KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

BUMI SERATUS TAHUN LAGI
Bumi bergejolak tak menentu. Bencana datang silih berganti tanpa satu kepastian apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini. Bila Anda harus berpikir dari akhir, kira-kira apa yang terbayang tentang kondisi Bumi, termasuk penghuninya, pada periode 100 tahun mendatang?Laporan pertama Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menegaskan, pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim adalah akibat aktivitas manusia (antropogenik).Abad ini, peningkatan suhu global diperkirakan naik 1,4-5,8 derajat Celsius. Saat ini saja, dengan suhu Bumi yang naik sekitar 0,6 derajat Celsius sejak revolusi industri, berbagai spesies flora dan fauna musnah sebelum sempat dipelajari……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 21 APRIL 2008, HAL. 13 
 
EGON MELETUS LAGI
Gunung Egon di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, meletus lagi, Minggu (20/4) pukul 08.15 Wita. Dalam kaitan ini, tim pengamat dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung merekomendasikan kepada pengelola Bandar Udara Waioti di Sikka agar waspada.Pertimbangannya, abu vulkanik dari material letusan Gunung Egon berpotensi menyebabkan kerusakan pada mesin pesawat saat penerbangan……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 21 APRIL 2008, HAL. 23 
 
LAGI BANJIR LUMPUR LANDA MAJALAYA
Tiga desa di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kembali terendam banjir lumpur, Sabtu (19/4) malam. Berdasarkan data perkiraan Kecamatan Majalaya, banjir kali ini merendam sekitar 2.000 rumah di Majalaya, Majasetra, dan Sukamaju. Jalan dari Bandung menuju Majalaya sempat terganggu akibat tertutup lumpur……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 21 APRIL 2008, HAL. 23 
 
WARGA MINTA USAHA BINATU DITERTIBKAN
Kehadiran lebih dari 61 usaha binatu atau laundry dry cleaning dan pencelupan blue jeans membuat warga Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, resah. Warga meminta agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menertibkan usaha binatu tersebut.Selain sulit memperoleh air bersih dari sumur, masyarakat juga khawatir dengan limbahnya. Mereka khawatir limbah itu masuk kategori bahan berbahaya dan beracun……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 21 APRIL 2008, HAL. 25 
 
MENTERI KABAN DIMINTA BERTANGGUNG JAWAB
Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar menuntut Menteri Kehutanan M.S. Kaban dan Gubernur Riau Rusli Zainal ikut bertanggung jawab dalam penerbitan izin hak pengusahaan hutan di daerahnya. Saat ini Azmun terbelit masalah. Komisi Pemberantasan Korupsi menuduhnya menerima gratifikasi atau suap sekitar Rp 1 miliar untuk penerbitan izin pemanfaatan kayu bagi sejumlah perusahaan……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 21 APRIL 2008, HAL. A1 
 
RATUSAN RIBU METER KUBIK KAYU LIAR DITEMUKAN DI PELALAWAN
Tim Illegal Logging Kepolisian Daerah Riau kembali menemukan ratusan ribu meter kubik kayu alam yang diduga hasil pembalakan liar. Menurut Kepala Kepolisian Resor Pelalawan Ajun Komisaris Besar Polisi I Gusti Gunawa, jumlah itu merupakan akumulasi dari 2.655 tumpukan kayu yang teronggok di lima kanal berbeda sepanjang 21 kilometer……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 21 APRIL 2008, HAL. A2 
 
SETELAH DIPERALAT LALU MELARAT : TRAKTOR MASUK KE BINTAN BUNYU MERATAKAN PERBUKITAN SELUAS 190 HEKTARE
Namanya kawasan hutan lindung, mestinya belantara hamparan hijau. Namun, kawasan Hutan Lindung Bintan, berjarak 65 kilometer arah timur laut Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, itu kini tak rimbun lagi. Hamparan tanah kosong langsung terlihat saat memasuki kawasan itu melalui jalur lintas raya Tanjung Pinang-Lagoi. Ratusan hektare lahan di situ terlihat hanya lahan kosong yang tampak terlindas alat berat: jejak roda mesin traktor……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 21 APRIL 2008, HAL. A9 
 
KALTENG USULKAN 2 TAMAN NASIONAL MASUK SKEMA REDD
Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengusulkan dua kawasan Taman Nasional (TN) dimasukkan sebagai percontohan pelaksanaan skema Reducing Emission from Deforestation in Developing Countries (REDD). Taman nasional yang dimaksud adalah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan Taman Nasional Sebangau (TNS) di kabupaten Katingan…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 19 APRIL 2008, HAL. 14 
 
EKSPLOITASI AIR TANAH : DKI BUTUH 650 SUMUR PANTAU
Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta perlu menambah penyediaan sumur pantau guna memantau kegiatan eksploitasi (pengambilan) air tanah oleh warga Jakarta. Menurut Kepala Dinas Pertambangan DKI Jakarta Peni Susanti saat ini DKI hanya memiliki 50 buah sumur pantau. Padahal idealnya, DKI memerlukan 650 sumur pantau. Sumur pantau itu mestinya tiap 5-10 hektare (ha) harus ada satu sumur pantau. Dengan kondisi maka bisa dideteksi apakah warga sudah mengambil air tanah sesuai ketentuan atau tidak….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 19 APRIL 2008, HAL. 7 
 
WARGA KELUHKAN BAU TRUK SAMPAH
Warga Kota Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan bau busuk yang ditimbulkan truk-truk pengangkut sampah yang melintas di wilayah itu. Mereka meminta segera ditertibkan agar tidak menggangu kesehatan dan aktivitas warga. Menanggapi keluhan warga ini, anggota DPRD Kota Bekasi dari FPKS, Sutriono, menegaskan, seharusnya truk-truk sampah DKI Jakarta hanya diperbolehkan melintas di atas pukul 21.00 WIB…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 19 APRIL 2008, HAL. 7 
 
PENCEMARAN SUNGAI CIUJUNG MAKIN KRITIS
Pencemaran yang terjadi di sungai Ciujung, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, sudah mencapai stadium satu alias kritis. Kondisi ini mengancam kehidupan warga yang menggunakan air sungai itu serta lingkungan. Direktur Eksekutif LSM Konservasi Bhumi, Rahardian mengatakan, kondisi pencemaran di sungai Ciujung sudah mengancam kehidupan manusia dan lingkungan, karena sudah sangat parah………..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 20 APRIL 2008, HAL. 13 
 
POLISI AMANKAN KAYU JARAHAN
Sebanyak 65 meter kubik kayu balok olahan diduga hasil pembalakan liar, ditemukan Satuan Reskrim dan Satuan Intelkam Polres Pesisir Selatan (Pessel) pada operasi rutin selama sepekan. Kayu itu ditemukan saat dialirkan lewat Sungai Gadang, Sako, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pessel. Menurut Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan AKP Erman kayu ditemukan persis berada di kawasan perbatasan TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat). Kayu berbagai jenis seperti Banio, Damar laut, Balam, dan Marantih ditemukan pihak berwajib pada Kamis (17/4) dan Jumat (18/4)………..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 20 APRIL 2008, HAL. 13 
 
MEGAWATI TANAM 4.000 BATANG POHON
Dalam rangkaian politik, mantan presiden Megawati Soekarnoputri menanam pohon di lahan kritis di Sukabumi, Jawa Barat tepatnya di Kampung Gintung Desa Naggerang, Kecamatan Cicurug. Terkait dengan pelestarian alam Mega juga menanam pohon di areal Taman Nasional Gunung Gede- Pangrango (TNGP). Kehadiran Megawati tersebut, menjadi bagian dan program adopsi pohon yang berlokasi TNGP 7.000 hektare……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 21 APRIL 2008, HAL. 19

Sumber:
Perpustakaan KNLH