KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

HUTAN DI MALUKU KRITIS
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Berty Papilaja mengatakan, sebanyak 2.762.754 hektare (ha) dari 4.663.346 ha hutan di provinsi tersebut dikategorikan kritis akibat penebangan liar.Dalam rangka mengatasi hutan yang semakin kritis secara nasional termasuk di Maluku, pemerintah meluncurkan program Gerakan Rehabilitasi Lahan (Gerhan)…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 24 SEPTEMBER 2008, HAL.9


PENYU DAN POLITIK KONSERVASI
Pada minggu ketiga Agustus 2008, sejumlah negara berkumpul di Bali untuk membicarakan konservasi penyu. Maklum, penyu memang sudah tergolong spesies yang harus dilindungi secara internasional. Bahkan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 1999 dengan tegas menyebut penyu sebagai spesies yang dilindungi, sehingga pengambilan telur dan penangkapan penyu untuk diperdagangkan dilarang…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 25 SEPTEMBER 2008, HAL. A10

LUMPUR LAPINDO : PEMBUATAN CELAH DI SUNGAI PORONG TIDAK EFEKTIF
Pembuatan celah pada endapan lumpur Lapindo di Sungai Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, tidak efektif untuk mengalirkan air dan mendorong lumpur ke laut. Endapan lumpur Lapindo di sungai tersebut kini memanjang hingga 2 kilometer dengan tebal 5 meter.Menurut Kepala Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain tanpa ada penggelontoran dengan debit air cukup besar, lumpur tidak bisa hanyut ke laut lewat celah selebar 10 meter hingga 15 meter pada endapan lumpur di Sungai Porong itu……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 25 SEPTEMBER 2008, HAL. 23

Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH