KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMBERANTASAN PEMBALAKAN LIAR, BAGIR ANCAM PECAT HAKIM YANG MAIN MATA

Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan menginstruksikan para hakim agar mendukung pemberantasan pembalakan liar di seluruh Indonesia. Dia bahkan mengancam akan memecat hakim yang "main mata" dalam kasus ini. "Bulan ini kita dengar berita tentang polisi menemukan kayu hasil illegal logging ribuan kubik, saya minta diproses sebaik-baiknya," katanya kemarin….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU, 14 MEI 2008, HAL. A2

POLISI RIAU MEMBENARKAN BERITA KORAN TEMPO

Seorang penyidik dari Kepolisian Daerah Riau dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan PT Riau Andalan Pulp and Paper melawan Koran Tempo kemarin. Ia membenarkan pemberitaan Koran Tempo yang menyebutkan bahwa Polda Riau menangkap 25 truk pengangkut kayu ilegal dan menyita 20 hektare dari 1.700 hektare lahan kayu. "Di RAPP sendiri ada yang kami segel dan sita," kata Kepala Satuan I Polda Riau Ajun Komisaris Besar Polisi Hersadwi Rusdiono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin. ….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU, 14 MEI 2008, HAL. A3

KASUS ALIH FUNGSI LAHAN BINTAN : KPK PERIKSA DUA ANGGOTA DPR

Komisi Pemberantasan Korupsi kemarin memeriksa dua anggota Komisi Kehutanan dan Pertanian Dewan Perwakilan Rakyat dalam kasus dugaan suap alih fungsi hutan. Mereka adalah anggota Fraksi Partai Amanat Nasional, Sudjud Siradjudin, dan anggota Fraksi PDI Perjuangan, Wowo Ibrahim. "Sudjud diperiksa terkait dengan kasus suap Al-Amin Nur Nasution," kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., di gedung KPK, Jakarta, kemarin. Kedua anggota DPR itu diperiksa terkait dengan kasus alih fungsi hutan mangrove untuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-api di Banyuasin, Sumatera Selatan. Kasus ini juga menyeret anggota Fraksi Partai Demokrat Sarjan Tahir sebagai tersangka. KPK sebelumnya telah memeriksa aparat pemerintahan pusat dan daerah sebagai saksi terkait dengan kasus ini. Pemeriksaan ini dilakukan di Palembang. "Kami juga mencari alat bukti ke Palembang," kata dia….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU, 14 MEI 2008, HAL. A6, BERITA TERKAIT : PERKARA PEMBALAKAN LIAR YANG KE PENGADILAN HANYA SEDIKIT….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 14 MEI 2008, HAL. 4


LAGI, SUMUR BOR ILLEGAL DISEGEL

Pemerintah DKI Jakarta menyegel dua sumur bor milik Hotel Nikko di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, karena dianggap ilegal. Kepala Subdinas Pengendalian Pertambangan Dinas Pertambangan DKI Jakarta Imam Sudjono mengemukakan sumur pertama disegel karena meterannya rusak sehingga air tanah yang diambil tidak bisa dihitung. Sumur kedua walau tidak digunakan tetap disegel. Sebab, hotel itu belum memiliki sumur pantau. Padahal sumur pemantau harus dibangun untuk memantau tingkat eksploitasi air tanah jika sebuah gedung memiliki minimal empat sumur bor….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU, 14 MEI 2008, HAL. A15

PRESIDEN MINTA SUMBER ALAM DIMANFAATKAN DENGAN BAIK

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh warga Sulawesi Barat dan para pemimpin daerahnya untuk bekerja lebih keras guna mengejar ketinggalan pembangunan dari propinsi lain. "Jika memang pembangunannya belum maju semuanya, jadikan sebagai cambuk dan pemicu untuk lebih giat lagi menjalankan program-program pembangunan," kata Presiden dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, RABU, 14 MEI 2008 HAL.1



PENCEMARAN : PULUHAN WARGA KERACUNAN GAS KIMIA

tyle="MARGIN: 0cm 0cm 0pt" align="justify">
Puluhan warga Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten, kembali mengalami keracunan setelah mengisap gas kimia. Hingga Selasa (13/5), beberapa warga masih dirawat di rumah sakit, sedangkan puluhan lainnya menjalani rawat jalan. Menurut penuturan sejumlah warga, keracunan itu terjadi pada Senin malam lalu. Saat itu, warga tiba-tiba menghirup bau menyengat hingga membuat mereka mengalami pusing, mual, muntah, dan badan lemas. Bahkan beberapa warga di Lingkungan Kramat sempat pingsan. Dari pemeriksaan para karyawan itu diketahui bahwa keracunan terjadi karena pabrik kimia tersebut mengalami gagal produksi. Saat itu, para pekerja tengah mencampur cairan formalin dengan urea untuk membuat lem kayu. Namun, sebelum pencampuran sempurna, suhu tabung reaktor naik menjadi 98 derajat.