KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

HUJAN SELAMATKAN JAMBI
Pemadaman terhadap lebih dari 100 titik api di lahan dan hutan yang terbakar di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, melalui helikopter dinilai tidak efektif. Tampaknya hanya hujan deras yang mampu mengatasi kebakaran di lahan luas, seperti yang terjadi di Jambi pada Sabtu malam hingga Minggu (27/8) dini hari. Kebakaran lahan di Jambi mengakibatkan munculnya asap pekat hingga mengacaukan penerbangan di Bandara Sulthan Taha, Sabtu lalu. Namun, setelah provinsi itu diguyur hujan lebat dan merata Sabtu malam hingga Minggu dini hari, api di lahan luas itu pun kemudian padam…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 28 AGUSTUS 2006, HAL. 1
HUTAN SELUAS 50 HEKTARE DI LERENG GUNUNG MERBABU TERBAKAR
Hutan di lereng Gunung Merbabu, terutama di sisi utara di sekitar Puncak Syarif di wilayah Kabupaten Semarang dan Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (27/8), terbakar. Hingga semalam pukul 23.00, menurut sejumlah saksi mata yang dihubungi Kompas, api belum bisa dipadamkan, bahkan semakin meluas. Data yang dapat dihimpun Kompas dari saksi mata menyebutkan, kebakaran hutan itu meliputi kawasan seluas 50 hektar; selain di Puncak Syarif, juga meliputi kawasan Watugubug, Mancar, Gegersapi, Ondorante….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 28 AGUSTUS 2006, HAL. 15

SEMBURAN ASAP MASIH TINGGI
Semburan lumpur panas di Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, hari Minggu (27/8) sudah menurun, dengan ketinggian 4-7 meter. Jumat lalu semburan itu mencapai 50 meter. Meski demikian, semburan asap berwarna putih keabu-abuan masih tetap membubung 10 meter hingga 15 meter dari titik semburan lumpur tersebut…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 28 AGUSTUS 2006, HAL. 15
PULAU SUMATERA MASIH TERANCAM GEMPA BESAR
Pulau Sumatera dan beberapa kepulauan di sekitarnya terancam gempa besar. Ancaman terbesar berupa gempa hingga 9 skala Richter kemungkinan melanda Pulau Mentawai. Gempa besar di Pulau Mentawai bisa mengakibatkan gelombang pasang tsunami di perairan Tapanuli Tengah dan Sibolga. Menurut Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia Sumatera Utara Jonathan Tarigan, Pulau Mentawai sewaktu- waktu bisa dilanda gempa besar karena terletak pada jalur subduksi mega thrust….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 28 AGUSTUS 2006, HAL. 23
KELELAWAR LANGKA PERNAH ADA DI GUNUNG SEWU : KEKAYAAN KEANEKARAGAMAN HAYATINYA BELUM BANYAK DISINGKAP
Dalam eksplorasi kawasan karst Jawa di Gunung Sewu di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, 3-16 Agustus 2006 lalu, ditemukan jenis kelelawar gua yang selama ini jarang ditemukan. Temuan lain, jenis ikan wader gua (Puntius microps) yang secara fisik mirip dengan jenis yang dipublikasikan tahun 1916 silam….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 26 AGUSTUS 2006, HAL. 13
SOSIALISASIKAN KEARIFAN LOKAL : SULIT MENGAJAK PETANI HENTIKAN PEMBAKARAN LAHAN
Untuk mengakhiri bencana kabut asap yang selalu terjadi di negeri ini, perlu disosialisasikan sejumlah metode pertanian yang baik. Selain memperkenalkan pertanian menetap—sebagai pengganti ladang berpindah—ada baiknya pula menyosialisasikan kearifan lokal masyarakat Dayak, yakni sekat bakar bergotong royong….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 26AGUSTUS 2006, HAL. 22
PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA PERLU DIPERHATIKAN
Pemanfaatan air bersih dan pengelolaan air limbah di Jakarta perlu mendapat perhatian serius. Ditengarai sejumlah penyakit yang diderita balita, seperti diare disebabkan buruknya sanitasi air perkotaan. Departemen Kesehatan mensinyalir ada 100.000 anak meninggal setiap tahunnya, karena diare yang diakibatkan air minum yang tercemar limbah……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 25 AGUSTUS 2006, HAL. 5
TUTUP SEMBURAN LUMPUR DENGAN BATANGAN BAJA
Meski telah disiapkan tiga skenario untuk menyumbat lubang semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, upaya itu diyakini tidak akan berhasil dan hanya merupakan pemborosan. Semburan lumpur panas itu baru akan berhenti jika ditangani secara tepat dan jitu, yakni menutup lubang semburan dengan batangan baja ukuran 10 X 10 meter dan beratnya 10 ton…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 25 AGUSTUS 2006, HAL.19 BERITA TERKAIT: WARGA MENOLAK PERLUASAN KOLAM LUMPUR LAPINDO, REPUBLIKA, SENIN 28 AGUSTUS 2006 HAL. 5 BERITA TERKAIT; BANGKALAN TOLAK LUMPUR, MEDIA INDONESIA, SENIN, 28 AGUSTUS 2006, HAL. 16
84 PERSEN HUTAN LINDUNG DI LAMPUNG RUSAK
Sebanyak 84 persen hutan lindung di kawasan register 32 dan 39 bukit Ridingan dinyatakan rusak parah. Hutan lindung tersebut telah berubah menjadi perkebunan kopi, perladangan dan permukiman penduduk. Menurut Kepala Dinas kehutanan Lampung Arinal Djunaidy kerusakan hutan lindung itu terjadi karena perambahan yang sulit dibendung…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 28 AGUSTUS 2006, HAL.A8
35 ALAT UKUR UDARA DI BOGOR TAK BERFUNGSI
Sebanyak 35 dari 62 alat pengukur udara yang tersebar di wilayah Bogor kini sudah tidak berfungsi lagi. Akibatnya, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bogor kesulitan melakukan perkiraan tingkat curah hujan di Bogor per bulannya……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 28 AGUSTUS 2006, HAL. 7
WARGA HARUS PLESTER SEPTIC TANK; SEKALI DALAM DUA TAHUN, SEPTIC TANK HARUS DISEDOT
Di setiap kota besar kualitas air bersih memang menjadi masalah buat warganya. Ini semua, menurut Irma Setion
o, aktivitas Forum Komunikasi Pengelolaan Kualitas Air Minum Indonesia, bergantung pada perilaku masyarakat mengelola air……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 28 AGUSTUS 2006, HAL. 6
ASAP MENGANCAM SINGAPURA
Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Sumatera Selatan mengancam negara tetangga Singapura. Saat ini kebakaran yang terus mendekati lahan gambut di kawasan pantai timur Sumatera. Bila lahan tersebut terbakar, api sulit dipadamkan dan asap yang ditimbulkannya dikhawatirkan menutupi wilayah udara beberapa negara tetangga, terutama Singapura…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 28 AGUSTUS 2006, HAL. 1
EMPAT RENCANA DARURAT UNTUK LUMPUR PORONG
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan pemerintah telah menyiapkan empat skenario darurat untuk menangani lumpur Lapindo Brantas. Ke empat rencana itu adalah pembuangan lumpur ke kali Porong, pembuangan ke kali Mati, penyuntikan kembali ke dalam tanah dan pengaliran ke laut…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 28 AGUSTUS 2006, HAL.A24
PERSOALAN KEWENANGAN MEMBUAT SITU TAK TERURUS
Banjir yang tak dapat dikendalikan merupakan indikator kegagalan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengelola sumber daya alam (SDA) yang memiliki manfaat publik.Kegagalan dalam mengelola sumber daya publik sangat erat kaitannya dengan kegagalan lembaga pengelola dalam menetapkan kebijakan terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) termasuk situ atau kolam tangkapan air….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 26 AGUSTUS 2006, HAL.11
LAMBAT LAUN BISA KIAN MENYUSUT
Kondisi situ atau kolam tangkapan air di Kabupaten Bogor memprihatinkan. Selain tidak terurus, airnya sudah menyusut, bahkan sebagian situ sudah berubah fungsi dimanfaatkan sebagai rumah tinggal warga sekitar. Sebagai kawasan tangkapan hujan, di Bogor sesungguhnuya terdapat seratus situ. Namun yang terdata, kini, di sana terdapat 95 situ. Jumlah tersebut dikhawatirkan bakal menyusut, sebab Dinas Pekerjaan Umum Binar Marga setempat sudah lama tidak memonitor kondisi terakhir situ-situ ….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 26 AGUSTUS 2006, HAL.11
SEMBURAN LUMPUR PANAS DI SIDOARJO : AIR RESAPAN MULAI DIBUANG KE SALURAN IRIGASI TANPA DIOLAH
Air resapan lumpur mulai dibuang ke Sungai Mbangun, yang berada di perbatasan Desa Renokenongo, Kecamatan Porong dengan Desa Besuki, Kecamatan Jabon, tanpa melalui pengolahan water treatment. Warna air Sungai Mbangun menjadi hitam pekat karena tercampur dengan air resapan lumpur dan lumpur. Warga Desa Renokenongo mencemaskan, pengaliran air resapan tanpa diolah itu akan mencemari lahan pertanian yang memanfaatkan air irigasi….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 26 AGUSTUS 2006, HAL.19
SIDIK PERUSAHAAN PEMBAKAR HUTAN SECARA TRANSPARAN
Pemerintah harus transparan dalam penyidikan perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan di sejumlah tempat di Sumatera dan Kalimantan. Selama ini penyidikan yang dilakukan pemerintah sedikit sekali yang sampai ke meja hijau. Menurut irektur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Chalid Muhammad sejak awal seharusnya sudah diberitahukan siapa saja yang diduga terlibat dalam kebakaran itu, sehingga proses hukum bisa berjalan efektif….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 26 AGUSTUS 2006, HAL.5

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH