KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

GELOMBANG TINGGI ANCAM LANGSUNG, BANTEN DAN JABAR
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memprakirakan, gelombang tinggi yang berbahaya bagi pelayaran semua jenis kapal diprediksi akan terjadi di sebelah barat Lampung, perairan sebelah selatan Banten dan Jawa Barat (Jabar). Berdasarkan data BMG yang diperoleh Senin (4/2), tinggi gelombang di ketiga wilayah tersebut mencapai lebih dari empat meter. Sedangkan untuk tinggi gelombang 1,25 meter (m) sampai 2 m akan terjadi di perairan sebelah barat Sumatera Barat…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 4 FEBRUARI 2008, HAL.14
650 RUMAH TERENDAM DI LAMONGAN
Hujan deras yang mengguyur daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo, menyebabkan enam desa di Kecamatan Laren, Lamongan, Jawa Timur, tergenang. Sebanyak 650 rumah terendam dengan ketinggian mencapai 15-20 sentimeter (cm). Dengan demikian, dalam kurun waktu satu bulan terakhir daerah tersebut dua kali terendam banjir Bengawan Solo……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 4 FEBRUARI 2008, HAL. 13
LIPI TAWARKAN SOLUSI ATASI BANJIR
Banjir yang kerap melanda Jakarta beberapa tahun terakhir setiap kali curah hujan berintensitas tinggi menunjukkan kota ini telah kehilangan "tempat parkir" air dan sistem drainasenya tak berfungasi. untuk merendam bencana itu berulang bisa dengan merehabilitasi situ, sungai dan membangun kolam, hingga bendungan di daerah hulu. Ini dilontarkan Kepala Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Gadis Sri Haryani, di Cibinong, Senin (4/2) dalam kunjungan kerja Tim Diseminasi Iptek Kementerian Negara Riset dan Teknologi……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 5 FEBRUARI 2008, HAL. 13
BADAI LANDA BENGKULU, NELAYAN TAK MELAUT
Nelayan di Bengkulu dilarang melaut, menyusul badai kembali melanda perairan Laut Bengkulu mencapai ketinggian lima meter. Sudah dua hari ini badai kembali melanda Bengkulu. "Kalau mereka mau mencari ikan, hanya tiga mil dari pantai, sehingga terhindar dari ancaman gelombang besar. Jangan sampai menangkap di laut lepas karena khawatir di gulung gelombang besar," kata Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, Fauzan Rahim……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 4 FEBRUARI 2008, HAL.13
KBUA Selasa, 05 Februari 2008
PEMPROV GAGAL TANGANI BANJIR
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali gagal dalam mengantisipasi datangnya banjir. Hal itu terlihat pada telatnya mengeluarkan tindakan antisipasi sebelum banjir, padahal mereka sudah mengetahui kalau curah hujan cukup tinggi pada Januari hingga Februari. Demikian dikemukakan Huzin Yazid dari pusat kajian pengembangan dan pembangunan strategis Universitas Indonesia (UI)…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 4 FEBRUARI 3008, HAL. 8
NORMALISASI SUNGAI BUTUH RP. 1,2 TRILIUN
Normalisasi 13 sungai yang membelah Jakarta mendesak dilakukan menyusul ancaman banjir yang masih mengintai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengeruk 13 sungai itu karena pendangkalan merupakan salah satu penyebab banjir. Untuk merawat sungai-sungai yang bermuara di laut Jawa itu diperlukan Rp. 1,2 triliun…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 5 FEBRUARI 2008, HAL. 1
BKSDA SULTRA AMANKAN BURUNG BERSAYAP DUA METER
Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara mengamankan seekor satwa langka burung pelican australian atau undan kacamata. Menurut Kepala BKSDA Sultra Fred Kurung burung yang beratnya mencapai 15 kilogram ditemukan nelayan diperairan bagian timur Indonesia yang berbatasan dengan Australia….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 5 FEBRUARI 2008, HAL. 17
PENYUSUTAN DAYA DUKUNG ALAM DIABAIKAN
Pembangunan yang hanya berorientasi pertumbuhan ekonomi menjebak pemerintah pada pengabaian daya dukung lingkungan. Bencana lingkungan yang menjadi bencana tahunan menunjukkan ketidakseriusan pemerintah menangani lingkungan. Ekploitasi sumber daya alam sungguh rakus. Pemerintah hanya menghitung manfaat ekonomi, tetapi abai menghitung penyusutan alam," kata ahli pada Pusat Studi Kerakyatan Universitas Gajah Mada sekaligus anggota Tim Indonesia Bangkit Ichsanuddin Noorsy di Jakarta, Senin (4/2)………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 5 FEBRUARI 2008, HAL. 13
MASIH ADA 76 LOKASI TERGENANG AIR
Hingga kemarin (5/2), menurut data Satkorlak DKI Jakarta, masih ada 76 lokasi di Ibu Kota yang tergenang air. Perincian 20 lokasi di Jakarta Utara, 37 di Jakarta Barat, 11 di Jakarta Selatan dan 8 lokasi di Jakarta Timur. Ketinggian air bervariasi antara 10 sentimeter hingga satu meter……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 5 FEBRUARI 2008, HAL. 18
WALHI MINTA KEPALA POLDA RIAU TRANSPARAN
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Riau, Senin (4/2), meminta Kepala Kepolisian Daerah Riau Brigjen Jenderal (Pol) Sutjiptadi transparan dalam proses pemberantasan pembalakan liar. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mempertanyakan penyidikan dan penyelidikan dugaan perusakan hutan dan lingkungan hidup yang dituduhkan polisi terhadap 14 perusahaan hutan tanamn industri (HTI) di Riau…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 5 FEBRUARI 2008, HAL. 22, BERITA TERKAIT : WALHI RIAU DESAK POLDA TRANSPARAN…….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SELASA, 5 FEBUARI 2008, HAL. 10
UNDANG-UNDANG BELUM MELINDUNGI LINGKUNGAN
Kementerian Lingkungan Hidup tidak memiliki posisi dan kewenangan yang cukup untuk mengelola lingkungan hidup. makanya DPR mengusulkan untuk merevisi UU 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, Syamsul Bahri dalam rapat kerja bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta Senin (4/2). "Saya melihat UU yang ada tidak memberikan posisi kuat kepada Kementerian Lingkungan Hidup oleh karena itu tidak heran banyak rekomendasinya diabaikan oleh instansi-instansi lain, terutama oleh pemerintah daerah," ujar Syamsul. Menurutnya pengelolaan lingkungan sudah menjadi isu penting. Sayangnya, masih banyak perda-perda yang justru bertentangan dengan UU tersebut….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SELASA, 5 FEBUARI 2008, HAL. 7
SAMPAH JAKARTA JADI
LISTRIK

MENGUBAH sampah menjadi listrik kedengarannya cukup menggiurkan. Tapi ini bukan mimpi, Kardono Ph.D dari Pusat Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberikan harapan itu. Ia menceritakan di Jakarta misalnya, ada potensi sekitar 6.500 ton sampah per hari. "Jika rata-rata sehari operasional teknologi yang dikenalkannya bisa menghilangkan sampah berkapasitas 1.000 ton per hari dengan daya listrik yang dihasilkan mencapai 12 megawatt itu akan luar biasa. Menarik bukan? Itu bisa terjadi dan kami sudah punya konsepnya," ujarnya. Sejak awal 2000, konsep tersebut telah dirancang oleh Kardono dengan Tim dari Jerman. Awalnya pada tahun 90-an, konsep yang sama untuk mengurangi masalah sampah yang terjadi juga telah diusulkan ke pemerintah daerah tidak ada tindak lanjut. Baru setelah masalah sampah kembali mencuat, kini harapan baru tersebut mulai menghangat kembali….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SELASA, 5 FEBUARI 2008, HAL. 21

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH