL. 16

 
PULIHKAN HUTAN DI JAWA
Sungguh prihatin membaca berita harian ini pada edisi Sabtu (5/1) di halaman 6. Judulnya Hutan di Jawa Sisa 8,2 Persen. Mengutip data dari Kementerian Lingkungan Hidup, luas hutan di Pulau Jawa pada 2007 tinggal 8,2 persen atau 1,08 juta hektare dari total luas daratan 13,2 juta hektare. Padahal, dua tahun sebelumnya luas hutan di Jawa masih 2,5 juta hektare atau 19 persen. Jadi, setiap tahun penyusutan luas hutan mencapai 750.000 hektare….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 7 JANUARI 2008, HAL. 4
 

GEDUNG KLH LANGGAR TATA RUANG
Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar mengakui gedung Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang terletak di Kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur, melanggar aturan tata ruang. Dua gedung bertingkat enam milik pemerintah itu berdiri hanya beberapa meter dari bantaran Sungai Cipinang. Rachmat saat jumpa pers mengenai bencana alam akhir pekan lalu, di Jakarta menyatakan, pihaknya sudah mencoba mencari alternatif lokasi sebagai tempat bekerja tetapi sampai sekarang permintaan pindah belum disetujui pemerintah dalam hal ini Sekretariat Negara. "Kita sudah usahakan, tapi belum bisa. Kalau Suara Pembaruan ingin memberi tempat mungkin kita akan pindah," ujar Rachmat bercanda…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 7 JANUARI 2008, HAL. 6 
 

SAMPAH MENUMPUK DI KOTA NGAWI
Pascabencana banjir besar luapan Sungai Madiun dan Bengawan Solo yang melanda 72 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengakibatkan kesehatan warga sangat mengkhawatirkan. Selain tersebar aroma bau busuk, tumpukan sampah merata di sembarang tempat, utamanya di ruas-ruas bahu jalan-jalan raya. Pengangkatan sampah rumah tangga, sampah bekas puing reruntuhan bangunan rumah dan berbagai perabotan rumah tangga serta potongan batang dan daun pisang oleh Dinas Kebersihan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi belum dapat dilakukan. Karena selain para petugasnya masih harus membersihkan rumah tinggal mereka, juga alat angkut terbatas. "Kalau sampah rumah tangga saja dalam kondisi normal (tidak banjir), sehari saja sudah ratusan meter kubik, bagaimana jika itu sampai beberapa hari terbiarkan dan ditambah sampah puing reruntuhan bangunan, pepohonan yang tumbang dan pohon-pohon batang pisang yang semula dijadikan gethek (rakit)," ujar Wuryanto (42), warga Jalan Thamrin, Ngawi, Minggu (6/1)…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 7 JANUARI 2008, HAL. 12. 
 

MENHUT: BANJIR DI JAWA BUKAN KARENA HUTAN GUNDUL
Banjir yang melanda sebagian besar Pulau Jawa tidak disebabkan oleh hutan yang gundul, tetapi karena di sepanjang bantaran sungai beralih fungsi dengan ditanami pohon produktif seperti pohon pisang. Bantaran sungai mulai hulu Bengawan Solo, dari Wonogiri sampai di Gresik, seharusnya ditanami pohon konservasi sehingga bisa menahan derasnya arus sungai ketika mengalami puncaknya. Hal tersebut dikatakan Menteri Kehutanan, MS Kaban, seusai jalan sehat keluarga di Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Minggu (6/1). Kondisi lainnya, terjadi degradasi hutan lindung di Pulau Jawa. Hutan lindung yang seharusnya menjadi konservasi menjadi milik warga. Mereka kemudian menanami dengan pohon produktif. Ini berdampak pada lahan hutan yang terancam longsor…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 7 JANUARI 2008, HAL. 13 
 

BANJIR DI LAMONGAN MELUAS
Genangan banjir akibat luapan Bengawan Solo di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur (Jatim) meluas, setelah terjadi luberan air dari Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban masuk ke desa-desa di Kecamatan Laren, sejak Sabtu (5/1) hingga Senin (7/1). "Pemerintah Kabupaten Lamongan sudah berusaha tetap memperhatikan dan mewaspadai banjir. Bantuan terus dikucurkan, termasuk yang dilakukan melalui udara. Diharapkan, pemerintah membangun sudetan baru di Bengawan Solo guna mengurangi volume air dalam musim penghujan seperti sekarang," kata Bupati Lamongan, Masfuk………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 7 JANUARI 2008, HAL. 13. BERITA TERKAIT: BANJIR DI LAMONGAN MULAI SURUT, SEBAGIAN DESA MASIH TERISOLASI, MEDIA INDONESIA, SELASA 8 JANUARI 2008, HAL. 27 
 

16 KECAMATAN DI BANTEN RAWAN LONGSOR
Sebanyak 16 kecamatan yang tersebar di empat kabupaten/kota di Banten, diidentifikasikan sebagai daerah rawan longsor. Masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut diminta senantiasa waspada selama musim hujan. Demikian dikatakan Kasi Pembinaan Siaga Bencana Dinas Ketertiban (Distrib) Kabupaten Serang, Suparso, di Serang, Minggu (6/1). Berdasarkan data, 16 kecamatan itu yakni Kecamatan Bojonegara, Cikeusal, Mancak, Gunungsari, dan Ciomas di Kabupaten Serang. Kecamatan Pandeglang, Cadasari, dan Mandalawangi di Kabupaten Pandenglang. Kecamatan Cipanas, Muncang, Cibeber, Lebak Gedong, Wanasalam, d
an Bayah di Kabupaten Lebak. Kecamatan Pulomerak dan Purwakarta di Kota Cilegon. "Kami meminta masyarakat, jika hujan turun, harus selalu waspada baik itu pada siang maupun pada malam. Rumah warga yang terdapat di tebing atau di bawah tebing agar tetap waspada selama musim hujan," katanya……BACA SELENGKPANYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 7 JANUARI 2008, HAL. 13 
 

BANJIR, LONGSOR, DAN PENGELOLAAN DAS
Diprediksi, kota-kota di pantai utara Jawa akan mengalami banjir besar akhir Januari atau awal Februari 2008. BAnjir tanah longsor, dan kekeringan akan silih berganti melanda akibat daya dukung lingkungan yang tak lagi mampu menahan. Terutama di Pulau JAwa yang dihuni 60 persen penduduk Indonesia, kini tinggal memiliki hutan 19.828 km2, atau kurang dari 18 persen luas daratan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 8 JANUARI 2008, HAL. 6
 

WASPADAI HUJAN LEBAT, JAWA BARAT BAGIAN SELATAN RAWAN LONGSOR
Hujan lebat yang mengguyur Jawa Timur dan Jawa Tengah hingga menimbulkan banjir dan tanah longsor berpeluang terjadi pula di Jawa Barat bagian selatan dalam sepekan ini. Diingatkan supaya masyarakat dan pemerintah mengantisipasi ancaman bencana yang mungkin terjadi………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 8 JANUARI 2008, HAL. 12
 

METIL BROMIDA UNTUK PRAPENGAPALAN
Seiring penghentian impor bahan pembasmi hama jenis metil bromida untuk pergudangan biji-biji per 1 Januari 2008 penggunaan bahan perusak ozon tersebut hanya seluasa bagi karantina dan prapengapalan. Sebagai pengganti metil bromida adalah fosfin. "Metil bromida selama ini banyak digunakan untuk gudang biji-bijian teramsuk di gudang-gudang. Badan Urusan Logistik," kata Koordinator Nasional Program Penghapusan Metil Bromida pada Gudang Biji-bijian di Indonesia, Purnama Hidayat di Jakarta, Senin (7/1)……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 8 JANUARI 2008, HAL. 13
 

SEMBILAN DARI 32 BUKIT BANDAR LAMPUNG HABIS DIEKPLOITASI
Sembilan dari 32 bukit yang ada di bandar Lampung saat ini sudah berubah bentuk Bukirt Camang Timur yang berfungsi antara lain sebagai daerah resapan air, misalnya, diekploitasi untuk pengembangan permukiman mewah dan pertambangan galian C…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 8 JANUARI 2008, HAL. 23
 

BANJIR MASIH LUMPUHKAN JALUR PANTURA DI TUBAN
Jalur pantai utama yang menghubungkan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur masih lumpuh. Hal ini disebabkan oleh air yang mengenai jalan di Kecamatan Widang. Tuban masih di atas 60 cm. Ratusan mobil yang telanjur masuk ke Widang akhirnya terjebak. Mereka terpaksa menunggu air surut sehingga terlihat barisan kendaraan yang panjangnya mencapai 2 kilometer……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 8 JANUARI 2008, HAL. A8
 

MENJAGA CAKRAWALA INDONESIA DARI SAMPAH ANTARIKSA
saat sebuah benda angkasa jatuh di petak sawah milik Nyoman Miasa, di Banjar Clumpang, Desa Sukawati, Kabupaten Gianjar, Bali pada awal tahun 2008 lalu, semua mempertanyakan apakah benda yang jatuh itu teorit ataukah satelit? Para peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa NAsional (Lapan) langsung melakukan kajian akan peristiwa itu….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 8 JANUARI 2008, HAL. 20
 

SEJUMLAH SUNGAI DI JAKUT TERUS MENYEMPIT
Sejumlah kali atau sungai yang melintas di wilayah Jakarta Utara semakin mengalami penyempitan. Kondisi tersebut akibat semakin banyaknya gubuk liar yang dibangun di bantaran kali…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 8 JANUARI 2008, HAL. 22
 

UJI EMISI KENDARAAN GUNAKAN SPM
Pemprov DKI JAkarta akan menjalankan uji emisi kendaraan bermotor dengan sistem pembiayaan mandiri (SPM). Dengan demikian tidak membebani APBD DKI Jakarta……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 8 JANUARI 2008, HAL. 22
 

ROB HANCURKAN 3.00 HEKTARE LAHAN PETAMBAK
Kesulitan hidup kini menerpa para petambak di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Areal tambak ikan seluas 3.285 hektare yang menjadi penopang hidup mereka hancur akibat terendam air pasang (rob)……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 8 JANUARI 2008, HAL. 23
 
 
SOLUSI PENANGGULANGAN BANJIR DAN LONGSOR
Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyatakan pemerintah menjanjikan solusi fundamentil untuk mengatasi bencana, antara lain dengan penghijauan lahan rakyat, relokasi penduduk, dan penegndalian pertumbuhan penduduk (3/1/2008). Tulisan ini mencoba, menyumbngkan sebuah pemikiran untuk rencana peemrintah itu………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 8 JANUATI 2008, HAL. 16

Sumber:
Perpustakaan "Emil Salim"
Kementerian Negara Lingkungan Hidup