KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA


KERUGIAN AKIBAT PENCEMARAN AIR DI INDONESIA MENCAPAI Rp 45 Triliun
Indonesia menempati urutan kedua setelah Tiongkok, sebagai negara dengan angka kematian diare terbanyak di Asia. Hal ini akibat masih kurangnya perhatian pada masalah sanitasi. Asian Development Bank menyebutkan, pencemaran air di Indonesia berpotensi menimbulkan kerugian Rp 45 triliun per tahun atau 2,2 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara. Hal itu terungkap dalam pada diskusi "Menyongsong Tahun Sanitasi Internasional 2008", di Jakarta, Selasa (22/1)……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 23 JANUARI 2008, HAL.

ADAPTASI JANGAN BERORIENTASI BISNIS
Langkah adaptasi dampak perubahan iklim, selain langkah pencegahan, jangan menekankan orientasi semata. Berbagai forum yang membahas solusi adaptasi selayaknya mempertimbangkan banyak hal, termasuk kebenaran ilmiah demi keselamatan manusia…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 24 JANUARI 2008, HAL. 12

DAK LINGKUNGAN HIDUP SEGERA DI BAGIKAN
Sekitar 434 Kabupaten/ Kota dan 33 Provinsi seluruh Indonesia segera menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Lingkungan Hidup (LH) 2008 dan Dana Dekonsentrasi 2008 melalui Kementerian Lingkungan Hidup. Untuk tahun ini, DAK Bidang LH berjumlah Rp351,6 miliar, atau sekitar 0,07 persen dari total APBN 2008. Pada acara Sosialisasi Arahan Penggunaan DAK Bidang LH 2008 dan Dana Rekonsentrasi Bidang LH 2008 di Jakarta, Rabu, 23/1, Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar meminta komitmen pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pengelolaan lingkungan hidup. "Berbagai persoalan lingkungan dewasa ini diakibatkan lemahnya komitmen pemerintah, baik pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan," katanya di depan para pejabat dan staf provinsi, Kabupaten/ Kota, serta Badan Pengawasan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda)…BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, KAMIS, 24 JANUARI 2008, HAL. 6

FESTIVAL FILM LINGKUNGAN
Untuk kedua kalinya, South to South (StoS) Film Festival digelar oleh pekerja lingkungan setelah yang pertama tahun 2006. Festival ini alternatif dari pesan-pesan yang tak tersampaikan ke publik bahwa eksploitasi sumber daya alam terus meningkat tetapi miskin solusi…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 24 JANUARI 2008, HAL. 12

2,000 KAYU ILLEGAL DI SITA
Komando Resort Militer (Korem) 121 Alambhanawanawwai (ABW) mengamankan 2.000 batang kayu bulat tanpa dokumen di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (23/1). Selain kayu ilegal, aparat juga mengamankan lima tersangka dan lima buah kapal. Seluruhnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke Polres Sintang, guna penyidikan lebih lanjut. Komandan Resort Militer (Danrem) 121 Alambhanawanawwai, Kol (Inf) Edy Susanto mengatakan, penangkapan tersebut dipimpin Komandan Distrik Militer (Dandim) 1205 Sintang, Letkol (Inf) Hendri Batara. “Penyergapan dilakukan di Sungai Kapuas, dan mengamankan lima orang tersangka asal Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu,