KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

MENDESAK APLIKASI TEKNOLOGI BERSIH
Masyarakat di lapisan paling bawah saat ini menunggu aplikasi teknologi bersih dengan bahan baku terbarukan yang diperoleh secara cuma-cuma seperti sinar matahari, air dan angin. Menurut Rektor Universitas Darma Persada Kamaruddin Abdulah saat ini yang perlu dilakukan adalah bertindak dan melakukan terobosan dan melalui kerja sama dengan instansi pemerintah terkait Universitas Darma Persada merintis penerapan teknologi bersih solar thermal…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 21 JANUARI 2007, HAL. 13
LAJU KERUSAKAN HUTAN DI RIAU 7,5 HEKTARE PERMENIT
Implementasi konsep jeda tebang (berhenti menebang) terhadap hutan di Riau sudah sangat mendesak. Pasalnya, hingga saat ini laju kerusakan hutan di Riau sudah mencapai 7,5 hektare per menit. Menurut Forest Campaigner Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia Rully Syumanda dengan cara jeda tebang inilah tata kelola hutan akan bisa dilaksanakan.Kerusakan kawasan hutan tidak saja terjadi lantaran praktek pembalakan liar. Akan tetapi juga disebabkan oleh adanya praktek penebangan yang merusak…..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL , SENIN 21 JANUARI 2007, HAL. 10
CILEGON TERINTRUSI AIR LAUT
Sejumlah kelurahan di Kecamatan Pulomerek, Kota Cilegon, Provinsi Banten mulai terintrusi air laut. Daerah yang terintrusi air laut tidak hanya di kelurahan yang letaknya dekat dengan garis pantai, tetapi sudah melebar jauh dari garis pantai. Beberapa kelurahan yang teristrusi air laut di antaranya, Kelurahan Lebak Gede, Kelurahan Mekarsari dan Kelurahan Suralaya. Kelurahan yang disebut terakhir ini termasuk wilayah terjauh yang terkena intrusi air laut letaknya sekitar lima kilometer dari garis pantai……BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL , SENIN 21 JANUARI 2007, HAL. 11
TAK MILIKI SALURAN LIMBAH WARGA TOLAK RSUD DEPOK DIOPERASIKAN
Warga Sawangan Depok Jawa Barat kembali menolak dioperasikannnya RSUD Depok yang rencananya akan dioperasikan Januari ini. Pasalnya hingga kini warga belum mendapat sosialisasi dari pihak terkait perihal pengelolaan limbah RSUD tersebut. Walaupun pihak Dinas Kesehatan melalui media mengatakan RSUD sudah memiliki Instalansi Pembuangan Air Limbah (IPAL), tetapi warga tetap menuntut pembuktian hal tersebut. Hingga saat ini warga menduga limbah RSUD kemungkinan akan dibuang ke Setu Sawangan dan membahayakan lingkungan mereka……BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL , SENIN 21 JANUARI 2007, HAL. 16
WARGA TERSERANG PENYAKIT: DAMPAK BANJIR DI CIREBON
Ribuan warga korban banjir di empat desa di Kecamatan GunungJati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar), terserang oleh penyakit dan kekurangan pasokan air bersih. Data di posko kesehatan menyebutkan sejak Sabtu (19/1) hingga kemarin siang tercatat 1.1947 warga memeriksa kesehatannya. Sebagian besar warga menderita penyakit ISPA……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 21 JANUARI 2007, HAL. 27
REHABILITASI HUTAN SUMATERA SELATAN 50 PERSEN BERHASIL
Organisasi Pemerhati Lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai program Gerakan Rehabilitasi Hutan yang dilancarkan pemerintah Provinsi Sumatera Selatan hanya 50 persen yang berhasil. Menurut Direktur WALHI Sumatera Selatan Sri Lestari kegagalan proyek ini terjadi di hutan yang letaknya sangat terpelosok……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO , SENIN 21 JANUARI 2007, HAL. A8
PEMBALAKAN LIAR DI WILAYAH PERBATASAN
Di daerah perbatasan antara Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Barat (Kalbar) dengan negara tetangga Malaysia, tepatnya di Gunung Lasantuyan, saat ini diduga marak terjadi pembalakan liar. Indikasi itu terlihat dengan berdirinya sebuah base camp di wilayah negara, yakni sekitar 100 meter dari perbatasan Kaltim dan Kalbar………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 21 JANUARI 2007, HAL. 28
50 PERSEN PROYEK DI SUMSEL GAGAL
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Selatan (Sumsel) menilai Peemrintah Propinsi Sumsel gagal dari tidak mempunyai perhatian serius teerhadap pelaksanaan gerakan rehabilitasi hutan (Gerhan) didaerah ini. "Pimprov Sumsel belum memiliki perhatian semua terhadap rehabilitasi kerusakan hutan di daerah ini yang kerusakan huatnnya sudah sangat parah. Selama ini alokasi dana penghijauan selalu datang dari pusat, dan Program Gerhan di daerah ini hanya berjalan 50 persen," kata Direktur Walhi Sumsel Sri Lestari SH, Ahad (20/1) …….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 21 JANURAI 2008, HAL. 4
PENANGGULANGAN KEBAKARAN LAHAN
Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Manggala Agni) Kalimantan Barat (Kalbar) memprioritaskan penanggulangan kebakaran lahan di sekitar Bandara Supadio Pontianak. Mereka meningkatkan intensitas patroli dari sekali menjadi empat kali sehari………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 21 JANUARI 2007, HAL. 28
CSR DAN PENANGGULANGAN BENCANA
Bencana seolah tak pernah berhenti melanda Indonesia. Terjadinya berbagai bencana alam yang nasih dan beruntun di seluruh wilayah Indonesia, membawa dampak positif terhadap tingkat kesejahteraan maupun kesenjangan sosial ekonomi masyarakat. Bencana alam juga menimbulkan berbagai kerusakan terhadap alam dan lingkungan hidup, terutama bencana alam yang disebabkan oleh tingkat laku manusia. Dalam jangka pendek maupun panjang dampak negatif bencana alam tersebut akan berpengaruhi buruk pula terhadap keberadaan perusahan di masa mendatang…..BACA SELENGKAKNYA, REPUBLIKA, SENIN 21 JANUARI 2008, HAL. 6
HARAPAN BARU MENGATASI PERUBAHAN IKLIM
Dunia telah mengambil langkah penting guna mengendalikan perubahan iklim dengan Program Aksi Bali yang disepakati pada konferensi global yang dilangsungkan di Indonesia pada Desember 2007. Program ini mungkin kelihatannya biasa-biasa saja, karena pada dasarnya ia cuma bertumpu pada bahasan lebih lanjut, bukan pada tindakan yang pasti……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO , SENIN 21 JANUARI 2007, HAL. A10
TELUK JAKARTA TERDESAK DARATAN

Pendangkalan laut serta pengkavelingan laut dan pantai menggunakan bambu juga terjadi di sepanjang pantai Ke
camatan Babelan dan Muara Gembong. Pengamatan tersebut menunjukkan, daratan Bekasi semakin bertambah dan menjorok ke Teluk Jakarta. Lumpur dalam jumlah besar bergerak cepat sebagai akibat sedimentasi dari Kanal Cikarang Bekasi Laut dan Kali Citarum……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO , SENIN 21 JANUARI 2007, HAL. A16

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH