KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KOMPOR BIOGAS RAMAH LINGKUNGAN

Semakin terjepitnya masyarakat menengah ke bawah karena mahalnya bahan bakar minyak dari hari ke hari menjadikan Dr Muhammad Nurhuda (44) tergerak mencari solusi pemanfaatan energi yang mudah dan murah bagi masyarakat. Setelah melakukan uji coba selama sebulan, dosen Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, tersebut berhasil menemukan kompor biomas ramah lingkungan. Kompor biomas ramah lingkungan ini tidak berbahan bakar minyak, namun berbahan bakar kayu, plastik, atau sampah dan dedaunan kering lainnya. Bahan-bahan ini dibakar dalam kompor biomas tersebut dan nyaris tidak menimbulkan asap yang berarti…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA, 17 JUNI 2008, HAL. 14

DITEMUKAN SPESIES BARU IKAN AIR TAWAR

Peneliti ikan dari Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Fadly Y Tantu dan Jusri Nilawati, menemukan beberapa spesies ikan air tawar yang berasal dari danau-danau dan sungai-sungai di bagian tengah Sulawesi. Di kawasan Danau Malili saja, ujar Jusri, terdapat 32 jenis ikan endemis, di antaranya lima jenis ikan yang baru ditemukan spesiesnya. Jenis-jenis tersebut meliputi tiga famili Telmatherinidae, yaitu spesies Telmatherina whitelips, T bagangensis, dan T exilis, serta dua famili Gobiidae, yaitu spesies Glossogobius spilii dan Mugilogobius flavus. Jenis-jenis ikan ini merupakan hasil koleksi dari penelitian yang dipimpin Prof Dr Bambang Soeroto, MSc. Spesies …BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA, 17 JUNI 2008, HAL. 14

PENGUSAHA TELAH BAYAR PENCADANGAN LAHAN HUTAN

Pengusaha telah membayar uang wajib tahunan Otorita Batam untuk pencadangan lahan di hutan lindung Baloi yang akan dikembangkan sebagai kawasan jasa dan tengara (landmark) Kota Batam. Namun, Menteri Kehutanan belum melepas status lahan hutan lindung itu untuk kawasan jasa. Seorang pengusaha, Abidin, Senin (16/6), menuturkan, ia telah mengajukan permohonan pencadangan lahan. Namun, ia tidak tahu lahan yang dicadangkan merupakan kawasan hutan lindung Baloi atau hutan lain …BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA, 17 JUNI 2008, HAL. 23

BUPATI MERANGIN DIDUGA ALIHKAN FUNGSI LAHAN HUTAN

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jambi menuding Bupati Merangin mengalihfungsikan hutan tanpa sepengetahuan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin. "Itu dilakukan Bupati Merangin saat membuka hutan seluas 1.400 hektare pada 2005/2006," kata Arif Munandar, Direktur Eksekutif Walhi Jambi, kepada Tempo. Menurut Arif, Pemerintah Kabupaten Merangin membuka lahan seluas 1.400 hektare untuk penempatan 500 keluarga. "Padahal surat keputusan gubernur hanya menetapkan 500 hektare," ujarnya. Arif menduga Pemerintah Kabupaten Merangin sengaja membuka hutan itu untuk memanfaatkan kayu di kawasan tersebut….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA, 17 JUNI 2008. HAL. A8

AIR BERSIH, MIMPI PANJANG WARGA TANGERANG

Warga mengantre mendapatkan air bersih dari sumur bor untuk masak, cuci, dan kakus. Mereka mengaku tidak pernah mendapat pelayanan air minum dari PDAM. Kebutuhan air bersih di wilayah Kabupaten Tangerang terus meningkat seiring dengan tingginya jumlah penduduk dan berkembangnya wilayah permukiman dan industri Namun, untuk mendapatkan pelayanan air bersih, warga Kabupaten Tangerang saat ini baru bisa bermimpi. Pelayanan air bersih lambat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja (TKR) tidak sanggup melayani kebutuhan warganya. Dari 3,4 juta penduduknya baru 11 persen saja yang sudah menikmati air bersih dengan alasan ketiadaan dana.. ….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA, 17 JUNI 2008, HAL. 10

300 HEKTARE AREAL HUTAN JADI GUNDUL

Sedikitnya 300 hektare areal hutan produk akibat pembalakan liar, di antaranya di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Ciamis. Untuk itu, Polda Jawa Barat akan menambah jumlah personel untuk mengektifkan penangkapan terhadap pelaku dan penadah pembalakan liar di wilayah Kabupaten Ciamis dan sekitarnya…. BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 17 MEI 2008, HAL. 19

Sumber :

KBUA Prepustakaan KLH