KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

1. LUMPUR LAPINDI DI KALI PORONG RUSAK EKOSISTEM
Kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Surabaya menolak pembuangan lumpur Lapindo ke Kali Porong. Air kali tersebut adalah air tawar, sedangkan kandungan garam pada lumpur sangat tinggi sehingga akan merusak ekosistem setempat.Menurut Direktur Sahabat Lingkungan Jawa Timur, Satrijo Wiweko"Karena sifat keduanya tidak cocok, maka berdampak buruk pada rusaknya ekosistem. Bahkan semua biota yang hidup di Kali Porong bisa mati dan punah,…….BACA SELENGKAPNYA,SUARA PEMBARUAN, KAMIS 18 SEPTEMBER 2008, HAL. 14

2. TAIPEI BUKAN LEVEL ADIPURA
Masalah sampah menjadi problem di setiap kota. Walau menghasilkan sampah, tidak satu warga pun yang bersedia tempat pembuangan sampah berada di sekitar rumahnya. Jakarta termasuk kota yang terbelit dengan masalah sampah. Hingga kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bahkan juga Pemerintah Indonesia, belum berhasil mengatasi kesulitan memecahkan masalah sampah.Belajar dari China. Peribahasa ini bisa juga berlaku pada masalah sampah. Taipei, ibu kota dari Taiwan (Republic of China), berhasil mengatasi sampah dalam waktu yang relatif singkat. Kini berbagai penghargaan telah diraih Taipei karena berhasil mengurangi sampah hingga 58,89 persen dalam waktu tujuh tahun…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 19 SEPTEMBER 2008, HAL. 57

3. HUTAN DIUSULKAN DIUBAH : TAHURA SIBOLANGIT DIRAMBAH
Sebanyak 24 kabupaten di Sumatera Utara mengusulkan perubahan kawasan hutan seluas total 1,3 juta hektar menjadi kawasan bukan hutan. Umumnya perubahan yang diusulkan adalah menjadi perkebunan sawit dan permukiman penduduk. Namun, itu belum semua melengkapi alasan perubahan.Ada pula yang mengusulkan perubahan karena wilayah hutan dibutuhkan untuk pengembangan kawasan, seperti Kabupaten Pakpak Bharat yang 80 persen wilayahnya berupa hutan…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 19 SEPTEMBER 2008, HAL. 23

Sumber:
Perpustakaan KLH