KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

FKB: LUMPUR LAPINDO BUKAN BENCANA ALAM
Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR tetap yakin bahwa semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, bukan karena bencana alam. Semburan itu muncul setelah ada aktivitas pengeboran PT Lapindo Brantas, sehingga perusahaan itu harus tetap bertanggung jawab. Sikap FKB itu disampaikan ketuanya Effendy Choirie, Senin (18/2), terkait rapat paripurna DPR, Selasa (19/2), dengan agenda mendengarkan laporan Tim Pengawas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo DPR……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 19 FEBRUARI 2008, HAL. 1 
 
 
PINTU AIR CENGKARENG RUSAK AIR LAUT MENGANCAM
Akibat kerusakan Pintu Air Cengkareng, Jakarta Barat, pasang laut tinggi mengancam wilayah Jakarta Barat. Menurut pantauan Kompas di Pintu Air Cengkareng, Selasa (19/2), pintu air itu tidak dapat dioperasikan.Saifudin (55), penjaga pintu air, mengatakan, fungsi utama bangunan tersebut adalah menahan limpasan air pasang ke daratan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 20 FEBRUARI 2008, HAL. 25
 
DPR LANJUTKAN INTERPELASI : LAPINDO TIDAK AKAN LEPAS TANGGUNG JAWAB
Rapat paripurna DPR, Selasa (19/2), memutuskan untuk melanjutkan interpelasi dalam kasus semburan lumpur di Sidoarjo dan menolak laporan Tim Pengawas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo atau TP2LS.Rapat paripurna berlangsung sekitar dua jam dan diwarnai dua kali skorsing yang diisi lobi-lobi, serta beberapa kali interupsi. Interupsi berisi permintaan agar laporan TP2LS dibagikan kepada anggota dewan, sebelum Wakil Ketua TP2LS Tjahjo Kumolo membacakan laporan TP2LS……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 20 FEBRUARI 2008, HAL. 1
 
DAMPAK LUMPUR LAPINDO, WARGA TOLAK DITETAPKAN BENCANA NASIONAL
Warga Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, menolak jika permukimannya ditetapkan sebagai daerah bencana nasional, karena nilai ganti ruginya hanya Rp 15 hingga Rp 20 juta per keluarga. Warga menuntut agar desanya masuk dalam peta terdampak lumpur, sehingga nilai ganti rugi setelah permukimannya terendam lumpur, sama seperti desa-desa lainnya yang sudah mendapatkan uang muka ganti rugi 20 persen………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 19 FEBRUARI 2008, HAL. 12. BERITA TERKAIT: TIDAK ADA HUBUNGAN DENGAN PENGEBORAN, SEMBURAN LUMPUR SIDOARJO FENOMENA ALAM, MEDIA INDONESIA, RABU 20 FEBRUARI 2008, HAL. 19 
 
PABRIK KAROSERI RESAHKAN WARGA LEGOK
Warga Perumahan Legok Permai RW 22 dan 24, Kelurahan Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang mengeluhkan keberadaan pabrik karoseri PT Sukses Tunggal MAndiri (TSM). Selain menimbulkan bising, limbah pabrik mencemari air sumur warga……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 20 FEBRUARI 2008, HAL. 17
 
SUNGAI BENANAN MELUAP, WARGA MENGUNGSI
Kecemasan warga masyarakat beberapa desa di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bermukim di hilir Sungai Benanain akhirnya menjadi kenyataan. Pasalnya, sungai tersebut tidak lagi mampu menampung banjir kiriman dari beberapa sungai kecil di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU). ……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 19 FEBRUARI 2008, HAL. 12
 
SUMBER DAYA ALAM : HUTAN LINDUNG DISEWAKAN RP. 120-RP. 300 PER METER
Hanya dua bulan seusai menjadi tuan rumah Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim dan di tengah rentetan bencana ekologis, pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah yang mengizinkan pembukaan hutan untuk pertambangan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi, energi, dan jalan tol dengan tarif sewa sangat murah. Alih fungsi hutan produksi dan hutan lindung itu hanya dikenai tarif Rp 1,2 juta per hektar per tahun hingga Rp 3 juta per hektar per tahun, atau Rp 120 per meter hingga Rp 300 per meter………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 20 FEBRUARI 2008, HAL. 1
 
GELOMBANG TINGGI HANTAM JAKARTA
Cuaca belum bersahabat, angin kencang, hujan, gelombang tinggi, dan banjir masih melanda sejumlah daerah Indonesia. Selasa (19/2), gelombang pasang tiga meter menerjang Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Sedikitnya, 30 rumah dan 25 warung hancur atau hanyut, 78 rumah terendam air setinggi 60 cm……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 20 FEBRUARI 2008, HAL. 1
 
BLOKADE KORBAN LUMPUR LAPINDO LUMPUHKAN SIDOARJO
Kota Sidoarjo kemarin lumpuh total setelah seribu korban lumpur Lapindo dari Desa Siring Barat, Mindi, Besuki, Pejarakan, dan Kedung Cangkring memblokade semua akses jalan keluar-masuk kota. Aksi warga dipicu oleh keputusan Dewan Perwakilan Rakyat yang menyatakan semburan lumpur di Porong, Sidoarjo, merupakan bencana alam……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 20 FEBRUARI 2008, HAL. A2
 
GELOMBANG TINGGI, PELAJAR KEPULUAN SERIBU LIBUR
Gelombang tinggi menyebabkan sebagian pelajar di Kepulauan Seribu harus diliburkan diri. Namun sebagian lagi tetap nekat bersekolah, meski dilarang Bupati Djoko Ramadhan. "Beberapa kapal sekolah antar pulau yang mengangkut pelajar juga tidak difungsikan," kata Djoko…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 20 FEBRUARI 2008, HAL. 5
 
KEBAKARAN HUTAN BERADA DI LAHAN KONSESI
Koordinator Bidang Data Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau (Jikalahari), Raflis, mengungkapkan kebakaran hutan di Riau kali ini terjadi di kawasan lahan gambut yang dikelola sejumlah perusahaan perkebunan dan perusahaan hutan tanaman industri. Berdasarkan pemetaan Jikalahari, dari 14 kawasan kebakaran, 12 di antaranya berada di kawasan konsensi perusahaan. Sisanya merupakan kawasan semak belukar di sekitar pantai Dumai dan Bengkalis……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 20 FEBRUARI 2008, HAL. A8
 
BANJIR DI PATI AKIBAT SEDIMENTASI KALI
Bencana banjir yang melanda wilayah Pati dan sekitarnya diduga akibat sedimentasi di Kali Juwana. Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, Kamal Fauzi, meminta pemerintah segera menormalkan Kali Juwana agar banjir besar tidak terjadi lagi. Menurut Kamal, sedimentasi membuat daya tampung Sungai Juwana menurun, sehingga, saat turun hujan, luapan air tidak bisa dihindari lagi……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 20 FEBRUARI 2008, HAL. A9
 
KUALITAS UDARA MULAI TIDAK SEHAT
Kualitas udara di sejumlah wilayah di riau cenderung terus menurun dan mulai tidak sehat karena makin luasnya hutan dan lahan yang terbakar. Jumlah titik api juga terus meningkat dari 10 menjadi 37 titik. Bahkan menurut staf analisa Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pekanbaru, Ardhitama, tingkat baca api dis eluruh wilayah Roiau dalam kondisi ekstrem sehingga kebakaran yang lebih besar harus diwaspadai……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, MEDIA INDONESIA, RABU 20 FEBRUARI 2008, HAL. 19
 
DKI LAMBAN ATASI BANJIR
DPRD DKI Jakarta mengkritik Pemprov DKI Jakarta yang dianggap kurang tanggap dalam menanggulangi dan mengantisipasi banjir di Ibu Kota. DPRD juga berpendapat Pemprov belum benar-benar serius mengatasi banjir, kendati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat memantau langsung kondisi banjir……BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL TEMPO, RABU 20 FEBRUARI 2008, HAL. 16

Sumber:
Perpustakaan KLH