KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SAMPAH PERKOTAAN DIOLAH MENJADI ENERGI LISTRIK
Kementerian Negara Lingkungan Hidup menandatangani kesepakatan kerja sama dengan perusahaan asal Jepang untuk mengelola sampah di sejumlah kota di Indonesia. Sampah akan diolah menjadi energi listrik sehingga bisa menjadi alternatif menghadapi krisis listrik di Indonesia.Penandatanganan kerja sama berlangsung di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (23/7), antara Kementerian Negara LH, PT Gikoko Kogyo Indonesia, dan Pemerintah Kota Palembang. Proyek awal akan dilaksanakan di Kota Palembang, Pontianak, Semarang, Banjarmasin, Pasuruan, dan empat kabupaten di Provinsi Bali……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 24 JULI 2008, HAL. 23
 
PEMERINTAH AMBIL ALIH LAHAN : HUTAN LINDUNG BAKAU JADI TAMBAK
Pemerintah mengambil alih pengelolaan hutan Register 40 seluas 47.000 hektar di Kabupaten Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Eksekusi pengambilalihan lahan dilakukan berdasarkan Keputusan Mahkamah Agung Nomor 2642 Tahun 2006.Saat ini lahan dikuasai Koperasi Perkebunan Kelapa Sawit Bukit Harapan, PT Torganda, Koperasi Parsub, dan PT Torus Ganda……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 24 JULI 2008, HAL. 23
 
TITIK PANAS MENINGKAT
Pada musim kemarau sejak bulan ini hingga September mendatang, sebagian besar wilayah Indonesia di selatan ekuator mendapat curah hujan di bawah normal bahkan cenderung kering. Kondisi tersebut potensial bagi terjadinya bencana, seperti kekeringan dan kebakaran hutan atau lahan. Menurut Suwarsono dari Tim Pemantauan Kebakaran Hutan/Lahan dari Pusat Pengembangan Pemanfaatan dan Teknologi Penginderaan Jauh Lapan,titik panas (hotspot) di seluruh wilayah terutama di Sumatera dan Kalimantan juga akan mengalami peningkatan. Lonjakan ini terutama pada bulan Agustus-September yang merupakan masa puncak musim kering……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 24 JULI 2008, HAL. 12

DANA MITIGASI DAN ADAPTASI MENCAPAI TRILIUNAN RUPIAH
Anggaran program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Indonesia mencapai 728,3 juta dollar Amerika Serikat atau lebih dari Rp 6,5 triliun—lebih separuh dari total anggaran pendanaan 32 proyek prioritas.Diharapkan sebagian besar dana itu dipenuhi dari dana hibah dan sebagian kecil pinjaman. Mengandalkan dana mandiri dari negara lain akan memberatkan pengeluaran negara.Semua proyek mitigasi dan adaptasi itu dicantumkan dalam buku National Development Planning: Indonesia Responses To Climate Change yang diterbitkan pemerintah, Selasa lalu……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 24 JULI 2008, HAL. 12

Sumber:
Perpustakaan KNLH