KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

HAK HIDUP MASYARAKAT PENTING
Sejumlah wakil masyarakat adat Papua berharap pemerintah jujur dalam melihat dampak eksploitasi sumber daya alam di daerah. Eksploitasi yang katanya untuk menyejahterakan warga justru menyingkirkan eksistensi mereka. Seharusnya, hak hidup masyarakat adalah yang terpenting.Untuk itu, mereka meminta penghentian seluruh izin eksploitasi sumber daya alam (SDA) di Papua hingga terbit peraturan daerah khusus yang disusun partisipatif—berisi perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 26 JUNI 2008, HAL.13
COP 9 KONVENSI BASEL : INDONESIA JANGAN JADI GUDANG LIMBAH BERACUN
Daerah-daerah di Indonesia sangat berpeluang besar menjadi gudang atau tempat penimbunan dan pembuangan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dari seluruh dunia. Jika situasi yang mengkhawatirkan ini terwujud, kondisi lingkungan hidup baik air, tanah, dan udara yang berujung pada memburuknya kesehatan masyarakat Indonesia dapat terjadi dalam waktu singkat……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 25 JUNI 2008, HAL.17
TATA RUANG JAKARTA : KEMBALIKAN KAPASITAS LAHAN
Pengalihan fungsi dan pelanggaran peruntukan lahan di Jakarta yang terus terjadi sampai saat ini membuat Ibukota negara ini menjadi semakin semrawut. Warga pun terpaksa menanggung akibatnya, antara lain menghirup udara yang tercemar dan menderita akibat banjir. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didesak menghentikan pembangunan yang melanggar rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2010, sekaligus mengevaluasinya, serta mendorong pengembalian kapasitas lahan……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 25 JUNI 2008, HAL.12
BEDA PERSEPSI, BAN AMENDMENT ‘DEADLOCK’
Pemberlakuan ban amendment atau larangan total peredaran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) antar negara mengalami jalan buntu (deadlock). Pada sidang hari ketiga Pertemuan para Pihak Ke-9 (COP-9)Konvensi Basel di Nusa Dua, Bali, kemarin, masih banyak yang belum menyetujui amendemen itu, dengan alasan berbenturan kepentingan….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS, 26 JUNI 2008 HAL.9
RP. 3 TRILIUN UNTUK REHABILITASI HUTAN JATENG
Rehabilitasi hutan negara dan hutan mangrove (bakau) yang rusak di Jawa Tengah (Jateng) yang akan diselesaikan pada tahun ini menelan anggaran lebih dari Rp 3 triliun. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jateng, Sri Puryono KS, rehabilitasi 15.000 hektare (ha) hutan negara yang rusak di Jateng akan selesai pada 2008. Tahun 2009 merupakan tahun pemeliharaan dan tahun 2010, seluruh hutan negara di Jateng diharapkan sudah kembali hijau……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 25 JUNI 2008, HAL.8
KALPATARU: SEBUAH HADIAH UNTUK ALAM
Berbeda dengan hutan bakau pada umumnya, hutan bakau Sungai Asam itu tertata apik dan berjejer rapi tinggi memanjang, mirip dengan hutan tanaman industri. Hutan bakau itu ternyata merupakan karya seorang pria muda bernama Abbas Haji Usman. Berkat kegigihannya selama tujuh tahun menanam bibit bakau di lahan seluas 80 hektare (ha), pria kelahiran Sungai Terap, 1 September 1969, itu menerima anugerah perintis lingkungan Kalpataru….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS, 26 JUNI 2008 HAL.19
KONVENSI BASEL : KESEPAKATAN IMPOR-EKSPOR LIMBAH TERANCAM BUNTU
Jalan menuju kesepakatan Deklarasi Bali—yang secara khusus menyoroti pentingnya kesehatan dan manajemen limbah dalam strategi pembangunan global— pada Konferensi Para Pihak Kesembilan (COP-9) Konvensi Basel di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, terancam menemui jalan buntu.Dalam konferensi yang dimulai pada Senin (23/6) itu terjadi tarik ulur antara negara-negara pro dan kontra soal pembuangan limbah tersebut. Negara maju yang selama ini telah mengekspor limbah berkeras keberatan dengan kesepakatan tersebut……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 26 JUNI 2008, HAL.13
7000 HEKTAR HUTAN DI JAWA BARAT DIJARAH
Kepolisian Daerah Jawa Barat berniat memerangi pembalakan liar di Jawa Barat. Catatan Perhutani menunjukkan, dari 597.647 hektar hutan produksi dan hutan lindung yang mereka kelola, setidaknya 7.000 hektar dirambah dan dijarah oleh masyarakat petani yang tinggal berbatasan dengan hutan.Tekat itu diungkapkan Kepala Polda Jabar Inspektur Jenderal Susno Duadji dalam acara Curah Pendapat Pembalakan Liar Hutan di Grha Kompas-Gramedia Bandung……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 26 JUNI 2008, HAL.23
PENGEBOMAN IKAN MARAK SETELAH HARGA BBM NAIK
Kepolisian Sektor Telukbetung Barat menangkap seorang pedagang bom ikan, Susanto bin Polah (27), dan menyita 65 botol bom ikan. Diduga, perdagangan bom ikan makin marak karena nelayan berupaya mendapat lebih banyak ikan dan menghemat bahan bakar minyak……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 26 JUNI 2008, HAL.23
PESISIR JAKARTA : SEBANYAK 20.000 ANAKAN BAKAU MATI
20.000 anakan bakau atau mangrove yang ditanam di tepi pantai wilayah RW 07 Kampung Marunda Pulo, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mati setelah digulung gelombang laut pasang.Menurut warga, dari 23.000 anakan bakau itu, ada 1.000 anakan di antaranya ditanam oleh Walhi DKI Jakarta, Februari 2008. Sisanya, 22.000 anakan, ditanam oleh salah satu pengurus organisasi partai politik……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 26 JUNI 2008, HAL.26
INDONESIA BERKERAS TOLAK LIMBAH B3 ANTAR NEGARA
Konferensi Base
l ke-9, yang membahas soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Nusa Dua, Bali, kemarin, mengalami jalan buntu. Penyebabnya, konferensi yang berlangsung sejak Senin lalu tersebut tak mencapai kesepakatan antara negara maju dan negara berkembang soal pengiriman limbah B3 ke negara berkembang. Menurut Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Rachmat Witoelar, meski konferensi berakhir buntu, Indonesia tetap menolak masuknya impor limbah B3 antarnegara…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 26 JUNI 2008, HAL.A7
PERUNDINGAN LARANGAN BERDAGANG LIMBAH B3 TERANCAM BUNTU

Negara-negara besar lagi-lagi menunjukkan sikap ingin menang sendiri. Perundingan pembahasan larangan eksport import limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dalam Konvensi Internasional Pengelolaan Lmbah B3 (Konvensi Basel ke-9) pun berjalan alot. Memasuki pertemuan Hari ketiga, Rabu (925/6), pembahasan larangan itu terancam berakhir tampak kesepakatan atau deadlock….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS, 26 JUNI 2008, HAL. 8

Sumber:
KBUA Perpustakaan "Emil Salim"
KLH