KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

WE DO GREEN! DO YOU GREEN?
Kerusakan lingkungan mengarah ke bencana ekologi telah terjadi belakangan ini. Fenomena pemanasan global dan perubahan iklim telah terjadi secara nyata. Langkah-langkah untuk mengurangi ataupun menahan kerusakan harus dilakukan secara nyata……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 22 JULI 2008, HAL. 17

KEKERINGAN: BLORA DAN NGAWI KRISIS AIR BERSIH
Sebanyak 15 kecamatan di Blora, Jawa Tengah, dan tujuh kecamatan di Ngawi, Jawa Timur, dilanda kekeringan………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 22 JULI 2008, HAL.19

JGC BERDAMPAK KE BERBAGAI SEKTOR
Program Jakarta Green and Clean (JGC) tidak hanya berpengaruh di bidang lingkungan. Aspek pendidikan pun bisa terpengaruh oleh program lingkungan yang dimotori PT Unilever Indonesia, harian republika, radio Delta, Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan Bada Lingkungan Hidup DKI (BPLHD) ini……….BACA SELENGKAPNYA, REUBLIKA, SELASA 22 JULI 2008, HAL. 24

PERINGATAN TANPA AKSI: UTOPIS!
Isu tentang lingkungan kini jadi primadona. Masalah penipisan ozon, perubahan iklim yang memicu pemanasan global, hujan asam, tingkat polusi, limbah industri, kerusakan hutan, limbah tambang, air bersih, sampah, rusaknya terumbu karang, pencairan es di kutub bumi, hingga hilangnya satwa langka menjadi isu yang kian cair………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 22 JULI 2008, HAL. 17

AYO HITUNG EMISI KARBONMU!
Berapa jumlah karbon yang kamu hasilkan dalam sehari? Kamu bisa menggunakan kalkulator Carbon Calculator untuk mengetahui jumlah yang kamu keluarkan sebagai penyumbang jumlah emisi karbon yang ada di bumi ini……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 22 JULI 2008, HAL.17

PENCEMARAN: ANCAMAN DI LIMBAH TAMBANG TIMAH
Langit mendung disertai gerimis mengguyur sebuah perkampungan pekerja tambang timah di Desa Sikumbang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Minggu (20/7) siang………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 22 JULI 2008, HAL.12

PENCEMARAN ARSENIK: AMDAL HARUS DITINJAU ULANG
Analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) sejumlah kawasan industri di Provinsi Kepulauan Riau sudah saatnya ditinjau ulang. Hal itu disebabkan intensitas kegiatan industri dan pembuangan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) di sana sudah berlangsung lama…………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 22 JULI 2008, HAL.12

JAKARTA DIMINTA HENTIKAN REKLAMASI PANTAI UTARA
Kaukus Lingkungan Hidup Jakarta (Klin-J), Walhi Jakarta, dan OneWorld-Indonesia mendesak pemrov DKI Jakarta untuk meninjau ulang bahkan membatalkan proyek reklamasi Pantura Jakarta yang akan dimulai tahun 2009 mendatang. Mereka menilai , Jakarta sudah tidak mampu menerima adanya penambahan kawasan komersial…..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SELASA 22 JULI 2008, HAL. 14

HARIMAU SUMATRA: PANGERAN DAN AGAM PULANG KE ALAM BEBAS
Bila bisa bicara, Pangeran dan Agam mungkin akan mengungkapkan rasa bahagia mereka. Karena dua harimau sumatra itu, Pangeran dan Agam, segera kembali ke alam bebas yang menjadi habitat mereka selama ini…………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 22 JULI 2008, HAL.8

PEMKAB SUKABUMI HENTIKAN PENANGKARAN PENYU
Penangkaran satwa langka penyu di Pantai Pangumbahan, di Desa Gunung Batu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai dihentikan. Hal iu terkait adanya larangan eksploitasi telur penyu oleh bupati Sukabumi……BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SELASA 22 JULI 2008, HAL. 12

UANG SUAP BINTAN MENCAPAI Rp9 MILIAR: JATAH UNTUK KOMISI IV DPR
Uang suap yang disiapkan untuk alih fungsi hutan di Bintan mencapai sekitar Rp9 miliar. Diduga kuat, uang itu dibagi-bagikan ke sejumlah anggota Komisi IV DPR………….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 22 JULI 2008, HAL. 2

AKANKAH PERAIRAN SEGARA ANAKAN MENJADI DARATAN
Laguna Segara Anakan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) yang membatasi Kota Cilacap dengan Pulau Nusakambangan sejak puluhan tahun belakangan ini mengalami sedimentasi berat. Banyak ahli lingkungan yang meramalkan, perairan Segara Anakan bakal menjadi daratan, sehingga Pulau Nusakambangan akan menyatu dengan Cilacap………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 20 JULI 2008, HAL. 8

REHABILITASI EKS PLG KALTENG TERANCAM GAGAL
Eks proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) sejuta hektare (ha) hingga saat ini masih mengundang masalah di Kalimantan Tengah (Kalteng). Keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) No 2/2007 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Revitalisasi Kawasan Lahan Gambut itu tampaknya terancam gagal. Hingga kini, belum tampak realisasinya. Menurut Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, Inpres tidak bisa berjalan sesuai rencana, karena 10 departemen di dalamnya tidak menyediakan dana sesuai dengan lampiran Inpres……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 20 JULI 2008, HAL. 8

AMDAL REGIONAL BUKAN KENDALA
Kajian analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal regional yang selama ini membelenggu tidak lagi menj
adi penghalang untuk melaksanakan reklamasi pantai Jakarta sepanjang 32,5 kilometer dan lebar 1,5 kilometer.Kebijaksanaan pemerintah pusat yang menyerahkan pengkajian amdal sepenuhnya kepada provinsi, kotamadya, dan kabupaten membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin kuat untuk merealisasikan program yang tertunda selama belasan tahun itu……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 21 JULI 2008, HAL. 27

TAMAN-TAMAN KOTA BANYAK YANG TERLANTAR : RTH DIMANFAATKAN UNTUK KEPENTINGAN KOMERSIAL
Taman-taman kota di DKI Jakarta kini dalam keadaan telantar dan kotor. Pada musim kering ini tak tampak taman-taman itu dirawat lebih cermat. Gerakan penghijauan pada awal tahun berbungkus isu pemanasan global dinilai hanyalah kosmetik karena tak tampak kelanjutannya.Di Jakarta Selatan, selain Taman Ayodia di kawasan Barito, Taman Leuser di Jalan Leuser juga telantar……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 21 JULI 2008, HAL. 26

LINGKUNGAN HIDUP : 1,2 JUTA HEKTARE SAWAH DI JAWA TERANCAM HILANG
Dalam 20 tahun ke depan, 40 persen sawah-setara dengan 1,2 juta hektar-di Pulau Jawa terancam hilang dan kemiskinan semakin mengancam penduduk. Selain itu, kekayaan ekologi Indonesia terancam punah akibat pengambilan keputusan dalam pembangunan dan perilaku manusia yang tidak prolingkungan hidup.Hal tersebut dikatakan mantan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Emil Salim dalam diskusi