KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

DAMPAK LUMPUR LAPINDO: GELEMBUNG LIAR BERMUNCULAN
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) membuka sebagian tutup gorong-gorong antara Desa Siring Barat dan Jatirejo Barat, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, karena di daerah tersebut terus bermunculan semburan dan gelembung liar. Gelembung liar, diduga mengandung gas mudah terbakar sampai 100 persen. "Di gorong-gorong tersebut berdasarkan pengukuran dari tim pemantau gas Fergaco, gas mudah terbakar sudah melebihi 100 persen dalam radius 25 meter. Ini artinya berbahaya," kata Hubungan Masyarakat BPLS, Ahmad Zulkarnain, di Sidoarjo, Rabu (9/4)……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 10 APRIL 2008, HAL. 12..BERITA TERKAIT : SEMBURAN LIAR RAMBAH TROTOAR JALAN…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT, 11 APRIL 2008, HAL. A8 
 
POPULASI BADAK UJUNG KULON KRITIS
Populasi Badak Jawa ( Rhinoceros Sondaicus ) yang terletak di Taman Nasional Ujung Kulon, Propinsi banten, kini dalam kondisi kritis. Jumlah Badak ini tinggal 60 ekor, jumlah ini relatif tidak berubah sejak tahun 1980….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, JUMAT, 11 APRIL 2008, HAL. 12
 
GOTONG ROYONG MENGELOLA SAMPAH
Setiap individu adalah produsen sampah dari aktivitasnya sehari-hari. Berbagai jenis sampah pun, baik sampah organik maupun anorganik, kemudian akan dibuang setiap rumah tangga. Begitu sampah masuk ke bak sampah, umumnya orang menganggap persoalan akan beres karena ada tukang sampah yang akan mengurusnya.Anggapan itu kini harus segera berubah seiring keluarnya Undang-Undang Pengelolaan Sampah yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu (9/4). Dengan demikian, bulan ini Presiden akan mengesahkan UU Pengelolaan Sampah……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 11 APRIL 2008, HAL. 14
 
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KESEHATAN
Memasuki bulan Februari seharusnya Indonesia telah memasuki musim kemarau. Namun, kenyataannya, pada tahun 2008 ini beberapa daerah dan kota besar malah terendam oleh banjir, sebagian terkena tanah longsor, atau angin besar. Sebaliknya, bulan September tahun lalu, yang seharusnya mulai dibasahi oleh hujan, beberapa wilayah malah menderita kekeringan akibat kemarau panjang. Selain tidak nyaman, cuaca yang terus berubah ternyata sangat berperan besar pada timbulnya penyakit dan turunnya daya tahan tubuh. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun mengatakan, tidak teraturnya cuaca yang akhir-akhir ini melanda Indonesia adalah imbas dari efek perubahan iklim yang secara global terjadi di dunia. Ia pun memprediksi, dalam beberapa tahun ke depan, suhu di Indonesia akan mencapai peningkatan hingga empat derajat celcius….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, JUMAT, 11 APRIL 2008, HAL. 19
 
RENCANA PENAMBANGAN EMAS DI BUKITSIGUNTU MENUAI PROTES
Kasus Bukit Siguntu merupakan kasus lama yang pernah dipersoalkan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel dan mencuat kembali dengan menyoal adanya pemberian izin pelepasan kawasan hutan untuk kepentingan pertambangan emas yang dinilai akan mengancam rusaknya hutan lindung dan kawasan konservasi dan kerusakan lingkungan di sekitarnya. "Dinas Kehutanan Provinsi tidak pernah mengeluarkan izin penambangan di dalam kawasan hutan lindung. Pemerintah kabupaten dan kota justru merasa lebih berhak dengan otonominya, sehingga merekalah yang lebih tahu persoalan tersebut," kata Andi Ilham Gazaling, Wakil Kepala Dinas Kehutanan Sulsel kepada SP, di Makassar, Rabu (9/4)….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 10 APRIL 2008, HAL. 13 
 
KASUS PEMBALAKAN LIAR DI DAERAH LEMAH PENANGANAN
Keputusan Mabes Polri dan Dephut untuk memboyong kasus illegal logging dari Ketapang ke Jakarta, dinilai masih dalam batas kewajaran. Apalagi penanganan kasus-kasus serupa yang pernah terjadi di Kalimantan Barat (Kalbar) nyaris tidak tepat sasaran. Namun di satu sisi, pemerintah pusat juga harus memerhatikan kemandirian daerah. Hal itu dikatakan Sekretaris Masyarakat Perhutanan Indonesia (MPI) Kalbar, Gusti Hardiansyah, Kamis (10/4) di Pontianak. “Khusus illegal logging, Mabes Polri dan Dephut masih meragukan keberanian aparat penegak hukum di Kalbar. Dari polisi, jaksa, hingga hakim yang menangani kasus tersebut,