KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

WADUK DAN BENDUNGAN DI PANTURA SEMAKIN KRITIS

Dua waduk dan tujuh bendung di wilayah pantai utara Jawa Tengah makin kritis. Rata-rata ketersediaan air di tujuh bendung hanya mencukupi 36-88 persen kebutuhan air wilayah cakupannya. Menurut Koordinator Pelaksana Alokasi Air Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali Comal, Dasirun, tujuh bendung itu adalah Bendung Notog, Krompeng, Pesantren Klethak, Kaliwadas, Kedung Dowo Kramat, Tapak Menjangan, dan Sudikampir……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 3 JULI 2008, HAL. 23

KASUS EKSPLOITASI HUTAN PELALAWAN : RUSLI ZAINAL MULAI TERSERET

Pengungkapan kasus eksploitasi hutan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, masuk babak baru. Keterlibatan bekas Gubernur Riau Rusli Zainal mengeluarkan izin rencana kerja tahunan (RKT) untuk sejumlah perusahaan kayu mulai terungkap. Syuhada Tasman, bekas Kepala Dinas Kehutanan Riau yang kini menjadi tersangka kasus pemberian izin eksploitasi hutan di Pelalawan, membeberkan keterlibatan Rusli saat diperiksa sebagai saksi Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar di Komisi Pemberantasan Korupsi……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 3 JULI 2008, HAL. A4

KALI BESAR DI KOTA TUA AKAN DIJERNIHKAN

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengeruk dan menjernihkan Kali Besar di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Upaya pembersihan kanal itu sudah masuk anggaran belanja tahun ini sebesar Rp 70 miliar lebih.Proyek itu diawali dengan pengerukan lumpur yang mendangkalkan kali tersebut. Di musim kemarau seperti sekarang ini, kedalaman air di Kali Besar hanya semata kaki……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 3 JULI 2008, HAL.B2


BEKASI KESULITAN ANGKUT SAMPAH WARGANYA

Pemerintah Kota Bekasi kesulitan mengangkut seluruh sampah warganya. Dari 6.000 meter kubik sampah yang diproduksi dalam sehari, hanya 2.500 meter kubik yang bisa dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sumur Batu.Sampah tersebut berasal dari sekitar 2 juta jiwa penduduk Kota Bekasi, didominasi sampah rumah tangga, sekitar 87 persen dari keseluruhan. Sisanya, 13 persen merupakan sampah pasar……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 3 JULI 2008, HAL.B2

GAGALNYA KONFERENSI DUNIA SOAL LIMBAH

Perhelatan akbar yang difasilitasi badan dunia United Nation Environment Programme (UNEP) dan diikuti 110 negara dari 170 negara anggota itu, berakhir tanpa kesepakatan berarti. Isu-isu penting yang selama ini menjadi pembahasan antarnegara, baik sebelum maupun saat konferensi digelar, ternyata menemui jalan buntu. Namun, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan, meskipun mengalami kemacetan dalam pembahasan ban amendment, para pihak telah menemukan langkah maju terkait persoalan itu……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 2 JULI 2008, HAL. 17

REGULASI HARGA MATI, PRAKTIKNYA ?

Bagi Indonesia, impor limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Buktinya, saat ini sudah ada Undang-undang (UU) 23/1997 tentang Pengelolaa
n Lingkungan Hidup. Dalam Pasal 21 UU 23/1997 disebutkan "Setiap orang dilarang melakukan impor limbah bahan berbahaya dan beracun".Namun, masih saja ada sejumlah pihak yang terus berupaya memasukkan limbah B3 ke dalam negeri demi kepentingan bisnisnya sendiri……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 2 JULI 2008, HAL. 17

PERJANJIAN IJEPA SEBUAH KECEROBOHAN

Direktur Basel Action Network Asia Pasifik, Richard Guiterrez, di sela-sela COP ke-9 Konvensi Basel, mengungkapkan, kebijakan kerja sama ekonomi Indonesia dan Jepang melalui perjanjian bilateral Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tanggal 20 Agustus 2007 justru telah membuka keran terjadinya impor limbah B3 ke Indonesia……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 2 JULI 2008, HAL.17

TATA RUANG JAKARTA AMBURADUL, SEGERA SELAMATKAN IBUKOTA

Jakarta makin semrawut. Tata ruang kota metropolitan ini bertahun-tahun bukannya tambah baik, malah makin ruwet. Di usianya ke-481, Jakarta makin tua dan berantakan. Tidak ada arah pembangunan yang jelas. Berganti pemimpin, berganti pula arah kebijakan pembangunan. Warna-warna peta Jakarta berubah-ubah, warna hijau semakin menghilang. Jakarta menjadi kota beton menakutkan…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 2 JULI 2008, HAL.10

TAMAN NASIONAL TESSO NILO SEBAGIAN JADI KEBUN SAWIT

Kekalahan Balai Taman Nasional Tesso Nilo dalam sidang gugatan sengketa lahan untuk pengembangan sawit di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo yang diajukan Ketua Koperasi Mekar Sakti Jafar Tambak di Pengadilan Negeri Rengat bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum Indonesia khususnya upaya konservasi lingkungan. Menurut Ali Husin kuasa hukum Balai Taman Nasional Tesso Nilo seharusnya putusan hakim mengacu pada peraturan yang lebih tinggi…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 3 JULI 2008, HAL.7

Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH