KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SEANDAINYA AKU JADI MENTERI LINGKUNGAN HIDUP
Agenda pertama yang jadi prioritasku adalah mendata secara detail kondisi alam negeri ini. Agar lebih valid penyusunan data dilakukan per provinsi. Sebagai seorang Menteri aku akan lebih sering turun ke lapangan dan sebuah tim khusus akan kukirim ke berbagai daerah dengan tugas memotret kondisi lokal sekaligus memompa kontribusi masyarakat buat lingkungan…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA , RABU 30 JANUARI 2008, HAL. 20
20.844 HEKTARE LAHAN DI PESSEL TELANTAR
Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang sangat luas dan subur, tetapi sekitar 20.844 hektare (ha) lahan kering dan basah di Pessel dibiarkan telantar. Pemerintah mencoba membuat program untuk mengaktifkan masyarakat memaksimalkan pemakaian lahan yang sekarang masih telantar. Menurut Kepala Sub Dinas Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Diperta) Kabupaten Pessel, Arpen Abas lahan terlantar tersebut salah satunya di Kecamatan Linggo Saribaganti dengan luas 1.500 ha. ……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 29 JANUARI 2008, HAL.13
VISI KARBON RENDAH BANYAK TANTANGAN
Pembangunan berkelanjutan dengan visi karbon rendah masih memiliki banyak tantangan. Tantangan itu dimulai dari aspek regulasi di tingkat nasional yang belum mencerminkan visi karbon rendah hingga pada aplikasinya yang berhadapan dengan kendala mengintegrasikan kepentingan berbagai sektor serta sulitnya mengubah perilaku masyarakat…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 JANUARI 2008, HAL. 13
ORANGUTAN SUMATERA DI AMBANG KEPUNAHAN
Laju kepunahan Orangutan Sumatera semakin cepat akibat dari perusakan hutan dan perburuan oleh manusia. Setiap tahun, sedikitnya 500 orangutan punah. Orangutan itu juga diperdagangkan ke luar negeri. "Tahun 2005, populasi orangutan mencapai 7.000 ekor. Jumlah tersebut berkurang ketika dilakukan pemantauan pertengahan tahun 2007, menjadi sekitar 6.500 ekor," kata Ketua Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), Sofyan Tan…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 29 JANUARI 2008, HAL.13
LUMPUR LAPINDO: PELUANG MEMATIKAN SEMBURAN MASIH TERBUKA
Dua puluh bulan semburan lumpur panas Lapindo di Sidoarjo belum juga dapat dimatikan. Namun sejumlah pakar pengeboran minyak dan gas yakin peluang itu masih terbuka. Menurut Ketua Laboratorium Teknik Pemboran Migas ITB Rudi Rubiandini teknologi menyuntikan fluida melalui lubang relief well untuk mematikan semburan belum terbantahkan hingga sekarang …….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 JANUARI 2008, HAL.13
1620 KM JALAN TRANS PAPUA BARAT AKAN MEMBUKA HUTAN
Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Atururi menunggu izin dari Departemen Kehutanan untuk melanjutkan pembuatan jalan trans Papua Barat. Pembangunan jalan sepanjang 1620 km yang akan menghubungkan 9 kabupaten itu bakal membuka hutan di pedalaman Papua. …….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 JANUARI 2008, HAL.23
GELEMBUNG MUNCUL LAGI
Tiga gelembung udara yang mengandung air dan gas yang mudah terbakar kembali muncul di permukiman warga desa Siring. Warga resah karena saat ini sudah ada 81 gelembung udara dalam radius 1,5 kilometer dari pusat semburan lumpur Lapindo. Dengan munculnya tiga gelembung udara berarti sudah ada 81 gelembung udaya yang muncul di sekitar pusat semburan lumpur Lapindo di Porong…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 JANUARI 2008, HAL.23
PENYELAMATAN SUNGAI SIAK JANGAN CUMA DIATAS KERTAS
Sungai Siak yang membelah Riau daratan sepanjang 300 kilometer bukan mustahil akan berakibat serupa dengan Bengawan Solo yang meluap dan airnya menenggelamkan wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Kekhawatiran terjadinya bencana dari sungai Siak cukup beralasan sebab kondisi sungai semakin memprihatinkan. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar bila tidak segera ditangani sungai Siak bisa menjadi kawasan rawa karena kerusakannya sudah luar biasa dan kondisinya memprihatinkan…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA , RABU 30 JANUARI 2008, HAL. 23
HUJAN TIGA JAM SUNGAI CIPAGANTI MELUAP
Hujan deras yang mengguyur kawasan Bandung Utara, Selaa (29/1), siang menyebabkan salah satu anak Sungai Cikapundung, yakni Sungai Cipaganti meluap. Akibatnya terjadi banjir bandang yang merendam ratusan rumah yang berada di pinggiran aliran sungai tersebut………BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, RABU 30 JANUARI 2008, HAL. 10
TAMBAH RTH TANPA PENGGUSURAN
Kebijakan Pemprov DKI Jakarta menambah Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) mendapat perhatian serius dari Komite Evaluasi Lingkungan Kota (KELK) kepada Pemprov, lembaga ini mengusulkan agar tidak mengutamakan penggusuran pemukiman padat penduduk atau warga miskin untuk menambah RTH…BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU, 30 JANUARI 2008, HAL. 16
PERLU PENATAAN REGULASI KEHUTANAN

Banyaknya peraturan yang dikeluarkan pemerintah di bidang pengelolaan hutan membuat para pelaku usaha binggun. Pejabat ragu-ragu mengambil keputusan dan masih masyarakat di sekitar hutan kian terjepit. Apalagi jika diperparah aturan yang tidak koheren (saling berhubungan). Jika hal ini tidak segera ditata, maka sektor kehutanan di Indonesia termasuk Kalimantan Barat (Kalbar) akan semakin terpuruk…BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, RABU 30 JANUARI 2008, HAL. 11

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH