KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

GUS SOLAH PELOPORI GERAKAN TUTUP LUMPUR LAPINDO
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sholahuddin Wahid, mempelopori Gerakan Tutup Lumpur Lapindo. Gus Solah–sapaan Sholahuddin–optimistis semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, bisa ditutup. Menurut Sholahuddin, bencana semburan lumpur ini harus segera diatasi agar dampaknya tidak meluas. Dalam upayanya ini, dia menggandeng sejumlah ahli geologi dan pengeboran….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 29 FEBRUARI 2008, HAL. A8
 
KUALITAS UDARA DI KOTA JAMBI MEMBURUK
Kualitas udara di Kota Jambi cenderung memburuk akibat asap dan cuaca yang tidak menentu. Memburuknya kualitas udara itu membuat kasus penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, dan pilek meningkat. Kepala Puskesmas Paal V Kotabaru Jambi, dr Bekti Sindung mengatakan, selama sebulan terakhir, jumlah anak-anak yang berobat ke puskesmas itu akibat penyakit ISPA, batuk, dan pilek meningkat hingga 25 persen……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 28 FEBRUARI 2008, HAL. 12
 
DINAS KEHUTANAN TOLAK PP 2/2008
Diterbitkanya peraturan pemerintah PP Nomor 2/2008, yang melegalkan kawasan konservasi dibuka untuk usaha pertambangan, dikhawatirkan akan memicu lajunya kerusakan hutan di daerah, terutama di Bengkulu. Pasalnya, persyaratan untuk menggarap hutan lindung cukup mudah hanya membayar sewa Rp 150- Rp 300 per m2 ke negara, sehingga pemerintah provinsi berlomba-lomba memberikan peluang ke pihak swasta untuk mengekploitasi sumber daya alam yang ada di kawasan konservasi, dengan dalil untuk peningkatan pendapatan asli daerah dan masyarakat.Karena itu, beberapa dinas kehutanan di daerah menolak pemberlakukan PP tersebut……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 28 FEBRUARI 2008, HAL. 10
 
POLISI HARUS TUNTAS TANGANI PEMBALAKAN LIAR
Lebih dari seratus perusahaan industri perkayuan skala menengah dan bawah di Riau tutup. Dari 185 perusahaan yang terdaftar di Masyarakat Perkayuan Indonesia (MPI) Riau hanya puluhan saja yang masih beroperasi. Itu pun sebatas perusahaan kayu gergaji (sawmill) dan kayu jadi (moulding). Menurut MPI Riau Hotman Butar Butar semua ini akibat penyelesaian perkara illegal logging berlarut-larut…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 29 FEBRUARI 2008, HAL. A8
 
HUTAN INDONESIA, FOR SALE
Entah apa yang ada di benak para pengambil kebijakan di negeri ini ketika memutuskan untuk melahirkan kebijakan kontroversial berupa Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Kegiatan Kehutanan. Terbitnya peraturan ini jelas menunjukkan bahwa pemerintah tidak punya perspektif jangka panjang dan belum berpihak pada lingkungan hidup karena tidak mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan ekologis serta nilai jasa lingkungan yang hilang…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 29 FEBRUARI 2008, HAL. A11
 
LUMPUR LAPINDO: DISIAPKAN DANA RP. 700 MILIAR UNTUK TENGGELAMKAN TIGA DESA
Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 700 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) untuk membebaskan tiga desa yang terletak antara tanggul sebelah selatan dengan Kali Porong di Sidoarjo, Jawa Timur. Dengan dana itu, tiga desa akan ditenggelamkan sehingga lumpur dengan mudah dialirkan ke Kali Porong………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 28 FEBRUARI 2008, HAL. 2
 
PUBLIK BERSIMBAH LUMPUR LAPINDO
Semburan lumpur Lapindo di Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sudah berlangsung hampir dua tahun. Selama itu pula, berbagai upaya menghentikan semburan lumpur, termasuk meredam meluasnya dampak semburan yang merusak permukiman warga dan infrastruktur vital. Semburan yang muncul pertama kali akhir Mei 2006, dalam perkembangannya justru menonjolkan polemik politik. Sementara aspek pertanggungjawaban hukum dan ganti rugi materil seolah terabaikan……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 28 FEBRUARI 2008, HAL. 4
 
REBOISASI BAKAU SPORADIS
Upaya untuk mengatasi hancurnya wilayah pesisir pantai utara Jakarta akibat abrasi melalui penanaman kembali bakau kurang efektif. Hal itu disebabkan penanaman tersebut belum menjadi gerakan bersama yang luas tetapi hanya tindakan sporadis oleh kelompok-kelompok terbatas. Menurut Direktur Eksekutif WALHI DKI jakarta Slamet Daroyni kerugian secara ekonomis akibat kerusakan bakau sangat besar yaitu sekitar Rp 90 juta per hektar per tahun……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 29 FEBRUARI 2008, HAL. 26
 
PENCEMARAN DI TELUK JAKARTAKARENA ULAH PELAKU INDUSTRI
Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup daerah (BPLHD) Jakarta Utara menuding pencemaran di di Teluk Jakarta karena pelaku industri belum menata pengelolaan limbah dengan baik. Selain itu, penumpukan sampah turut mencemari kawasan ini. Menurut Kepala BPLHD Jakarta Utara, Iswardi Mudahan, limbah sampah dan limbah cair terbuang dari pabrik terus mengalir dari hulu hingga ke hilir….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 29 FEBRUARI 2008, HAL. 23
 
KEBAKARAN HUTAN: KERUGIAN DI RIAU RP. 1,3 TRILIUN
Kerugian kebakaran hutan dan lahan seluas 9.000 hektar di Riau dalam sebulan terakhir diperkirakan mencapai rp. 1,35 triliun. Angka itu merupakan kerugian ekologis, ekonomis serta biaya pemulihan lahan gambut yang terbakar. Menurut Bambang Hero Saharjo setiap hektar lahan gambut yang terbakar menimbulkan kerugian RP. 150 juta hingga RP. 350 juta…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 29 FEBRUARI 2008, HAL. 12
 
HUTAN LINDUNG BKPM BANTAH TARIF PP NO 2/2008 MURAH
kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhammad Lutfi membantah bahwa tarif pemanfaatan lahan hutan lindung bagi perusahaan tambang yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomer 2 Tahun 2008 tentang Pemanfaatan Tambang disamakan dengan harga pisang goreng sehingga dinilai sangat murah. Menyamakan dengan tarif pemanfaatan lahan untuk perkebunnankelapa sawit yang sehektar di kenai biaya Rp 1 juta, maka tarif pemanfaatan untuk usaha tambang Rp 300 per meter persegi justru di nilai lebih mahal jika di lihat CPO yang sekarang ini harganya sangat tinggi……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 29 FEBRUARI 2008, HAL. 13
 
TAHUN 2012 PULAU JAWA JADI SENTRA KAYU NASIONAL
Pulau Jawa ditargetkan akan menjdi sentra kayu nasional pada tahun 2012. Sentra Kayu Nasional ini akan mencukupi kebutuhan bahan baku bagi industri kayu, yang selama ini selalu mengandalkan kayu-kayu dari hutan alam…….. BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, JUM’AT 29 FEBRUARI 2008, HAL. 14

Sumber:
Perpustakaan KLH