KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PARU-PARU DUNIA ITU RUSAK
Dalam 20 tahun terakhir, luasan hutan alam di Provinsi Riau berkurang 56,8 persen. Jika dirata-rata, setiap tahun Riau kehilangan 182.140 hektar hutan alam atau setiap bulan 15.178 hektar. Bahkan, data dari World Wild Fund, akhir 2005 hutan yang tersisa tinggal 33 persen dari luas daratan Riau atau hanya 2,743 juta hektar (National Geographic Indonesia, Oktober 2007).Kini, meski Bupati Tengku Azmun Jaafar sedang diadili di Pengadilan Khusus Tindak Korupsi Jakarta, truk penuh muatan kayu masih tetap menjadi pemandangan sehari-hari rakyat Pelalawan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 29 MEI 2008, HAL. 5
 
LINGKUNGAN : KEBUN SAWIT ANCAM USAHA PERIKANAN DI SENTARUM
Ekspansi 18 perkebunan sawit yang menguasai 348.394 hektar lahan di kawasan penyangga Taman Nasional Danau Sentarum atau TNDS, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dinilai mengancam hancurnya sektor perikanan. Padahal, perikanan menjadi usaha utama 10.000 nelayan dan 40 penangkar ikan arwana merah (Schleropages formosus). Perkebunan sawit menggunakan banyak pupuk dan pestisida, yang bisa mencemari air Danau Sentarum……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 29 MEI 2008, HAL. 22
 
TINDAK PEMBAKAR LAHAN
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kapolda Kalteng) Brigjen Pol Dinas menegaskan pihaknya akan menindak tegas setiap pembakar lahan maupun tanah kapling saat memasuki musim kemarau yang bisa membuat udara tertutup kabut asap tebal. Ia menegaskan tindakan tersebut diambil karena sudah ada perda tentang larangan pembakaran lahan, kaplingan maupun pekarangan oleh pemerintah provinsi………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 28 MEI 2008, HAL. 9
 
MENJUJU KOTA DEPOK YANG RAMAH LINGKUNGAN
Begitu banyaknya perniagaan di sepanjang jalan Margonda Raya lalu lintas pun kian padat. Kondisi ini memaksa pemerintah kota berkoordinasi dengan pemerintah provinsi melebarkannya. Lagi-lagi Wali Kota Nur Mahmudi Ismail, berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat, termasuk dengan Ahmad Heryawan agar mengalokasikan anggaran pelebaran kembali Margonda Raya. Menarik hal yang diutarakan Wali Kota, selain mengungkapkan kemacetan lalu lintas, dia pun ingin membangun jalur hijau di Jalan Margonda Raya. Ini penting untuk digarisbawahi karena bukan tidak mungkin Depok masuk perangkap pada persoalan yang sama dengan kota yang disangganya, Jakarta………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 28 MEI 

Sumber:
Perpustakaan KLH