KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

<
/table>

LIBATKANLAH MASYARAKAT :PENGELOLAAN SAMPAH SECARA MANDIRI SUDAH DILAKUKAN
Menurut Bagong Suyoto, Ketua Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat untuk Persampahan Nasional penanganan masalah sampah di wilayah Jakarta jangan sekadar berorientasi pada proyek demi kepentingan beberapa pihak semata. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta justru harus terus-menerus berupaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Menurut Bagong sampah yang dibuang ke TPA itu seharusnya sampah yang benar-benar sudah tidak bisa digunakan lagi. Tetapi DKI justru menjadikan TPA Bantar Gebang jadi andalan untuk menampung sampah warganya….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 11 SEPTEMBER 2006, HAL. 25
HASIL PENYULINGAN MASIH PAYAU
Hasil uji coba penyulingan air laut menjadi air bersih di Kecamatan Pulau Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, belum maksimal. Air masih terasa payau karena tingkat kandungan garam atau salinitas air laut masih 9 persen, padahal standarnya 0 persen. Uji coba itu dilakukan selama tiga bulan dengan menggunakan empat unit alat penyulingan. Hasil uji coba tersebut menjadi masukan berharga terkait rencana kerja sama di antara tiga pihak untuk penyulingan air laut di Kecamatan Pulau Ende….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 11 SEPTEMBER 2006, HAL. 23
BANJIR LANDA ROKAN HULU
Hujan deras terus mengguyur hampir seluruh kawasan Riau selama sepekan terakhir. Akibat hujan lebat tersebut, sungai-sungai mulai meluap. Berdasarkan keterangan dari Camat Bonai Darussalam Tengku Herman Lopi lokasi yang dilanda banjir adalah Desa Bonai, Desa Sontang khususnya di Dusun Titian Gading, Dusun Sontang Lama, dan Dusun Pauh, serta Desa Teluk Sono, khususnya di Dusun Kasang Mungkal dan Dusun Teluk Sono I….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 11 SEPTEMBER 2006, HAL. 23
TIGA TEWAS TERTIMBUN SAMPAH
Pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, yang sejak awal menuai kritik pada hari Jumat (8/9) kemarin memakan korban. Gunungan sampah yang tingginya lebih dari 12 meter longsor dan menimbun sejumlah pemulung pada pukul 00.25. Akibatnya tiga orang ditemukan tewas, lima orang luka-luka, dan sejumlah orang masih dicari….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 9 SEPTEMBER 2006, HAL. 1 BERITA TERKAIT: SAMPAH LONGSOR, REPUBLIKA SABTU 9 SEPTEMBER 2006, HAL 1; TIMBUNAN SAMPAH BANTARGEBANG, KORAN TEMPO SABTU 9 SEPTEMBER 2006, HAL A3; PENCARIAN KORBAN, REPUBLIKA SENIN 11 SEPTEMBER 2006, HAL 1; PENCARIAN KORBAN LONGSORAN SAMPAH DIHENTIKAN, THE JAKARTA POST SENIN 11 SEPTEMBER 2006, HAL 4.
INSTALASI PIPA SUDAH SEPANJANG 13 KM
Instalasi pipa yang akan digunakan untuk mengalirkan air lumpur dari kolam penampungan di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ke Selat Madura telah tersambung sepanjang 13 kilometer. Pipa baja berdiameter 18 inci yang masing-masing panjangnya 12 meter itu menurut rencana akan sampai ke Selat Madura dengan panjang total 20 kilometer…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 9 SEPTEMBER 2006, HAL. 15 BERITA TERKAIT: LAPINDO BUANG AIR LUMPUR, KORAN TEMPO 9 SEPTEMBER 2006, HAL A7;
DISHUT USULKAN TAMBAHAN AREAL TNBT 13624 HEKTARE
Dinas Kehutanan Provinsi Riau menyetujui usulan Konsorsium Konservasi Indonesia-Warung Informasi untuk menambah areal hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh atau TNBT seluas 13.624 hektar. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Riau Burhanuddin Husein areal seluas 13.624 hektar tersebut memungkinkan untuk perluasan taman nasional karena tidak tumpang tindih dengan berbagai perizinan pengelolaan hutan lainnya…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 9 SEPTEMBER 2006, HAL. 22
HUTAN TANPA PENEBANGAN
Menteri Kehutanan mengambil kebijakan baru dalam restorasi ekosistem hutan melalui pengelolaan hutan produksi tanpa penebangan kayu. Kebijakan ini akan diterapkan pertama kali di Hutan Harapan Sumatera seluas 101.355 hektar di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.Model pengelolaan hutan ini bertujuan merestorasi ekosistem hutan produksi yang kondisinya kritis….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 9 SEPTEMBER 2006, HAL. 23
TERUMBU KARANG : ORANG LUAR YANG MERUSAK TN WAKATOBI DI SULTRA
penangkapan ikan yang merusak ekosistem terumbu karang di kawasan Taman Nasional Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara, disponsori pendatang dengan memperalat nelayan lokal. Menurut Kepala Balai Taman Nasional Laut Wakatobi Sihabuddin orang luar pemilik uang itu menyediakan bahan seperti obat bius, potas, dan amonium nitrat kepada nelayan di Wakatobi untuk menangkap ikan….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 9 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
WARGA KELUHKAN LIMBAH KALI CIUJUNG
Sekitar 80.000 warga di empat desa di Kecamatan Tanara dan empat desa di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, mengeluhkan limbah Kali Ciujung. Air sungai itu berwarna kehitam-hitaman, berminyak, keruh, dan bau. Padahal, air sungai sangat dibutuhkan warga, terutama pada musim kemarau saat ini, karena sumur warga kering….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 9 SEPTEMBER 2006, HAL. 27
PEMBUKA LADANG DIMINTA MELAPOR : MENHUT TAK ADA HUTAN YANG TERBAKAR
Titik api masih terjadi di sejumlah kawasan hutan di Pulau Kalimantan. Namun, pemerintah setempat berupaya mengendalikannya dengan meminta warga terlebih dahulu melapor kepada kepala adat atau kepala desa sebelum membakar tanaman untuk membuka ladang. ….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 10 SEPTEMBER 2006, HAL. 3 BERITA TERKAIT: KABUT ASAP MAKIN PARAH, MEDIA INDONESIA, SENIN 11 SEPTEMBER 2006 HAL 8;
e="2">
TELUK JAKARTA TERCEMAR BERAT
Pencemaran di Teluk Jakarta dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Hasil pemantauan yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan Teluk Jakarta telah mengalami pencemaran berat. Kuantitas sampah, logam berat, dan limbah rumah tangga, telah menyebabkan proses eutrofikasi. Peningkatan pasokan zat hara, fosfor, dan nitrat, dari limbah detergen rumah tangga telah menyebabkan suburnya permukaan laut, sehingga menciptakan kuantitas plankton yang berlebihan…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 8 SEPTEMBER 2006, HAL. 5
KELIRU MENGATASI BANJIR DENGAN PENURAPAN SUNGAI
Upaya melakukan normalisasi sungai atau kali guna mencegah banjir dianggap sebagai teknologi dan metode yang keliru. Misalnya, untuk mengatasi banjir di Jakarta, pemerintah melakukan normalisasi Sungai Ciliwung dan Cisadane dengan melakukan penurapan pada tepi sungai. Menurut Kepala Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Gadis Sri Haryani teknologi normalisasi tersebut pernah digunakan di Eropa dan kini telah disadari keliru dan telah ditinggalkan…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 8 SEPTEMBER 2006, HAL. 5
LUAS HUTAN TERBAKAR 8 JUTA HEKTARE
Luas areal hutan yang terbakar di Indonesia akibat kemarau panjang hingga bulan Agustus 2006 mencapai 8 juta hektare (ha) lebih. Areal yang terbakar itu terdapat di berbagai kawasan di antaranya Kalimantan Barat 1.176 ha, Kalimantan Tengah 420 ha, Kalimantan Selatan 1.061 ha, Sumatera Utara 150 ha, Riau 3.904 ha, Jambi 791 ha, dan Sumatera Selatan 974,5 ha…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 8 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
TINGKAT POLUSI UDARA DI BANDUNG MELEBIHI AMBANG BATAS
Seiring bertambahnya jumlah kendaraan bermotor dan berkurangnya lahan hijau di Kota Bandung, Jawa Barat, membuat kota yang dijuluki Kota Kembang ini masuk kategori buruk dalam kontek polusi udara.Kepala Bidang Pencemaran Lingkungan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jabar, Rudi Mahmud Zafrullah menuturkan tingkat polusi udara di Bandung sudah di atas rata-rata…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 8 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
DAMPAK SEMBURAN LUMPUR DI SIDOARJO : IKAN, KATAK DAN ULAR BISA HIDUP DI AIR LUMPUR
Katak, ular, dan beberapa jenis ikan seperti sepat, mujair, gabus, masih bisa bertahan hidup di endapan lumpur Sidoarjo, Jawa Timur. Hidupnya biota ini diketahui dari hasil survei Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi, Dinas Perikanan dan Kelautan serta Yayasan Pendamping Partisipasi Pemberdayaan Ekonomi (YP3E) Sidoarjo. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi Sidoarjo, Hasan Basri, Ikan dan sejenisnya yang masih bisa bertahan hidup dalam endapan lumpur, menjadi faktor penting terhadap pembuangan air lumpur ke Sungai Porong…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 8 SEPTEMBER 2006, HAL. 19
PENGELOLAAN TPA BANTAR GEBANG SALAH
Longsornya timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat yang menewaskan tiga pemulung diduga karena tidak tepatnya pengelolaan oleh PT Patriot Bangkit Bekasi (PBB) selaku pengelola tunggal TPA tersebut. Menurut Kepala Bidang Persampahan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Tribagus L Soni, hal itu terlihat dari kondisi tumpukan sampah yang mengalami longsor. "Kalau pengelolaan di sini dikatakan menggunakan teknologi sanitary landfill, berarti ada yang salah……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 9 SEPTEMBER 2006, HAL. 1 BERITA TERKAIT: KASUS BANTAR GEBANG HARUS DIUSUT, MEDIA INDONESIA, SABTU 9 SEPTEMBER 2006, HAL. 8 BERITA TERKAIT: PENGELOLAAN SAMPAH SEBATAS PROYEK, MEDIA INDONESIA, SABTU 9 SEPTEMBER 2006 HAL, A6
JAKARTA KOTA TANPA SISTEM SANITASI
Sebuah studi yang dilansir pada 2004 oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebutkan hampir sebagian besar sumur dari 48 sumur yang dipantau di Jakarta telah mengandung bakteri coliform dan fecal coli. Persentase sumur yang telah melebihi baku mutu untuk parameter coliform di seluruh Jakarta cukup tinggi, yaitu mencapai 63 persen pada bulan Juni dan 67 persen pada bulan Oktober 2004……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 9 SEPTEMBER 2006, HAL. 11
PENGEMBANGAN LINGKUNGAN DI ACEH JAYA
British American Tobacco (BAT) Indonesia Tbk. bekerja sama dengan Fauna & Flora International menjalankan pengembangan lingkungan hidup berkelanjutan di wilayah yang terkena dampak bencana tsunami di Kabupaten Aceh Jaya, Nangroe Aceh Darussalam………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 11 SEPTEMBER 2006, HAL. D4
LAPINDO AKAN BIKIN KANAL KE KALI PORONG
PT Lapindo Brantas dan Departemen Pekerjaan Umum akan membuat kanal (sudetan) menuju Kali Porong untuk mengalirkan luberan lumpur. "Lumpur akan kita buang ke Kali Porong dengan membuang sudetan. Ini adalah sudetan terakhir ketika memasuki musim hujan nanti…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 11 SEPTEMBER 2006, HAL. 12
JANGAN MEMPERCAYAI AIR, PERINGATAN UNTUK WARGA JAKARTA

Air yang mengalir dari kran anda, tidak peduli bagaimana bersihnya, tidak cukup aman untuk dikonsumsi, bahkan sesudah di masak pun, seorang ahli memperingatkan. Pengguna air di Jakarta harus secara reguler membawa sampel air ke laboratorium untuk di analisis agar sesuai dengan standar Menteri Kesehatan. ‘Memasak air belumlah cukup. Masih ada jenis air yang memerlukan perlakuan lebih lanjut…..’ Kata Ida Dhaliawati ahli air, seorang dosen Kimia UI…..BACA SELENGKAPNYA, THE JAKARTA POST, SENIN 11 SEPTEMBER 2006 HAL: 2

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH