KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

G-8 SEPAKAT PANGKAS EMISI HINGGA 50% PADA 2050
Kelompok negara-negarA kaya yang tergabung dalam G-8, kemarin mencapai kesamaan pandangan untuk mengurangi emisi gas karbon hingga 50% pada 2050………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 9 JULI 2008, HAL.12

MASAK PAKAI SAMPAH
Beruntungnya Nurul Sulistiyati, 38 tahun, bersuami Muhammad Nurhuda, 44 tahun. Bukan apa-apa berkat suaminya itu kini Nurul tidak perlu lagi terburu-buru membeli elpiji kalau api kompornya mulai redup. Warga Jalan Kendalsari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini sudah menyiapkan kompor pengganti di dapurnya. Namanya kompor biomassa, yang bisa menyala dari serasah, kayu, dan sampah rumah tangga lainnya……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 9 JULI 2008, HAL. B4

PEMERINGKATAN NEGARA HIJAU DIPROTES
Pemeringkatan Negara HIjau Dunia oleh Universitas Yale Amerika Serikat, yang menempatkan Indonesia di posisi 102 dari total 149 negara yang disurvei dinilai tidak adil. Pemeringkatan yang semapat dilansir majalah Newsweek edisi 7-14 Juli 2008 itu diprotes Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi, kemarin. Ia mengatakan hal itu aneh karena negara-negara yang menikmati kayu hasil penggundulan hutan di Indonesia justru berada di peringkat negara-negara paling hijau di dunia………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 9 JULI 2008, HAL.17
 
RATUSAN HEKTARE HUTAN TERBAKAR
Sekitar 100 Hektare hutan dan lahan di kawasan Desa Jebus, Kabupaten Kumpehilir, Kabupaten Murojambi, Jambi terbakar. Kejadian ini sudah berlangsung sejak dua hari lalu. Kobaran api dan asap tebal membumbung tinggi hingga terlihat dari radius satu kilometer."Melihat besarnya kobaran api ditambah kondisi lahan yang kering, bila tidak secepat dipadamkan, api akan meluas," kata Husni Thamrin, Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Pinang Sebatang Jambi, yang sudah dua hari berada di sekitar lokasi kejadian……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 9 JULI 2008, HAL. A8 

KEBAKARAN LAHAN MULAI TERJADI
Kebakaran lahan terjadi lagi di Kalimantan Barat. Sedikitnya enam titik api muncul dan terpantau lewat data satelit National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA). Untuk mengantisipasi kejadian itu tidak meluas, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Manggala Agni) setempat bersiap menerapkan status siaga I………………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 9 JULI 2008, HAL.26
 
PROGRAM GO GREEN MASUK SEKOLAH
Gerakan Sulawesi Selatan si Selatan Hijau yang lebih dikenal dengan Sulsel Go Green mulai diperkenalkan ke sekolah dan perguruan tinggi. Program ini mentargetkan penanaman satu juta pohon di 23 kabupaten. "Dimulai dari rumah dan sekolah," kata Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo kemarin…………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 9 JULI 2008, HAL. A8

RIBUAN HEKTARE SAWAH DI JATENG TERANCAM PUSO
Musim kemarau yang melanda beberapa wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan, antara lain Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, dan Purbalingga, mengakibatkan sawah seluas 3.109 hektare puso. Pelaksana Tugas Kepala Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Dinas Pertanian Provinsi Jateng wilayah Banyumas Tri Gunawan mengaku sawah bisa diselamatkan bila dialiri air……………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 9 JULI 2008, HAL.25
 
KABAN MENYANGKAL TERIMA Rp 1 MILIAR
Menteri Kehutanan Malem Sambat Kaban membantah sinyalemen yang mengarah pada tudingan bahwa ia turut menerima aliran dana suap RP. 1 miliar melalui Azirwan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. "Yang disebut-sebut Rp 1 miliar itu fitnah besar, kata Kaban yang menggelar konferensi pers di rumah dinasnya di Jalan Denpasar Raya 15, Jakarta Selatan tadi malam………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 9 JULI 2008, HAL. A1
 
AIR BERLIMPAH TIDAK LAYAK DIKONSUMSI
Penduduk Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), memiliki air yang cukup berlimpah. Air sumur mereka bisa terus ditimba walaupun musim kemarau. Namun, air yang berlimpah tersebut berwarna kuning kecokelatan dan rasanya agak asin……… BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 9 JULI 2008, HAL.25
 
DAYA DUKUNG BUMI DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Saat mengarungi milenium 3 yang baru berjalan delapan tahun, umat manusia untuk pertama kalinya dalam sejarah mengalami empat macam krisis sekaligus yakni krisis pangan, minyak, finansial, dan lingkungan. Krisis pangan dan minyak berupa meroketnya harga BBM dan bahan pangan secara fenomenal tidak hanya membuat lebih dari 2 miliar penduduk dunia menderita kelaparan dan gizi buruk, tetapi juga mengakibatkan instabilitas politik dan kerusuhan sosial di banyak negara…….. BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 9 JULI 2008, HAL. 19

SUAP BINTAN : KPK PROAKTIF, BK DPR PASIF
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menutup kemungkinan memunculkan tersangka baru dalam skandal suap yang melibatkan anggota komisi IV DPR, Al Amin Nur Nasution dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan (Kepulauan Riau), Azirwan. Juru Bicara KPK Johan Budi menegaskan proses pengembangan dan penyidikan kasus dugaan suap perizinan alih fungsi kawasan hutan lindung Bintan tidak akan berhenti pada Amin dan Azirwan……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 9 JULI 2008, HAL. 12

KEBAKARAN HUTAN DI SUMSEL 40 HOTSPOT
Masa-masa menjelang musim kemarau di Provinsi Sumatera Selatan, sudah semakin nampak. Selain mulai muncul kekurangan air bersih, kini titik api hotspot sudah mencapai 40 titik. Titik api ini ditemukan paling banyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir, (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin dan Ogan Ilir. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Selatan Dody Supriadi, kendati titik api ini sudah muncul, pihaknya belum mengkhawatirkan adanya kebakaran hutan…….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, RABU 9 JULI 2008, HAL. 12
 
KEMENTERIAN LH MINTA STOP IMPOR LIMBAH
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terus mengupayakan agar Departemen Perindustrian total menyetop izin bagi sebagian industri pengolah limbah impor. Di sisi lain, pemerintah juga terus berupaya menumbuhkan industri pengolah limbah terutama kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).Sejauh ini, KLH telah melakukan pembicaraan serius bersama Departemen Perindustrian untuk lebih menyetop dan tidak memberikan izin kepada kapal-kapal pembawa limbah untuk bersandar di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. "Namun sayangnya belum ada aturan yang jelas tentang larangan impor limbah B3 ke Indonesia," ujar Asisten Deputi Urusan B3, Limbah B3 Manufaktur dan Agro Industri KLH Ema Rahwati…….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, RABU 9 JULI 2008, HAL. 5
 
BUSH DITEKAN SOAL PEMANASAN GLOBAL
Perjuangan keras ditempuh para pemimpin delapan negara maju yang tergabung dalam G-8, guna menyepakati upaya mengatasi perubahan iklim. Hal itu terjadi di tengah upaya mereka mencapai kemajuan dalam rangkaian perundingan yang dimotori Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), menuju terwujudnya kesepakatan pemanasan global yang baru pada akhir 2009. Perselisihan pendapat tentang perubahan iklim semakin meluas, pada Senin (7/7), ketika pemimpin Komisi Eropa mendesak para pemimpin negara-negara maju di dunia agar bertindak terlebih dahulu menetapkan target-target untuk mereduksi gas rumah kaca. Tekanan tersebut tak urung sedikit demi sedikit kian meletakkan Presiden AS George W Bush pada posisi terkucil dan terisolasi…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 8 JULI 2008, HAL. 1

trong>RATUSAN HEKTARE HUTAN TERBAKAR
Sekitar 100 hektare hutan dan lahan di kawasan Desa Jebus, Kabupaten Kumpehilir, Kabupaten Muarojambi, Jambi, terbakar. Kejadian ini sudah berlangsung sejak dua hari lalu. Kobaran api dan asap tebal membubung tinggi hingga terlihat dari radius satu kilometer. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apakah ada unsur kesengajaan dalam kebakaran ini atau tidak. Lokasi kebakaran berada di kawasan hutan gambut Londrang, eks hutan tanaman industri PT Dira Hutan Lestari…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 9 JULI 2008, HAL. A8
 
PEMERINTAH DIMINTA CABUT BELEID LAPINDO
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia meminta pemerintah mencabut Peraturan Presiden Nomor 14 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo. Komnas menilai, meski beleid itu sudah direvisi, tetap tak memasukkan semua korban semburan lumpur agar mendapat ganti rugi…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 9 JULI 2008, HAL. A5
 
KABAN MENYANGKAL TERIMA Rp 1 MILIAR
Menteri Kehutanan Malem Sambat Kaban membantah sinyalemen yang mengarah pada tudingan bahwa ia turut menerima aliran dana suap Rp 1 miliar melalui Azirwan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Sinyalemen itu muncul dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin lalu. Saat itu persidangan menghadirkan terdakwa Azirwan dalam perkara suap proyek pengalihan fungsi hutan lindung di kawasan Bintan Bunyu……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 9 JULI 2008, HAL. A1
 
KRISIS AIR BERSIH : WARGA MULAI MINUM AIR PARIT
Kekeringan yang melanda Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengakibatkan sebagian warga mulai mengonsumsi air parit yang merupakan irigasi tersier untuk kebutuhan minum dan memasak. Untuk menghilangkan kotoran, air parit diendapkan terlebih dahulu sebelum dimasak……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 9 JULI 2008, HAL. 23
 
KATAK LANGKA DITEMUKAN
Katak Barbourula kalimantanensis yang pernah dinyatakan punah sejak 1978, ditemukan kembali di Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya atau TN BB-BR, tepatnya di Sungai Ela, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Hewan ini memiliki habitat asli di Indonesia, Brasil, dan Filipina…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 9 JULI 2008, HAL. 13
 
DEWAN IKLIM TERBENTUK : PARA MENTERI URUSI KHUSUS PERUBAHAN IKLIM
Dewan Perubahan Iklim akhirnya resmi terbentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2008 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (4/8). Presiden RI menjabat sebagai ketua dan dibantu para menteri dengan dua menteri koordinasi sebagai wakil ketua.Ketua Harian Dewan Perubahan Iklim tertulis Ir Rachmat Witoelar, yang sekarang menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup. Dua wakil ketua, yaitu Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat dan Menteri Koordinasi Perekonomian. Anggota dewan terdiri dari 17 menteri ditambah Ketua Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 9 JULI 2008, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH
http://perpustakaan.menlh.go.id/index.php