KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PERUBAHAN IKLIM : EMISI KARBON DIOKSIDA PERLU DITEKAN JADI 2000 KILOGRAM
Rata-rata emisi karbon dioksida (CO2) individu perlu ditekan hingga 2.000 kilogram per orang per tahun agar peningkatan temperatur global bisa ditahan di bawah 2° Celsius. Saat ini tingkat emisi per orang rata-rata 4.060 kilogram per tahun. Rie Tsutsumi, peneliti masalah penetralan emisi dari Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), mengatakan, untuk menurunkan emisi setiap orang bisa dimulai dengan cara menemukan sumber-sumber emisinya……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 27 JUNI 2008, HAL. 13
 
PESERTA PESIMISTIS AKAN HASIL BALI : KOMITMEN INDONESIA DIPERTANYAKAN
Konferensi Para Pihak Kesembilan Konvensi Basel di Bali—secara khusus membahas pentingnya kesehatan dan manajemen limbah—yang diagendakan berakhir Jumat (27/6) ini diperkirakan menghasilkan kesepakatan tidak berbeda jauh dari hasil Konvensi Basel 10 tahun lalu.Pembicaraan dalam berbagai sesi, seperti ekspor-impor limbah dan pendaurulangan limbah kapal, selama empat hari terakhir dinilai tidak menunjukkan hasil maksimal dan dikhawatirkan menemui jalan buntu……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 27 JUNI 2008, HAL. 13
 
HABITAT SATWA : KALIMANTAN SULIT UNTUK PELEPASAN ORANGUTAN
Akibat pembabatan hutan yang terus berlangsung, penyelamatan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) menghadapi ancaman serius. Sejumlah lembaga penyelamat satwa liar dan pemerintah kini sulit mendapat hutan untuk pelepasan orangutan seusai dirawat di pusat rehabilitasi……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 27 JUNI 2008, HAL. 13
 
EMPAT PERUSAHAAN TAMBANG TEROBOS KAWASAN HPH
Sekjen asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APH) Nanang Rofandi Ahmad mengungkapkan ada empat perusahaan tambang batubara di wilayah Kalimantan Tengahyang masuk wilayah HPH tanpa izin. Mungkin ini akses dari laporan pengusaha Hak Pengelolaan Hutan (HPH) memalak pengusaha tambang, tapi laporan komite daerah (Komda) Kalteng APHI tak ada seperti itu…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT, 27 JUNI 2008, HAL. 15
 
KINI SUDAH DI ERA ENERGI HIBRIS
Cadangan bahan bakar minyak terus menyusut. Diperkirakan 20 tahun lagi sumber energi ini akan terkuras habis. Karena itu, upaya menekan penggunaan bahan bakar fosil gencar dilakukan di banyak negara.Caranya, antara lain, dengan mengintroduksi sumber energi lain sebagai pendamping dalam sistem hibrid hingga suatu saat dapat menyubstitusi secara penuh bahan bakar minyak (BBM)……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 27 JUNI 2008, HAL. 14
 

SUMUR KERING WARGA MINUM AIR SUNGAI
Prakiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) bahwa musim kemarau akan mencapai puncaknya pada Juli mendatang tampaknya mendekati kenyataan. Di Kota Banjar misalnya warga disana sudah banyak yang mengkonsumsi air sungai karena sulit mendapat air bersih. Satu-satynya sungai yang masih bertahan adalah sungai Cintanduy, sungai tersebut sejak sebulan terakhir di gunakan warga yang tinggal di sekitarnya …….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT, 27 JUNI 2008, HAL.4
 
PEMBANGUNAN TRANSPAPUA : KELESTARIAN ALAM TERANCAM
Greenpeace dan Forum Kerjasama Lembaga Swadaya Masyarakat (Foker LSM) Papua meminta pemerintah tak menutupi ancaman dan risiko kepunahan yang harus dihadapi masyarakat dengan alam akibat rencana pembangunan Trans Papua. Membuka akses jalan ke dalam hutan Papua demi pengembangan perkebunan kelapa sawit skala besar sepanjang 4.500 kilometer (km) tidak hanya akan mengakibatkan penyusutan keanekaragaman hayati yang tak terpulihkan, tetapi juga akan berdampak terhadap kehidupan dan penghidupan masyarakat asli…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 26 JUNI 2008, HAL. 14
 
ATURAN HUKUM LEMAH, KASUS LINGKUNGAN BANYAK GAGAL
Berbagai peraturan atau hukum yang mengatur tentang lingkungan hidup beserta sanksi pidana di dalamnya dinilai sangat lemah. Akibatnya, banyak perkara atau kasus pengrusakan lingkungan hidup yang masuk ke pengadilan akhirnya kalah atau gagal dituntaskan. Aturan-aturan tentang lingkungan hidup yang ada saat ini sangat sulit dibuktikan dan multi inteprestasi……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 26 JUNI 2008, HAL. 14
 
KONVENSI BASEL TERANCAM KRISIS DANA DAN DEADLOCK
Pertemuan para Pihak Ke-9 (COP-9) Konvensi Basel pada hari keempat telah memutuskan mengadopsi Basel Center for Regional Cooperation (BCRC), Rekomendasi awal BCRC menyerukan pada negara donor untuk membantu Sekretariat Konvensi Basel yang mengalami krisis dana. Ketua Delegasi Indonesia Agus Purnomo menyerukan hal itu didepan para delegasi COP-9 Konvensi Basel di Dua Bali, kemarin………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUM’AT 27 JUNI 2008, HAL. 11

Sumber:
Perpustakaan