KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

3 GUNUNG API SIAGA: POTENSI BENCANA DARI BARAT HINGGA TIMUR
Tiga dari 129 gunung api aktif di Indonesia
hingga Kamis (24/4) malam berstatus siaga. Pada status itu, potensi
bencananya dinilai kecil dengan manifestasi semburan abu atau kerikil
dalam radius pendek. Meski demikian, wilayah dalam radius 2 kilometer
dari kubah lava sudah disterilkan.Ketiga gunung itu adalah Gunung Anak
Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung; Gunung Egon di
Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur; dan Gunung Ibu di Kabupaten
Halmahera Barat, Maluku Utara………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT
25 APRIL 2008, HAL. 13
TABAT PENYELAMAT LAHAN GAMBUT
Suasananya sangat berbeda. Kawasan di sekitarnya
sangat sejuk dan serba hijau oleh pepohonan. Padahal, sekitar lima
tahun lalu, kawasan eks Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar di Kalimantan
Tengah sangat panas, gersang, dan nyaris tak ada pepohonan. Hanya
ilalang yang tumbuh di kawasan itu.Perubahan drastis itu tidak terlepas
dari dibuatnya sejumlah tabat, yang membendung kanal-kanal. Tabat
adalah istilah Dayak untuk menyebut bendungan yang terbuat dari
kayu………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 25 APRIL 2008, HAL. 14
4 KELURAHAN DI PALU TERENDAM
Empat kelurahan di Kota Palu, Sulawesi Tengah,
Kamis (24/4), terendam banjir. Ketinggian air bervariasi dan pada Kamis
malam sudah setinggi dada orang dewasa. Banjir akibat luapan Sungai
Palu.Akibatnya, sekitar 1.000 jiwa warga di empat kelurahan, yakni
Kelurahan Basusu Tengah, Maesa, Ujuna, dan Kampung Baru yang berada di
Kecamatan Palu Selatan, Palu Timur, dan Palu Barat, terancam
terisolasi………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 25 APRIL 2008, HAL.
22
WARGA TOLAK BENDUNGAN
Ribuan warga dari enam desa di dua kecamatan di
Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, berunjuk rasa di depan Kantor Pemerintah
Kabupaten Pacitan, Kamis (24/4). Pengunjuk rasa menolak rencana
pembangunan Bendungan Kedungbendo di wilayah mereka.Warga enam desa
yang berunjuk rasa itu berasal dari Desa Kedungbendo, Jetis Kidul, dan
Mangunharjo di Kecamatan Arjosari serta Desa Kebondalem, Gedangan, dan
Ngerso di Kecamatan Tegalombo………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT
25 APRIL 2008, HAL. 22
PEMBALAKAN LIAR: NILAI EKONOMIS KAYU DIPERKIRAKAN RP.18 MILIAR
Sekitar 11.000 batang kayu meranti olahan yang
ditemukan Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat atau Sporc Kalimantan Barat
di Taman Wisata Alam Asuansang ditengarai juga berasal dari pembalakan
liar di TWA Melintang dan TWA Gunung Dungan. Harga jual kayu dengan
volume lebih dari 1.000 meter kubik itu diperkirakan mencapai Rp 18
miliar saat diselundupkan ke Sematan, Malaysia……….BACA
SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 25 APRIL 2008, HAL. 23
DUNIA SAKIT KARENA KERUSAKAN BIODIVERSITAS
Dunia akan menanggung risiko besar apabila
negara-negara tidak melindugi biodiversitas (keanekaragaman hayati).
Pasalnya, keanakaragaman hayati menjadi sumber obat untuk membuat
antibiotik, antivirus, maupun obat degeneratif. "Dunia akan sakit
apabila biodiversitas dunia rusak, hilang, akibat ulah manusia," kata
Direktur Eksekutif Badan Lingkungan Hidup PBB (UNEP) Achim
Steinerdi….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT, 25 APRIL 2008
HAL.7
STATUS LUMPUR LAPINDO MENGAMBANG
Menjelang dua tahun peristiwa semburan lumpur di
Sidoarjo, Jawa Timur. Sepanjang waktu itu pula status luapan lumpur
panas yang telah meluluhlantakkan kawasan Banjar Panji 1, Renokenongo,
Desa Siring, dan sekitarnya, itu belum bisa diputuskan oleh pemerintah.
Yang terjadi justru kesimpangsiuran, lantaran sebagian ahli mengatakan
peristiwa itu terjadi akibat fenomena alam (mud volcano) dan sebagian
lagi mengatakan akibat kelalaian manusia (human error). Timbul
pertanyaan, sampai kapan status mengambang seperti itu
dibiarkan?………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 24 APRIL
2008, HAL. 4
BUMI SEMAKIN MERANA
Sebelum digelar Konferensi PBB tentang Perubahan
Iklim di Bali, pertengahan Desember 2007, hampir semua pejabat dan para
istri mereka sibuk berkampanye pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Acara seremonial menanam pohon dilakukan di banyak tempat dengan target
berjuta-juta pohon.Banyak pihak sudah menduga, setelah acara perhelatan
konferensi dunia di Bali itu usai maka usai pula hura-hura menanam
pohon. Dugaan itu terbukti benar. Kampanye menanam pohon ternyata hanya
sebatas retorika, yang jadi berita justru tetap merajalelanya
pembabatan pohon dan penyelundupan kayu hasil penebangan liar……BACA
SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 24 APRIL 2008, HAL. 4
PENURUNAN TANAH: BANDARA SOEKARNO-HATTA BISA TERANCAM
Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM) tidak bisa memastikan Bandara Internasional
Soekarno-Hatta aman dari penurunan permukaan tanah. Badan itu
menegaskan bandara internasional itu bisa saja termasuk kawasan yang
mengalami penurunan tanah, sebagaimana yang terjadi pada beberapa
tempat di Jakarta………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 24
APRIL 2008, HAL. 8
PRESIDEN KECEWA KINERJA KABAN
Peresiden Susilo Bambang Yudhoyono kecewa
terhadap Menteri Kehutanan Malem Sambat Kaban yang tak kunjung
menyelesaikan perijinan bagi status kawasan hutan untuk rencana tata
ruang dan wilayah (RTRW) Provinsi Kalimantan Tengah. Meski begitu, dia
berharap belum turunnya izin semata-mata karena RTRW Provinsi
Kalimantan Tengah masih diteliti, dirapikan, dan dipastikan baik oleh
Departemen Kehutanan….BACA SELENGKAPNYA, TEMPO, JUMAT, 25 APRIL 2008
HAL.A8

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH