KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMBAKARAN LAHAN MARAK LAGI
Kasus pembakaran lahan di musim kemarau ini belum juga teratasi. Hari Selasa (5/9) kemarin, di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi masih ditemukan titik api yang cukup banyak sehingga kualitas udara memburuk dan jarak pandang menjadi terbatas. Di Kalimantan Tengah (Kalteng), jumlah titik api bahkan meningkat. Kabut asap mulai menyelimuti Palangkaraya selama satu hari penuh dan kualitas udara di Palangkaraya berdasar alat pengukur di tengah kota menunjukkan indikator yang tidak sehat……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 6 SEPTEMBER 2006, HAL. 15
DESA JATIREJO TERENDAM : BELUM ADA SOLUSI EFEKTIF UNTUK TANGANI LUMPUR
Seluruh kawasan Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Selasa (5/9) kemarin, terendam lumpur PT Lapindo Brantas Inc. Padahal, perusahaan pertambangan itu baru selesai membangun tanggul baru untuk melindungi Jalan Raya Porong dari ancaman serupa. Dengan terendamnya Jatirejo itu, berarti sampai kemarin sudah empat kawasan permukiman yang "hilang" terendam lumpur panas……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 6 SEPTEMBER 2006, HAL. 1
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM HARUS DAPAT DIATASI
Masyarakat global saat ini menghadapi dua isu sangat serius dan saling terkait, yakni pembangunan dan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Kedua kepentingan itu harus segera dijembatani agar pembangunan tetap berlangsung dan dampak perubahan iklim dapat diatasi……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 6 SEPTEMBER 2006, HAL. 13
AMANKAH LUMPUR DIBUANG KE LAUT
Air lumpur Sidoarjo mengandung garam yang cukup tinggi. Bila dibiarkan menggenangi persawahan, apalagi bila area persawahan diperluas untuk menampung luberan lumpur ini, biaya pemulihan kembali atau remediasi tanah akan amat sulit dan mahal. Sementara pembuangan air lumpur ke sungai jelas tidak mungkin, kecuali kandungan garamnya diturunkan lebih dulu……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 6 SEPTEMBER 2006, HAL. 7
HENTIKAN EKSPLORASI DI HUTAN LINDUNG
Areal tambang emas seluas 12.790 hektar yang mendapat izin eksploitasi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral belum boleh dibuka karena belum memenuhi prosedur izin pinjam pakai dari Menteri Kehutanan. Dinas Kehutanan Lampung meminta PT Natarang Mining mematuhi instruksi tersebut……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 6 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
GAJAH LIAR DAN BERUANG MERAMBAH PERMUKIMAN
Provinsi Riau terus-menerus dipaksa berurusan dengan maraknya satwa liar yang merambah permukiman penduduk. Setelah harimau dan gajah membuat masyarakat Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Pekanbaru ketakutan, disusul buaya pemangsa manusia yang menghantui Rokan Hilir, beruang madu pun turut keluar hutan dan mengganggu masyarakat di Kabupaten Siak……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 6 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
WARGA MINTA LAPINDO BUANG LUMPUR KE SELAT MADURA
Sekitar 1.500 warga dari lima desa di tiga kecamatan mendesak PT Lapindo Brantas membuang lumpur panas ke Selat Madura, dekat muara Sungai Porong secepatnya. Desakan itu mereka lakukan setelah wakil pendemo diterima berdialog dengan Bupati Sidoarjo H Win Hendrarso di Sidoarjo, Senin (4/9). Desakan pembuangan ke Selat Madura itu dilakukan wakil dari Desa Sentul (Kecamatan Tanggulangin), warga Desa Permisan dan Keboguyang (Kecamatan Jabon), dan warga Desa Plumbon dan Glagaharum (Kecamatan Porong), setelah mereka melakukan uji coba dan melihat ikan-ikan kecil di sungai tidak mati setelah dibuangi lumpur…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. 19
RUANG TERBUKA HIJAU MAKIN SEMPIT
Eksistensi manusia menjelma dalam ruang dan waktu. Karena itu, diperlukan pengaturan tata ruang dapat menopang eksistensi manusia, dapat menunjang kualitas hidup manusia. Hal yang sama juga berlaku untuk Jakarta. Namun patut diakui, tata ruang Jakarta belum mewujud seperti yang diharapkan. Tata ruang belum sepenuhnya menunjang eksistensi penduduknya, belum mendukung terciptanya kualitas hidup yang memadai. Keluhan ruang terbuka hijau menyusut terus adalah bukti kenyataan pahit tersebut……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. 8
KESULITAN AIR KENDALA UTAMA PEMADAMAN KEBAKARAN HUTAN
Kendala utama mengatasi kebakaran hutan di luar Pulau Jawa adalah sulitnya medan dan tidak adanya persediaan air. Selain itu tebalnya tumpukan lumut di lahan gambut yang terproses secara organik. "Kalau disemprot air, tidak langsung mengenai sumber api tetapi hanya di permukaan saja. Karena itu, Departemen Kehutanan (Dephut) tidak mampu mengatasi kebakaran hutan ini secara maksimal," ucap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dephut Boen M Burnama seusai lokakarya "Desentaralisasi Kehutanan" di Hotel Hyatt Yogyakarta, Senin (4/9)……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
SOB TEMUKAN EMPAT PERUSAHAAN PERKEBUNAN BAKAR LAHAN DI KALTENG
Save Our Borneo (SOB) dalam investigasinya menemukan sebanyak empat perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan pembersihan dan pembakaran lahannya. Direktur eksekutif SOB Kalteng, Nurdin, kepada wartawan di Palangka Raya, Senin (4/9), mengatakan, empat perusahaan yang ditemukan dalam investigasi mereka baru-baru ini, yakni PT Hamparan Sawit Eka Malam, PT Sarana Titian Permata, PT Kerry Sawit Indonesia Estate III, dan PT Agro Bukit……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 5 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
TOL DALAM KOTA MENAMBAH POLUSI
Rencana pembangunan enam ruas jalan tol di dalam kota dikhawatirkan akan meningkatkan polusi udara, terutama kabut ozon permukaan. Pasalnya menurut Direktur Indorepro Rudi Wahyono, ruas-ruas jalan yang tol yang dibangun tinggi di atas tanah akan menghalangi aliran angin atau berfungsi seperti perbukitan…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 6 SEPTEMBER 2006, HAL. 6
180 HEKTARE LAHAN DI DEPOK KRITIS
Wali kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, mengakui, sebagai daerah penyangga Ibu Kota DKI Jakarta, Kota Depok mempunyai permasalahan lingkungan hidup yang serius. Tidak hanya soal persampahan dan banjir,namun Nur menyebutkan, sekitar 180 hektare lahan di wilayahnya kini dalam kondisi kritis……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 6 SEPTEMBER 2006, HAL. 7
MENGHITUNG KERUGIAN AKIBAT KEBAKARAN HUTAN
Kebakaran hutan dari tahun ke tahun selalu saja membuat masalah. Persoalan yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut tidak hanya harus di tanggung oleh Indonesia, namun juga negara-negara tetangga……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, 6 SEPTEMBER 2006, HAL. 16
ASIA PASIFIK RENTAN PERUBAHAN IKLIM
Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar menyatakan daerah kepulauan di Asia Pasifik paling rentan terhadap dampak perubahan iklim……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 6 SEPTEMBER 2006, HAL. A6
TRUBAINDO MINTA TIM INDEPENDEN
PT Trubaindo Mining Coal meminta tim independen menyelidiki kasus pencemaran kasus di lingkungan lima sungai di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 6 SEPTEMBER 2006, HAL. 12

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH