KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KEBAKARAN MELUAS KE HUTAN RAWA GAMBUT
Kebakaran hutan di Sumatera Selatan meluas hingga ke hutan rawa gambut. Di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, kebakaran telah menyebar ke hutan rawa gambut Merang-Kepahiyang yang luasnya mencapai 250.000 hektar. Berdasarkan pantauan, Minggu (27/8), api merembet di hutan rawa gambut yang tebalnya antara satu sampai tiga meter itu. Hingga pukul 15.00 asap pekat tampak di sekeliling hutan hingga mengganggu jarak pandang…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. 1
BUTUH 120 TAHUN ATASI LAHAN KRITIS
Upaya merehabilitasi lahan kritis di Indonesia sejauh ini hanya mampu menjangkau sekitar 600.000 hektar dari target 1 juta hektar yang ditetapkan melalui gerakan penghijauan sejak tahun 2003. Jika realisasi ini menjadi patokannya, dibutuhkan waktu 100 tahun bahkan hingga 120 tahun guna mengatasi 59,2 juta hektar lahan kritis di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban seusai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Departemen Kehutanan (Dephut) dan Majelis Utama Desa Pakraman (Desa Adat) Bali…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. 24
KEBAKARAN LAHAN: JEPANG BANTU PENGUATAN MASYARAKAT
Universitas Palangkaraya bekerja sama dengan Universitas Hokkaido dan Japan International Cooperation Agency memulai program penguatan masyarakat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan pada September mendatang. Program itu mundur dari jadwal semula, Mei-Juli lalu karena faktor pendanaan. …..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. 24
PENGELOLAAN SAMPAH : WARGA BELUM IZINKAN PEMBONGKARAN TPST BOJONG
Rencana PT Wira Guna Sejahtera atau WGS memindahkan mesin-mesin Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST Bojong sampai Senin (28/8) kemarin belum terlaksana. Warga Bojong masih belum mengizinkan aparat Kecamatan Klapanunggal dan karyawan WGS membuka blokade jalan ke kompleks TPST Bojong…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. 26
SEMBURAN SULIT DISTOP
Volume semburan lumpur dan gas di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, cenderung meningkat. Fenomena ini, menurut sejumlah geolog, semakin menunjukkan bahwa peristiwa itu terkait dengan mud vulcano. Jika pendapat ini benar, maka tidak ada satu teknologi pun yang bisa menghentikan semburan lumpur tersebut. Sejak menyembur pertama kali pada 29 Mei 2006, semburan lumpur panas berikut gas di Desa Siring, Kecamatan Porong, tidak juga mengecil. Bahkan, pada 26 Agustus lalu tinggi semburan mencapai 40-50 meter…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. 15
4 PERUSAHAAN TERSANGKA PEMBAKAR HUTAN
Empat perusahaan yang beroperasi di Provinsi Riau akan ditetapkan sebagai tersangka kebakaran hutan menyusul terjadinya peristiwa itu dalam beberapa pekan terakhir ini. Menurut Kepala Penyidikan Lingkungan Hidup Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) Dasrul Chaniago nama-nama perusahaan itu baru akan dilaporkan kepada Menteri Negara Lingkungan Hidup…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 28 AGUSTUS 2006, HAL. 1
PENGALIRAN LUMPUR KE LAUT HARUS PENUHI STANDAR
Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) tidak keberatan lumpur panas Lapindo Brantas dialirkan ke laut sebagai alternatif terakhir untuk menghindari kerusakan dan kerugian yang lebih parah di daratan. Namun, lumpur yang dialirkan ke laut harus diproses lebih dulu dan memenuhi standar yang ditetapkan. Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi dengan jarak buang yang cukup jauh dari pantai, lumpur yang sudah diproses itu diharapkan tidak merusak lingkungan kawasan pesisir…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 28 AGUSTUS 2006, HAL. 6
SEMBURAN LUMPUR PANAS MENINGKAT DAN BERBAHAYA
Semburan lumpur panas pascaledakan di sumur eksplorasi Banjarpanji-1, Siring, Porong, Sidoarjo, menunjukkan peningkatan dan kadar gas hidrogen sulfida (H2S) yang disemburkan di titik pusat semburan mencapai 15-20 ppm. Menurut Dody Iskandar, petugas H2S Safety Engineering PT Lapindo Brantas dari alat detektor diketahui kadar gas H2S yang ikut disemburkan material lumpur masih cukup pekat dan membahayakan keselamatan jiwa…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 28 AGUSTUS 2006, HAL. 19
LUMPUR LAPINDO DIBUANG KE BEKAS GALIAN PASIR
Rencana pemerintah membuang lumpur porong ke selat Madura danbekas galian pasir di Ngoro Mojokerto semakin matang karena survei telah dilakukan dan izin dari pemerintah juga sudah diperoleh. Kementerian Lingkungan Hidup memberikan persetujuan lewat surat bernomor B-4775/Dep. LH VIII/08/2006 yang ditandatangani oleh Yanuardi Rasudin Deputi IV Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. A2
NEWMONT PERLUAS LUBANG TAMBANG: BAPEDAL DAERAH KHAWATIR KEKERINGAN SELAMA 100 TAHUN
PT Newmont Nusa Tenggara akan memperlebar pit atau lubang tambangnya di Batu Hijau kecamatan Jereweh dan Sekokang. Menurut juru bicara Newmont Nusa Tenggara Kasan Mulyono lubang tambang diperdalam dan diperluas untuk membuka jalan yang mempermudah operator mengambil material tambang…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. A6
POLISI TANGKAP 58 PEMBAKAR HUTAN
Kepolisian Daerah Riau menangkap 58 orang yang diduga kuat terlibat dalam pembakaran hutan di sepuluh kabupaten di Riau. Menurut Kepala Humas Polda Riau AJun Komisaris Zulkifli penangkapan itu diharapkan bisa mengungkap siapa saja yang terlibat…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. A8
LOKASI SEMBURAN LUMPUR AMBLES
Semburan lumpur panas yang terjadi selama tiga bulan terakhir membuat permukaan tanah di sekitar pusat semburan lumpur mengalami penurunan atau ambles atau deformasi. Setelah melakukan pengukuran, Ikatan Ahli Geologi Indonesia menyimpulkan permukaan tanah ambles rata-rata lima sentimeter setiap tiga pekan..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. 5
TITIK API PADAM 2 SEPTEMBER, PEMERINTAH MEMULAI HUJAN BUATAN

Peemrintah menjanjikan kepada dunia internasional bahwa seluruh titik api (hot spot) di wilayah Sumatra dam Kalimantan yang menyebabkan asap pekat dapat dipadamkan sebelum 2 September 2006………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. 1

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH