KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

INDONESIA TEKAN KERUSAKAN HUTAN
Penghijauan di Indonesia berhasil menekan degradasi atau kerusakan hutan dari rata-rata 2,83 juta hektare (ha) per tahun menjadi 1,08 juta ha per tahun selama tiga tahun terakhir. Penurunan degradasi hutan itu mencapai 60 persen. Penghijauan juga berhasil mengurangi luas hutan dan lahan kritis dari sekitar 59 juta ha tahun 2004 menjadi 30 juta ha tahun 2008……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 16 AGUSTUS 2008, HAL.8

WADUK CIRATA TERCEMAR LOGAM BERAT
Air Waduk Cirata tercemar limbah logam berat jenis timbal dan tembaga hingga melebihi standar baku air. Kondisi itu menurunkan kualitas ikan hasil budidaya, menambah ongkos pemeliharaan turbin akibat tingginya laju korosi, dan mengancam kesehatan manusia.Hasil penelitian Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) pada triwulan pertama dan kedua 2008 menunjukkan, kadar timbal di sejumlah lokasi penelitian mencapai 0,04 miligram (mg) per liter pada triwulan pertama dan 0,11 mg per liter pada triwulan kedua……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 16 AGUSTUS 2008, HAL.23

SUMBER DAYA AIR : MELAKUKAN PENANAMAN POHON SAJA TIDAK CUKUP
Untuk mengonversi air di kawasan hulu tidak cukup hanya dengan menanam pohon. Dengan menanam pohon, warga baru bisa memanen air puluhan tahun kemudian. Menurut Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Masnellyarti Hilman penghijauan tetap perlu meskipun memang lama belum bisa dipanen……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 16 AGUSTUS 2008, HAL.12

TINJAU ULANG IZIN TAMBANG RAJA AMPAT
Masyarakat adat Suku Kawei meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat meninjau kembali izin perusahaan tambang di Kabupaten Raja Ampat yang tidak melibatkan masyarakat adat Maya selaku pemilik hak ulayat.Hal itu merupakan buntut dari konflik antara perusahaan Anugrah Surya Pratama (ASP)/Anugrah Surya Indotama dan PT Kawei Sejahtera Mining (KSM)……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 18 AGUSTUS 2008, HAL.23

HTI ANCAM PLTKA
Pembukaan hutan tanaman industri atau HTI mengancam ketersediaan air pembangkit listrik tenaga kincir air yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat. Oleh karena itu, warga menolak pembukaan perkebunan jenis tanaman monokultur secara besar-besaran.Pembukaan perkebunan seperti itu dipastikan menurunkan fungsi hutan sebagai wilayah resapan air………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 19 AGUSTUS 2008, HAL.20

SUNGAI PORONG DINORMALISASI DENGAN HUJAN
Sungai Porong di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang mengalami pendangkalan akibat pembuangan lumpur Lapindo, diharapkan bisa pulih jika hujan turun.Menurut Kepala Humas Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain, untuk menggelontor Sungai Porong dengan air agar lumpur bisa hanyut menuju laut, setidaknya perlu air 500 meter kubik per detik………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 19 AGUSTUS 2008, HAL.21

SEKITAR 1,4 JUTA ANAK MENINGGAL SETIAP TAHUN : DANA UNTUK AIR RAWAN DIKORUPSI
Sekitar 1,4 juta anak meninggal dunia setiap tahun akibat penyakit yang terkait diare, lingkungan tidak higienis. Oleh sebab itu jelas bahwa sanitasi global telah menjadi masalah lingkungan terbesar dunia.Masyarakat di negara-negara berkembang menghadapi peningkatan risiko kesehatan yang serius. Menurut studi Lembaga Manajemen Air Internasional (IWMI) di 53 kota di dunia yang dipaparkan dalam Konferensi Internasional Air, Senin (18/8), di Stockholm, Swedia, hal itu akibat meluasnya pemakaian air limbah untuk irigasi di daerah perkotaan tanpa diolah dulu……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 19 AGUSTUS 2008, HAL. 12

Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH