KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

AMDAL PRASYARAT ADMINISTRASI

Meskipun syarat pemenuhan analisis mengenai dampak lingkungan diberlakukan, kerusakan dan ancaman kerusakan lingkungan terus bermunculan. Penyebabnya antara lain analisis mengenai dampak lingkungan diperlakukan hanya sebatas prasyarat administrasi pada rantai investasi. Menurut aktivis lingkungan yang pernah menjadi anggota komisi penilai amdal, Chalid Muhammad amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) hanya menjadi instrumen kompromi pemerintah dengan investasi………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 27 MEI 2008, HAL. 13

PRODUK RAMAH LINGKUNGAN DIAPLIKASIKAN

Untuk pertama kalinya gas pendingin ruangan yang ramah lingkungan atau tidak merusak ozon buatan dalam negeri diaplikasikan perusahaan peti kemas.Dalam acara pelatihan penggantian gas pendingin yang bersifat merusak ozon ke gas pendingin yang ramah lingkungan, Senin (26/5) di Jakarta, Manajer Pemasaran Produk Gas-gas Domestik Pertamina Agus Nugroho mengatakan, Pertamina mulai mengembangkan hidrokarbon itu sejak 1998 di kilang minyak Plaju, Sumatera Selatan. Namun, produk gas hidrokarbon yang kemudian diberi nama MUSIcool itu baru diluncurkan pada 2005………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 27 MEI 2008, HAL. 14

PERUBAHAN IKLIM : G-8 HANYA TARGETKAN PENGURANGAN EMISI TAHUN 2050

Kekhawatiran banyak pihak atas komitmen negara-negara maju terkemuka untuk segera mengatasi pemanasan global terbukti pada pertemuan para menteri lingkungan negara- negara G-8 di Kobe, Jepang.Pada pertemuan mereka, Senin (26/5), para menteri G-8 itu (Jepang, AS, Jerman, Perancis, Inggris, Rusia, Kanada, dan Italia) hanya mendesak para pemimpin mereka menyepakati target global, yaitu mengurangi emisi gas rumah kaca setengahnya dari 1990, pada tahun 2050 mendatang………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 27 MEI 2008, HAL. 11


20 HEKTARE LAHAN GAMBUT TERBAKAR

Sekitar 20 hektar lahan gambut di Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, terbakar selama empat hari terakhir. Penyebabnya belum diketahui, apakah terkait pembakaran lahan atau akibat peningkatan suhu di lahan tersebut. Menurut Kepala Bagian Usaha Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Sudiyono lokasi kebakaran berada di sekitar hutan lindung gambut………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 27 MEI 2008, HAL. 23


POPULASI IKAN DI TAMAN NASIONAL SENTARUM MENURUN

Penangkapan ikan secara berlebihan (overfishing) yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir mengakibatkan populasi ikan di Taman Nasional Danau Sentarum, Kalimantan Barat, menurun drastis. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kelestarian ikan terancam, usaha penangkapan ikan warga pun menjadi berkurang……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 27 MEI 2008, HAL. 23

LUMPUR LAPINDO : SEDIMENTASI KALI PORONG MAKIN PARAH

Sedimentasi atau pengendapan lumpur Lapindo yang dibuang ke Kali Porong kini semakin parah dan mengkhawatirkan. Namun, Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo tidak terlihat melakukan penanganan apa pun untuk mengatasi sedimentasi tersebut.Dari pemantauan di lapangan, Senin (26/5), ketinggian endapan lumpur dari pipa pembuangan utama di Desa Pejarakan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, telah melebihi kedalaman kali………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 27 MEI 2008, HAL. 23


JOGYA MAGASA MINING JAMIN KETERBUKAAN PROSES AMDAL

Pengeksplorasi tambang pasir besi di pesisir Kulon Progo, DI Yogyakarta, PT Jogja Magasa Mining, menjamin, proses penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan akan dilakukan secara terbuka. Semua pihak dapat berpartisipasi dalam mengawasi proses yang akan menentukan keberlanjutan proyek senilai 600 juta dollar AS itu………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 27 MEI 2008, HAL. 24


IRONI PEMILIK KEANEKARAGAMAN SUMBER DAYA HAYATI

Kekayaan keanekaragaman Hayati yang ada masih belum juga mampu dimanfaatkan bagi kesejahteraan rakyat. Keanekaragaman itu juga masih terbatas pada penemuan spesies baru saja. "Padahal kekayaan sumberdaya hayati itu mestinya bisa mensejahterakan rakyat," ujar Aca Sugandhy ilmuawan yang pernah menjabat Asisten Menteri I LH/Deputi I Bapedal pada diskusi panel bertajuk ‘Sumebrdaya Hayati dan Pertanian: Mengapa Potensi Hayati Belum Termanfaatkan,’ akhir pekan lalu…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 27 MEI 2008, HAL. 17


BERKAS PERKARA PEMBALAK KAYU LIAR RIAU MACET

Sebanyak 19 berkas perkara kasus pembalakan kayu liar yang dilakukan 14 perusahaan pengelolaan hutan di Provinsi Riau "macet" di tangan penyidik Kepolisian Daerah Riau. Alasannya, berkas yang dikembalikan oleh Kejaksaan Tinggi Riau masih diperbaiki polisi……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 27 MEI 2008, HAL. A8


HUTAN MENCIUT

Luas hutan di Jawa Barat semakin berkurang. Peneliti dari Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran Bandung, Chay Asdak, mengatakan, berdasarkan pantauan satelit, hutan yang tersisa tidak lebih dari 10 persen. Angka ini jauh lebih kecil daripada data yang ada, yaitu 22 persen……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 27 MEI 2008, HAL. A9


MINARAK LAPINDO DIMINTA SEGERA BAYAR TANAH

PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), harus membayar 80 persen pembayaran lahan milik warga yang menjadi korban semburan lumpur panas. Hal ini ditegaskan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, yang juga Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). "Masalah pembayaran ini menjadi tugas PT. Lapindo. Sesuai dengan janjinya, Lapindo harus membayar akhir bulan ini. Waktu saya tegaskan, mereka menyanggupi akan membayar 28 Mei sebanyak 80 persen sisanya pembayaran," katanya dalam rapat BPLS dengan Tim Pengawas Lumpur Sidoarjo (TP2LS) DPR… BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SELASA, 27 MEI 2008, HAL. 3


PEMBANGUNAN TAMAN KOTA KURANG PEKERJA

Rencana Pemerintah Kota Tangerang menata taman senilai Rp 1,2 miliar terhambat. Pasalnya, jumlah tenaga kerja yang dimiliki Subdinas Pertamanan Dinas Tata Kota, kurang. "Sebenarnya anggaran tahun ini ada sebesar Rp 1,2 miliar. Namun jumlah tenaga kerja kami terbatas, "tutur Kepala Dinas Tata Kota, Roostiwie…BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SELASA 27 MEI 2008, HAL. 12


G8 SEPAKAT REDUKSI EMISI KARBON TAHUN 2050

Para menteri lingkungan negara-negara G8 sepakat menetapkan target global reduksi emisi karbon pada tahun 20
50. Besaran target itu sendiri akan dibahas lebih lanjut Juli mendatang di Toyako, Jepang… BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SELASA 27 MEI 2008, HAL. 14

Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH