KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

AIR BATANGHARI KERUH, IKAN MAKIN LANGKA
Ikan konsumsi dan ikan hias air tawar di perairan Sungai Batanghari dan anak sungainya kini semakin langka. Air di sungai itu kini tampak kotor, tercemar lumpur dengan warna kuning kecoklatan sepanjang waktu. Kerusakan badan dan perairan sungai terpanjang di Sumatera yang membelah Provinsi Jambi ini diduga kuat akibat maraknya kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) dalam tiga tahun terakhir. Di sepanjang Sungai Batanghari dan anak sungainya kini terdapat lebih dari 4.000 PETI…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 JULI 2006, HAL. 23
MINYAK SAWIT BAHAN ENERGI ALTERNATIF YANG PALING SIAP
Peneliti Pusat Penelitian Kelapa Sawit menilai minyak sawit merupakan bahan energi alternatif yang paling siap dibandingkan dengan bahan baku minyak nabati lain. Salah satu alasannya adalah harga minyak sawit kompetitif jika dibandingkan dengan bahan bakar solar, terutama untuk kebutuhan industri………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 JULI 2006, HAL. 23
PEMBALAKAN LIAR: TIGA TERSANGKA PEMBELI KAYU DITANGKAP
Polisi menangkap tiga tersangka pembeli kayu temuan Juni lalu, hasil tebangan liar di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Temuan medio Juni lalu berjumlah 600.000 potong. "Temuan kayu tebangan liar di Katingan dalam jumlah besar ini merupakan tamparan bagi Kalteng yang tengah giat memberantas penebangan liar," kata Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 JULI 2006, HAL. 24 BERITA TERKAIT: TERAS NARANG AKAN LAPORKAN TEMUAN KAYU KE PUSAT, KORAN TEMPO, SELASA 4 JULI 2006 HAL. A9
SATIRE (ADI) PURA JAKARTA
Untuk kesekian kali Jakarta mendapat kado ulang tahun Piala Adipura untuk Kota Jakarta Pusat (peringkat 1), Jakarta Selatan (2), Jakarta Barat (4), dan Jakarta Timur (5).Layakkah sebuah kota meraih Adipura (simbol penghargaan kota sehat dan kota hijau) jika bertebaran kampung kumuh menyesakkan pemandangan kota di tepi bantaran kali, rel kereta api, di kolong jalang layang, bahkan di kuburan…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 JULI 2006, HAL. 26
ALAM DAN KEARIFAN KITA
Setiap kali bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda negeri ini, semua pihak lantas ribut. Mereka menuding kerusakan fungsi hutan (deforestasi) berada di balik bencana itu. Namun, bangsa ini diciptakan sebagai bangsa yang tak pernah belajar dari pengalaman masa lalu. Hanya dalam beberapa hari mereka telah melupakan tragedi itu, tanpa memetik hikmahnya…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 JULI 2006, HAL. 7
TANAH AIRKU MURKA
Sungguh tragis nasib rakyat dan tanah air Indonesia. Sejak 2004, bencana demi bencana datang beruntun tanpa jeda. Gelombang duka tsunami Aceh belum surut, disusul Nias, lalu kerak bumi Ngayogyakarta berderak dan meluluhlantakkan Bantul, Yogya, dan Klaten. Belum lagi amukan lava dan awan panas Gunung Merapi. Pada saat bersamaan jalan, ladang, dan permukiman rakyat Sidoarjo dan sekitarnya diserbu lumpur gas panas akibat kecerobohan ..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 JULI 2006, HAL. 6. BERITA TERKAIT : MENGUJI SIAGA GEMPA, REPUBLIKA, SELASA 4 JULI 2006, HAL. 22
KEBUMEN DAN CILACAP KRISIS AIR
Puluhan ribu penduduk Jawa Tengah, terutama di Cilacap dan Kebumen, mulai kesulitan air bersih. Dampak musim kemarau mulai dirasakan oleh warga di daerah selatan Jawa Tengah, belakangan ini. Di Cilacap sedikitnya 5.132 keluarga atau sekitar 23.000 jiwa kini menderita karena kekurangan air bersih. Bantuan air dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap tidak bisa dipastikan kedatangannya mengingat jumlah mobil tangki air terbatas……………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 3 JULI 2006, HAL. 1
OVERFISHING ANCAM SPESIES LAUT
Penangkapan besar-besaran (overfishing) yang dilakukan pada beberapa perairan di Indonesia telah mengancam punahnya sejumlah spesies. Saat ini laju kepunahan spesies biota laut di Indonesia sudah mencapai dua jenis per tahun. ntuk mengatasi overfishing itu perlu dilakukan relokasi penangkapan ikan di wilayah Nusantara, karena beberapa wilayah lainnya masih memiliki kuantitas yang besar untuk penangkapan. Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Teguh Peristiwadi, menyebutkan spesies ikan-ikan ekonomis masih banyak terdapat di wilayah Indonesia…………..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 3 JULI 2006, HAL. 6
WALI KOTA BANDUNG BERENCANA MENDIRIKAN PABRIK SAMPAH
Pascapenganugerahan predikat Kota Terkotor, Wali Kota Bandung Dada Rosada berencana untuk membangun pabrik sampah. Usulan pembangunannya sudah disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Dada usulan pembangunan pabrik sampah itu menjadi alternatif terbaik dibandingkan berbagai pilihan lain untuk mengatasi sampah di Kota Bandung……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 3 JULI 2006, HAL. 4
PELESTARIAN KURANG DIPEDULIKAN
Anggota Tim Kampanye Masalah Lingkungan Hidup Sedunia (Greenpeace) Wilayah Pasific, Abner Korwa, mengaku jajaran aparat pemerintah sipil, TNI, dan Polri kurang memedulikan masalah pelestarian lingkungan hidup yang menjadi napas kehidupan seluruh masyarakat belahan dunia ini…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 4 JULI 2006, HAL. i
RIBUAN HEKTAR SAWAH TERENDAM
Banjir yang melanda empat kabupaten di Kalimantan Selatan dalam dua pekan terakhir merusak sedikitnya 12.536 hektar sawah. Sebanyak 1.093 hektar di antaranya dipastikan puso. Empat kabupaten yang dilanda banjir adalah Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru. Dengan target produksi Kalsel rata-rata delapan ton per hektar, kerugian akibat puso paling sedikit Rp 14 miliar…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 JULI 2006, HAL. 1
20 JUTA HEKTARE UNTUK POHON JARAK <
/strong>
Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan tengah mengidentifikasi lokasi tanah yang akan dijadikan tempat untuk mengembangkan pohon jarak. Hal itu terkait dengan permintaan pemerintah agar provinsi ini menyiapkan lahan minimal 20 ribu hektare untuk pengembangan tanaman tersebut………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 4 JULI 2006, HAL. A8
TEBING HULU SUNGAI BAHOROK LONGSOR
Tebing Sungai Namo Rih, anaj Sungai Bahorok, longsor Minggu dini hari lalu. Padahal intensitas hujan selama bulan Juni tergolong sedikit. Sekitar seratus keluarga yang tinggal di bantaran kali bergantian bersiaga sepanjang hari mengamati material longsoran, yang hanyut dibawa arus sungai……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 4 JULI 2006, HAL. A9
60 JUTA HEKTARE HUTAN TERANCAM RUSAK
Hutan di Indonesia seluas sekitar 59 juta hektare berpotensi rusak berat. Sekitar 26,5 juta hektare diantaranya dalam kondisi kritis atau gundul………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 4 JULI 2006, HAL. A18

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH.