KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KEBAKARAN LAHAN: HUJAN BUATAN BANTU PADAMKAN API
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman didampingi Komandan Pangkalan Udara Pekanbaru Kolonel (Pnb) Bonar Hutagaol memimpin langsung upaya modifikasi cuaca di atas tujuh titik api di Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (29/8). Modifikasi cuaca atau lebih dikenal dengan sebutan hujan buatan, kemarin, merupakan hari pertama dari satu periode pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang kian meluas di Sumatera, terutama di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Upaya ini dilakukan dengan Hercules C-130 milik Skuadron Udara Pangkalan………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 AGUSTUS 2006, HAL. 1
LUMPUR RENDAM TOL LAGI, F-PKB DESAK PEMERINTAH BERTINDAK TEGAS
Lumpur panas kembali merendam Jalan Tol Surabaya Gempol setelah salah satu sisi Timur, Selasa (29/8), akibat jalan tol terendam sepanjang 500 meter dengan ketinggian 10-30 sentimeter, terjadi kemacetan parah sepanjang lebih dri 17 kilometer sehingga pintu tol ditutup total seharian…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 AGUSTUS 2006, HAL. 15. BERITA TEKAIT: TANGGUL JEBOL, LUMPUR MASUK TOL, REPUBLIKA, RABU 30 AGUSTUS 2006, HAL. 5; TOL SURABAYA-GEMPOL TERGENANG, SEMBURAN LUMPUR MAKIN MENGUAT, MEDIA INDONESIA, RABU 30 AGUSTUS 2006, HAL. 16
GEMPA TEKTONIK: TSUNAMI TIDAK TERJADI DI TUAL
Peringatan dini tsunami akibat terjadi gempa di barat daya Tual, Maluku Tenggara yang disiarkan melalui televisi nasional, Selasa (29/8) malam, membuat warga setempat panik. Gempa tersebut tidak dirasakan semua warga Tual. Wakil Kepala Resor (Polres) Maluku Tenggara, Komisaris Bondan Wijaksono mengatakan gempa memang dirasakan warga Tual, tetapi guncangannya tidak keras. Namun, hingga berita ini diturunkan warga tidak menyaksikan adanya gejala tsunami….. BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 AGUSTUS 2006, HAL. 15. BERITA TERKAIT: GEMPA GUNCANG SEJUMLAH DAERAH, MEDIA INDONESIA, RABU 30 AGUSTUS 2006, HAL.16
KARST KUTAI TIMUR SIMPAN HEWAN ENDEMIK
Kawasan kapur atau karast di Kabupaten kapur atau di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim), menyimpan banyak peninggalan prasejarah menjadi habitat sejumlah hewan endemik, dan merupakan daerah tangkapan air yang sangat penting. Namun, berbagai ancaman perusak terus menghantui….. BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 AGUSTUS 2006, HAL. 24
LONGSOR DI KAKI GUNUNG LAWU
Bencana tanah longsor melanda daerah terpencil di kaki Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). Sebanyak 152 warga Dusun Tasin, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, sekitar 30 kilometer dari kota Karanganyar hingga Selasa (29/8) terpaksa diungsikan ke tempat aman, menyusaul tanah longsor yang terjadi Senin lalu di desanya itu…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 AGUSTUS 2006, HAL. 24
LAHAN GAMBUT: HARAPAN PANGAN DARI KAWASAN YANG TERBELANGKALAI
Jika tak ada aral melintang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (30/8) ini berkunjung ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kateng). Ini adalah kunjungan pertamanya ke Provinsi tersebut…………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 30 AGUSTUS 2006, HAL. 23
PEMBUANGAN LUMPUR PANAS KE MOJOKERTO DIHENTIKAN
Uji coba pembuangan lumpur dari kolam penampungan lumpur tiga dan empat menggunakan dump truck ke bekas tambang pasir Ngoros, Mojokerto dihentikan karena belum mendapat izin dari Bupati Mojokerto, Achmady. "Kami stop dulu pembuangan lumpur menggunakan dump track ke Ngoro, sambil menunggu izin dari KLH keluar dan sosialisasi kepada masyarakat sekitarnya," ujar Kepala Divisi Humas Lapindo Brantas, Yuniwati Terryana di Sidoarjo, Senin (28/8)……. BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. 19
LAHAN KRITIS DI INDONESIA MENCAPAI 59 JUTA HEKTARE
Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban mengatakan lahan kritis di indonesia saat ini mencapai 59 juta hektare (HA). Sedangkan peemrintah dalam tahun 2007 menargetkan 3 juta ha lahan kritis tersebut bisa ditanami kembali atau direhabilitasi. "Kalau dalam satu tahun setiap satu juta hektare lahan kritis dapat direhabiltasi, maka dalam 60 tahun ke depan persoalan lahan kritis sudah bisa diatasi," ujar Menhut saat penandatangani kerja sama (Memorandum of Understanding-MoU) dengan Gubernur Bali, Dewa Made Beratha, di Denpasar, Senin (28/8)….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 28 AGUSTUS 2006, HAL. 19
KEBAKARAN LERENG MERBABU MELUAS
Kebakaran huitan lereng Gunung Merbabu yang bersumber dari petak 34 Resort Pemamgku Hutan (RPH) Kekokan. Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara yang terjadi hari Minggu (27/8) sekitar pukul 09.00 WIB semakin meluas…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. 4
DEGRADASI LINGKUNGAN PESISIR KIAN MENCEMASKAN
Pertumbuhan ekonomi yang pesat berpengaruh nagi lingkungan pesisir. Degradasi lingkungan semakin meningkat akibat dampak dari berbagai kegiatan industri dan permukiman. Kerusakan pesisir terus terjadi karena lebih dari 65 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir yang membentang sepanjang 95.181 kilometer, dan lebih dari 80 persen industri juga berada di wilayah pesisir… BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. 6
RINGKUS CUKONG PEMBAKARAN HUTAN
Aparat penegak hukum harus mering
kus cukong yang menyeluruh warga masyarakat membakar lahan dan hutan di Sumatera dan Kalimantan. Tindakan ini harus dilakukan untuk membuktikan keseriusan pemerintah dalam menangani kebakaran hutan yang berlangsung setiap tahun, kata Direktur Indonesian Centre for Environmental LAW (ICEL) Indor Sugiantoro kepada Pembaruan, Selasa (29/8) pagi di Jakarta………..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 29 AGUSTUS 2006, HAL. 1
HUJAN ANCAM SIDOARJO
Hujan diperkirakan akan mengguyur kawasan Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) sekitar akhir Oktober. Stasiun Klimatologi Karangploso pada Badan Meteorologi dan Geofisika di Malang memproduksi awal hujan itu pada 10 hari ketiga Oktober hingga 10 hari kedua November itu………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 30 AGUSTUS 2006, HAL. A8
ASAP TEBAL SELIMUTI TRANS-KALIMANTAN
Trans Kalimantan ruas Palangkaraya menuju Banjarmasin di kilometer 34 dan 36 diselimuti asap tebal, akibat kebakaran lahan gambut. Jarak pandang hanya 100-200 meter. Petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (Kalteng) berupaya memadamkan api di lahan kebakaran yang mencapai 50 hektare itu……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 30 AGUSTUS 2006, Hal. A8
HAK PEMBAKARAN HUTAN
Hutan yang terbakar di Sumatera dan Kalimantan pada 2006 diperkirakan mencapai 52 ribu hektare. Pembakaran hutan, sulit dipungkiri amat berkorelasi dengan kepentingan perusahaan membuka lahan. Kata Elfian direktur Greenomics Indonesia, satu hektare lahan yang akan dikonversi ke Hutan Tanaman Industri (HTI) memuat sedikitnya 59 persen tegakan kayu. ereka harus dipapas. "Jalan termudah dan bermurah adalah membakarnya," kata Elfian……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 30 AGUSTUS 2006, HAL. 2

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH