KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

UDARA BAIK DI JAKARTA HANYA 20 HARI SETAHUN
Hasil pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan pada tahun 2005 warga Jakarta hanya dapat menikmati 20 hari udara baik dengan kadar polusi rendah dalam setahun. Menurut Koordinator Komite Penghapusan Bensin Bertimbel Ahmad Safrudin sekitar 70 persen polusi udara di Jakarta akibat gas buang transportasi……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. A2. BERITA TERKAIT: KOTA BESAR HANYA 2 BULAN NIKMATI UDARA BERSIH, KORAN TEMPO, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. A6; UDARA BAIK DI JAKARTA HANYA 20 HARI SETAHUN, KORAN TEMPO, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. A2
KUALITAS UDARA MENGKHAWATIRKAN
Masyarakat menikmati udara yang berkategori baik hanya dua bulan dalam setahun. Demikian data pemantauan kualitas udara ambient di berbagai kota besar di Indonesia, sebagaimana disampaikan Koordinator Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPPB) Ahmad Safrudin di Jakarta, kemarin………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL 1
KANDUNGAN TIMBAL BENSIN MENURUN DRASTIS
Hasil survei kualitas bahan bakar bensin di 20 kota di Indonesia menunjukkan, kandungan timbal dalam bensin menurun hingga 71,43 persen dibandingkan tahun 2005. Untuk solar, kandungan unsur belerangnya konstan. Menurut Koordinator Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin temuan meningkatnya kualitas bensin menjadi pertanda baik bagi terwujudnya udara bersih dan sehat, sedangkan solar bisa dikatakan masih jauh dari harapan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. 13
TN BUKIT BARISAN PERKETAT AKSES
Pengelola Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sekarang ini memperketat akses keluar masuk kawasan tersebut. Langkah ini diambil untuk menekan meluasnya kerusakan taman nasional tersebut menyusul rencana Pemerintah Provinsi Lampung membuka daerah terisolasi dan membangun jalan di wilayah itu. Menurut Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Tamen Sitorus, pihaknya akan memperketat akses, terutama di wilayah pintu masuk dan keluar……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. 23
POLRI TAHAN 105 TERSANGKA DI EMPAT POLDA
Polri telah menahan 105 tersangka pelaku pembakar hutan di empat wilayah kepolisian daerah (Polda) yakni Jambi, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Riau. Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Polri Kombes Bambang Kuncoko menjelaskan, para tersangka kini ditangani oleh aparat polda setempat. "Polda Jambi mencatat sembilan loaksi kebakaran. Dari perkra itu, ada empat perusahaan dalam proses penyedikan dan sudah ada lima tersangka," ujar Bambang, kemarin…………….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. 7
LOKASI PEMBUANGAN TERUS DIKAJI
Lokasi pembuangan lumpur panas Sidoarjo terus dikaji mana yang paling efektif dan tidak berbahaya bagi masyarakat maupun lingkungan. Alternatif pembuangan lumpur adalah dialirkan ke bekas penambangan pasir di Kali Mati dan Kali Ngoro, injeksi ke dalam tanah, dan pembuangan ke laut. Sementara itu, salah satu usaha penghentian luapan lumpur panas adalah melakukan pengeboran miring pada sumur yang rusak……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
SAMPEL AIR SUNGAI LAWA DIAMBIL TIM PEMANTAU
Sejumlah sampel air Sungai Lawa sudah diambil tim pemantau bentukan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai tindak lanjut terjadinya pencemaran di sungai itu. Sampel akan diperiksa untuk memastikan jenis zat pencemar dan sumber pencemaran. Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Kutai Barat Tony Imang, pencemaran mendapat perhatian Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Pusat. Mereka menurunkan satu tim untuk mengambil sampel air di lokasi……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
TITIK PANAS MENINGKAT
Jumlah titik panas di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan meningkat. Penerbang pesawat perintis harus berhati-hati karena jarak pandang menurun. Di Kalimantan Barat, modifikasi cuaca yang dilakukan belum berhasil membuat hujan. Pada pemantauan Selasa (5/9), tercatat 1.365 titik panas di Kalimantan Tengah ……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
PEMERINTAH PUSAT AKHIRNYA TURUN TANGAN
Setelah 100 hari tidak terlesaikan, pemerintah pusat akhirnya turun tangan untuk menangani semburan lumpur di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas Inc di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Untuk itu, pemerintah akan membentuk sebuah tim khusus. "Tim akan diketuai oleh orang dari Departemen Pekerjaan Umum dan dewan penasihat dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral," kata Menko Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie usai rapat koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Sosial, Menteri Kehutanan di Jakarta, kemarin. ……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMiS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. 12. BERITA TERKAIT: PU PIMPIN TIM TANGANI LUMPUR LAPINDO, REPUBLIKA, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. 1
MUSIM HUJAN MULAI OKTOBER 2006, BMG PERKIRAKAN TIDAK TERJADI EL NINO
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memastikan permulaan musim hujan 2006-2007 pada sebagian besar daerah di indonesia baru mulai pada Oktober dan November 2006..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. A1
rong>LAHAN KRITIS DI MALANG CAPAI 36 RIBU HA
Dinas Kehutanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur (Jatim) menyatakan sebanyak 36.651 hektare (ha) lahan kritis. Lahan itu terletak di kawasan lindung di luar hutan dan kawasan budi daya pertanian. "Luas lahan kritis sangat memprihatinkan karena sudah tidak bisa ditanami dan kering," kata Kepala Dinas Kehutanan Pemkab Malang, Bambang Windharto kepada Media Indonesia, kemarin……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. A6
KABUT ASAP MASIH SELIMUTI SEBAGIAN KALIMANTAN TENGAH
Kabut asap tebal menyelimuti wilayah utara Kalimantan Tengah (Kalteng). Antara lain di Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara. Asap ini dinilai merupakan kiriman daerah lain. "Kabut asap itu bergerak sesuai arah angin. Saat ini angin bergerak dari selatan, timur, dan tenggara ke arah utara, sehingga kabut asap itu berkumpul di wilayah Puruk Cahu dan sekitarnya," kata Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, M. Hidayat kepada Kantor Berita Antara di Palangkaraya, kemarin…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 7 SEPTEBER 2006, HAL. 22. BERITA TERKAIT: KALTENG DISELIMUTI ASAP TEBAL, DINKES DISTRIBUSIKAN 54.000 MASKER, SUARA PEMBARUAN, RABU 6 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
JENIS SATWA LANGKA DI HUTAN BABEL TERBATAS
Satwa langka yang dimiliki Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) jenisnya masih sangat terbatas dan tidak satu pun yang bernilai jual tinggi dan memiliki keindahan bentuk. Menurut Kepala Subdinas Kehutanan, Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Babel, Andri Wiryono , sebagai pulau yang terpisah dari Sumatera, beberapa satwa yang biasa ditemui di Sumatera seperti harimau, gajah, badak, dan beruang tidak terdapat di Babel……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 6 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
MASYARAKAT DILARANG MENDEKATI KAWAH BROMO
Kepala Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono menghimbau masyarakat tidak mendekati kawah Gunung Bromo minimal dalam radius satu kilometer. Pasalnya, kata dia, aktivitas kawah Gunung Bromo saat ini sedang meninggi…. SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 7 SEPTEMBER 2007, HAL. 19. BERITA TERAKIT: STATUS GUNUNG BROMO SIAGA, KORAN TEMPO, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. A9
ENDAPAN LUMPUR AKAN DIBUANG KE SALURAN KALI MATI
Endapan lumpur Lapindo Brantas akan dibuang dengan menggunakan truk ke saluran kali mati, Kabupaten Pasuruan sebagai penampungan sementara setelah mendapatkan persetujuan Pemkab Pasuruan. Menurut Wakil Bupati Sidoarjo, Syaiful Illah dipilihnya saluran kali mati sepanjang 17 km karena sudah tidak berfungsi sebagai pengairan pertanian dan tambak, karena hanya terisi air saat musim penghujan, sedangkan saat kemarau mengering…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 6 SEPTEMBER 2006, HAL. 4. BERITA TERKAIT: TRAGEDI EKOLOGI DAN KEMANUSIAAN LUMPUR LAPINDO, KORAN TEMPO, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. A11
MUSIM PENGHUJAN 2006-2007: CURAH HUJAN AKAN MENURUN
Badai iklim El NINO diperkirakan masih akan mempengaruhi tingkat curah hujan selama musim penghujan yang akan berlangsung mulai bulan Oktober 2006 hingga Maret 2007. Akibatnya sebagian wilayah, khususnya yang berada di Indonesia bagian tengah dan timur bakal mengalami penurunan curah hujan. Demikian penjelasan Kepala Bada Meteorologi dan Geofisika (BMG), Sri Woro B Harijono saat memaparkan prakiraan musim hujan 2006-2007, Rabu (6/9) di Jakarta….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. 22
PEMERINTAH MASYARAKATKAN BUKA LAHAN TANPA BAKAR

Pemerintah akan memperluas area sosialisasi pembukaan lahan baru tanpa membakar kepada masyarakat. Sosialisasi ini diupayakan untuk meminimalkan kebakaran hutan. "Sistem ini namanya Bricket dan kami ajarkan ke masyarakat di daerah-daerah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan," ujar Deputi Bidang konservasi Sumber Daya Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup Masnellyarti Hilman dalam sebuah diskusi kemarin…..BACA SELENGKAPNYA, TEMPO, KAMIS 7 SEPTEMBER 2006, HAL. A6

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH