KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TITIK API BERTAMBAH
Jumlah titik api dari kebakaran lahan yang terpantau satelit di Jambi terus bertambah, dari 11 titik pada Sabtu (2/9) menjadi 40 titik hari Minggu. Sebagian besar titik api berada di kawasan hutan produksi. Akibatnya, tiga hari ini asap tebal kembali menyelimuti sebagian Jambi.Terkait dengan masalah ini, Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin menyatakan akan mencabut izin perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet yang melakukan pembakaran untuk membuka lahan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. 15
HIBAH 370.000 DOLAR AS UNTUK KEMBANGKAN MANGROVE
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendapat dana hibah 370.000 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 3,3 miliar untuk pengembangan mangrove di pesisir Kalbar. Dana hibah diberikan United Nations Environment Programme untuk jangka waktu tiga tahun. Dana itui realisasi dari Nota Kesepahaman antara United Nations Environment Programme (UNEP) dan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mangrove Indonesia (LPPMI) untuk proyek "Mengembalikan Penurunan Lingkungan di Laut China Selatan dan Teluk Thailand……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
1500 HEKTARE TNBBS TERANCAM RUSAK
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Provinsi Lampung terancam rusak parah menyusul dikeluarkannya izin eksploitasi emas di Register 46B seluas 1.500 hektar oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral. Baik pengelola taman nasional maupun Dinas Kehutanan Lampung sudah meminta perusahaan yang ditunjuk tersebut untuk mengurus izin pinjam pakai dan menghentikan sementara operasi pra-eksploitasi……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
PULUHAN SUMBER AIR DALAM DI GUNUNG KIDUL DIANGKAT
Guna mengatasi persoalan kekeringan pada musim kemarau, setidaknya 42 sumber air dalam di gua-gua dan mata air di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, mulai diangkat. Upaya ini akan memenuhi kebutuhan puluhan ribu jiwa di Gunung Kidul yang saat ini kesulitan air. Saat ini pengangkatan air tengah berlangsung di Gua Plawan, Desa Giricahyo, dan Gua Manggung, Desa Giriasih, Kecamatan Purwosari……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
HUJAN BUATAN DINILAI GAGAL: JUMLAH TITIK API DI KALBAR MENCAPAI LEBIH DARI 300
Modifikasi cuaca atau hujan buatan di Kalimantan Barat dinilai gagal. Hingga Senin (4/9), dilaporkan tidak ada hujan di Kabupaten Ketapang, penghasil asap terbesar di Kalimantan Barat. Dari data satelit di Centre for Remote Imaging Sensing and Processing (CRISP) Singapura diketahui, titik api di Kalbar malah melonjak menjadi ratusan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
MENTERI RACHMAT CANANGKAN ANTIPLASTIK
Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar kemarin mencanangkan gerakan antisampah plastik di Denpasar, Bali, yang melibatkan sejumlah supermarket dan pusat pembelanjaan. "Bali yang dipilih karena dukunagn pemerintahannya sangat kuat," katanya…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 5 SEPTEMEBR 2006, HAL A6
POLISI MASIH SELIDIKI KEBAKARAN HUTAN DI RIAU
Kepolisian masih menyelidiki kebakaran hutan seluas 1.000 hektare di Kepenghuluan Tanjung Medan, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Akibat kebakaran hingga Senin (4/9) pagi meski sempat diguyur hujan, namun sisa kabut asap masih terlihat walau skalanya kecil.Kebakaran yang terjadi selama 3 hari sejak Jumat lalu menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, Hendra Masdarta, ada indikasi kebakaran tersebut disengaja……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 4 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
PEMANFAATAN AIR SUNGAI BELUM OPTIMAL
Pengamat lingkungan Universitas Indonesia, Tarsoen Warsono, menyayangkan belum adanya pemanfaatan aur sungai yang selama ini masih terbuang percuma ke laut. "Padahal air ini bisa menanggulangi ancaman krisis air bersih terhadap warga DKI Jakarta," kata Tarson kepada Republika, Senin (4/9)……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. 6
BUANG LUMPUR LAPINDO KE LAUT: PETAKA BARU EKOLOGIS
Membuang lumpur panas milik PT Lapindo Brantas nc ke laut dinilai oleh pakar pesisir dan lautan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai kebijakan gegabah dan menyebabkan petaka baru ekologis. Hingga kini lumpur panas tersebut belum dapat diatasi semburannya dan telah merendam rumah warga di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) ke laut. "Kebijakan (lumpur Lapindo) di buang ke laut itu gegabah karena karakteristik dari laut itu berinteraksi dan bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Sehingga, walaupun sudah memenuhi kriteria baku mutu tetap sedimennya akan berdampak pada kehidupan laut," kata Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir IPB (PKSPL-IPB) Prof Tridoyo Kusumastanto, Senin (4/9)……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. 22
WARGA MINTA LUMPUR DIBUANG KE KALI
Warga mendesak PT Lapindo Brantas secepatnya memastikan lumpur dibuang ke laut atau ke Kali Porong, sehingga warga tidak diselimuti kekhawatiran terkena luapan lumpur………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. 12
STATUS QUO LAHAN BUKAN JALAN KELUAR
Pemberlakukan status quo (pengosongan lahan) bagi hutan dan lahan yang terbakar dinilai belum
cukup untuk membantu identifikasi pembakar hutan dari kalangan pemilik konsesi perkebunan besar. Karena itu, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengharapkan Presiden Yudhoyono mengeluarkan keputusan presiden terkait penghentian konsesi. "Pengosongan lahan (status quo) untuk kepentingan barang bukti dan sebagai tempat kejadian perkara tidak cukup. Agar tidak ada penghalangan bukti saat proses pemeriksaan polisi, izinnya harus terlebih dahulu dicabut," kata Juru Kampanye Hutan dan Lahan Perkebunan Walhi, Rully Syumanda saat dihubungi Media Indonesia, kemarin..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. A2
KEBAKARAN DEKATI HUTAN LINDUNG
Kebakaran padang rumput di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) meluas. Kobaran api yang menghanguskan sekitar 1.350 kilometer persegi lahan itu, kemarin mendekati kawasan Hutan Lindung Tanah Daru……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. A4
33 RIBU HA LAHAN DI KEBUMEN KRITIS

Luas lahan kritis di Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) mencapai 33 ribu hektare (Ha). Dari 24 kecamatan, lahan kritis terlaus berada di delapan kecamatan. Dari delapan kecamatan itu, empat diantaranya sangat kritis dengan luas mencapai 1.507 ha. Empat kecamatan itu, yakni Karangayam, Karangsambung, Sadang dan Kecamatan Karanganyar…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. A5

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH