KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

POLISI AKAN SITA RIG LAPINDO : PENYIDIK YAKIN BISA BUKTIKAN ADA UNSUR PIDANA
Kepolisian Daerah Jawa Timur akan menyita rig yang digunakan PT Lapindo Brantas dalam melakukan pengeboran eksplorasi di Sumur Banjar Panji-I. Alat pengeboran minyak dan gas bumi itu digunakan Lapindo saat terjadi semburan lumpur panas, 29 Mei 2006, di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Menurut Kepala Satuan Pidana Tertentu Polda Jatim Ajun Komisaris Besar I Nyoman Sukena rig diperlukan sebagai salah satu alat bukti bagi polisi untuk penyelidikan sebab-sebab terjadinya semburan lumpur panas…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 16 AGUSTUS 2006, HAL. 15 BERITA TERKAIT : POLISI MENYITA RIG PT LAPINDO BRANTAS, KORAN TEMPO, KAMIS 16 AGUSTUS 2006, HAL. A3
SEDIMENTASI TELUK AMBON PARAH
Kerusakan lingkungan di Teluk Ambon bagian dalam akibat sedimentasi semakin mengkhawatirkan. Nelayan dan masyarakat di pesisir pantai resah karena biota laut makin sulit diperoleh. Rusaknya ekosistem hutan bakau juga membuat peneliti dan mahasiswa Universitas Pattimura, Ambon, harus kehilangan salah satu laboratorium mereka……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 16 AGUSTUS 2006, HAL. 23
SUMUR KERING WARGA GUNAKAN AIR SUNGAI
Musim kemarau yang kini melanda Provinsi Jambi menyebabkan sumur penduduk kering. Puluhan ribu penduduk di sepanjang aliran Sungai Batang Tembesi, Batanghari, Batang Tabir, Batang Limun, dan Batang Tebo berbondong- bondong ke sungai mengambil air untuk keperluan masak, mandi, dan mencuci…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 16 AGUSTUS 2006, HAL. 23
KEBAKARAN LAHAN : 40 KELUARGA WARGA SAMBAS MENGUNGSI
Sebanyak 40 keluarga di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mengungsi karena 425 hektar ladang di dekat permukiman mereka terbakar. Mereka mengungsi ke rumah kerabat, sementara Pemerintah Kabupaten Sambas menyiapkan bantuan pangan bagi mereka. Permukiman para warga yang mengungsi umumnya terletak tak jauh dari ladang. Lahan ratusan hektar itu dibakar petani agar dapat ditanami padi begitu memasuki musim penghujan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 16 AGUSTUS 2006, HAL. 23
KEKERINGAN DI JAWA TENGAH MENCAPAI 7525 HEKTARE
Kekeringan yang sudah memasuki bulan ketiga di Jawa Tengah telah mengakibatkan sedikitnya 7.525 hektare (ha) sawah di 15 dari 35 daerah kabupaten/kota mengalami kekeringan cukup berat. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jateng, Bambang Supriyadi kekeringan yang melanda Jateng tidak berpengaruh secara siginifikan terhadap produksi padi karena berbagai strategi untuk menghadapi kemarau sudah diantisipasi sejak dini……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 15 AGUSTUS 2006, HAL. 4
200 KELUARGA DI GARUT TERANCAM KEHILANGAN SUMBER AIR
Sekitar 200 keluarga yang tinggal di RW 01, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terancam kehilangan sumber air yang sudah digunakan semenjak tahun 1900. Pasalnya, sumber air yang disebut Balong Sirah itu masuk ke dalam tanah atau wilayah yang diklaim menjadi milik pribadi oleh salah seorang keturunan pendiri Desa Cisewu…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 15 AGUSTUS 2006, HAL. 4
IMPOR BAHAN PERUSAK OZON DIBATASI
Departemen Perdagangan memperketat impor beberapa bahan perusak ozon melalui Peraturan Menteri Perdagangan nomor 24 tahun 2006 tentang ketentuan impor bahan perusak lapisan ozon. Menurut Dirjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Ida Maulida langkah ini merupakan tahap sebelum menghentikan impor semua bahan perusak ozon…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 16 AGUSTUS 2006, HAL. A6
MENANTI SIKAP PEMERINTAH SOAL FREEPORT
Sejak tahun 1967 hingga sekarang keberadaan perusahaan tambang Amerika Serikat PT Freeport kerap dipersoalkan. Baru-baru ini keberadaan perusahaan itu dipersoalkan oleh mantan Ketua MPR Amin Rais yang menuding Freeport sebagai penjajah dengan tiga kejahatan yaitu perpajakan, lingkungan dan penjarahan kekayaan alam Indonesia……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 16 AGUSTUS 2006, HAL. 16
PEMBAKAR LAHAN SEGERA DITUNTUT : PENGENDALI PERLU SAKSI AHLI

Pusat Pengendali kebakaran Hutan dan Hutan Riau meminta bantuan saksi ahli untuk memperkuat tuntutan hukum kepada para pelaku pembakaran. Menurut Koordinator Sekretaris Bersama Pusat Pengendali kebakaran Hutan dan Hutan Riau Arbainy saksi ahli yang akan diminta bantuan adalah Kementerian Lingkungan dan ahli kebakaran IPB…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA , KAMIS 16 AGUSTUS 2006, HAL. a6

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH