KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TATA RUANG : KEPENTINGAN EKONOMI JADI PENENTU

Tata ruang yang sudah disusun dengan baik dengan memperhitungkan mitigasi bencana sering kali dikalahkan kepentingan ekonomi. Jika ada potensi ekonomi yang lebih besar, faktor-faktor lain, termasuk kemungkinan terjadinya bencana, sering kali diabaikan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 JUNI 2008, HAL. 14

SATWA LANGKA : BERUANG MASUK DAPUR RUMAH WARGA DI SOLOK

Dua beruang madu masuk ke dapur rumah karyawan PT Perkebunan VI Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (1/6) sekitar pukul 03.00. Kedatangan beruang itu meresahkan warga setempat.Beruang yang berukuran sebesar kambing besar itu merusak dinding papan menuju dapur dan menghabiskan makanan di situ. Ulah beruang sudah terjadi sejak Rabu (28/5). Rangkaian kedatangan satwa yang diduga sudah dewasa itu baru pertama kali dialami warga setempat……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 JUNI 2008, HAL. 23


BANJIR DI PALU : TUJUH DESA TERENDAM RIBUAN WARGA TERISOLASI

Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Bungku Utara dan sejumlah desa di Kecamatan Mamo Salato, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, terendam banjir dengan ketinggian antara satu-empat meter. Sebanyak 2.991 jiwa dikabarkan terisolasi akibat putusnya sejumlah jembatan dan luapan air dari tiga sungai. Wilayah yang terendam banjir adalah lokasi sama yang diterjang banjir bandang Juli tahun lalu……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 JUNI 2008, HAL. 24

BANJIR BANDANG BANJARMASIN : 1400 KEHILANGAN TEMPAT TINGGAL

Hujan deras yang terjadi sejak Sabtu lalu hingga kemarin mengakibatkan banjir bandang yang merendam dua kabupaten di Banjarmasin. Sebanyak 706 rumah yang dihuni 1.400 jiwa di Desa Asam-asam dan Desa Jorong, Kabupaten Tanah Laut , terendam air setinggi 2 meter. Satu jembatan yang menghubungkan ke Desa Asam-Asam roboh. Robohnya jembatan itu akibat meluapnya Sungai Asam-asam……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 2 JUNI 2008, HAL. A8

KALPATARU DIBERIKAN KEPADA 12 ORANG/KELOMPOK

Tahun ini 12 orang/kelompok akan menerima penghargaan Kalpataru 2008. Penghargaan Kalpataru diberikan kepada seseorang atau kelompok masyarakat yang telah menunjukkan kepeloporan dan memberikan sumbangsih dalam memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup.Rinciannya adalah 5 sebagai Perintis Lingkungan, 3 orang Pengabdi Lingkungan, 3 kelompok Penyelamat Lingkungan, dan 1 orang Pembina Lingkungan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 31 MEI 2008, HAL. 13

KONDISI AIR INDIKATOR TATA RUANG

Kondisi air merupakan indikator kondisi tata ruang suatu wilayah, baik dari soal intensitas, yang menyebabkan banjir atau kekeringan, maupun kualitasnya, mengandung polutan atau sedimen. Dari indikator ini, hampir semua wilayah di Indonesia sebenarnya menunjukkan ada persoalan tata ruang…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 31 MEI 2008, HAL. 13

DEBIT
AIR CITANDUY TURUN : 8714 HA SAWAH TERANCAM

Sedikitnya 8.714 hektera (ha) sawah di daerah aliran sungai (DAS) Citanduy khususnya di Kecamatan Sidareja dan Cihaur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), kini terancam kekeringan akibat kemarau yang berdampak pada turunnya debit air Citanduy sebesar 4 m3 per detik sejak sepekan terakhir. Menurut Kasi Operasional Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Serayu-Citanduy, Sarwono dalam kondisi normal, debit air di DAS Citanduy adalah 20 m3 per detik. Dengan datangnya kemarau, debit air menurun tinggal 16 m3 per detik…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 31 MEI 2008, HAL. 8

GERAKAN LINTAS AGAMA PEDULI LINGKUNGAN

Kebersihan adalah sebagian dari iman, dan sebagai komunitas yang berbasis agama kita harus peduli lingkungan, mulai dari hal yang terkecil, yaitu sampah. Ini adalah imbauan bijak dari Gerakan Iman Peduli Jakarta (Gempita) di awal diskusi yang membahas lingkungan hidup dan sampah, di Jakarta. Anggota Gempita, Romo Andang L Binawan, SJ mengajak beragam kelompok agama sebagai bagian dari masyarakat untuk menghadapi permasalahan sampah secara serius dan diaplikasikan dalam tindakan nyata…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 31 MEI 2008, HAL. 18

Sumber :

KBUA Perpustakaan KLH