KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

MASYARAKAT DIMINTA WASPADA: TERDAPAT 113 TITIK API DI SUMSEL
Masyarakat di Sumatera Selatan (SUmsel) diminta mewaspadai persebaran titik api di lahan gambut yang semakin meningkat. Hingga Sabtu (9/9), Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel mencatat 113 titik api tersebar di lahan gambut yang ada di daerah tersebut………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 11 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
DEBIT SUNGAI SERAYU TURUN DRASTIS
Sedikitnya 793 hektare (ha) sawah di Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. Keringnya areal persawahan akibat air irigasi dari Sungai Serayu menurun secara drastis…… BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 11 SEPTEMEBR 2006, HAL. 4
DEKLARASI PEMANASAN GLOBAL, KTT ASEM ANTISIPASI BATAS WAKTU PROTOKOL KYOTO
Sebanyak 38 pemimpin negara-negara Eropa dan Asia, yang berupaya agar KTT ASEM di Helsinki menghasilkan komitmen yang bermanfaat bagi masyarakat, Senin (11/9) mengeluarkan deklarasi mengenai pemanasan global…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 12 SEPTEMBER 2006, HAL. 10
KASUS SAMPAH: BUKAN FAKTOR TEKNOLOGI, TETAPI NONTEKNIS
Munculnya masalah dalam pengelolaan sampah pada dasarnya bukan karena ketiadaan atau tidak dikuasainya teknologi pengolahan sampah. Yang terjadi adalah akibat faktor nonteknis, terutama masalah budaya, di sisi lain karena faktor komitmen pemerintah setempat…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 12 SEPTEMEBR 2006, HAL. 13
TIM NASIONAL TAK DIPASTIKAN MAMPU HENTIKAN SEMBURAN
Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo atau TNPSLS, yang Jum’at (8/9) lalu dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2006, hanya akan lebih memberikan kepastian dalam penyelesaian penanganan lumpur panas. Pembentukan tim nasional itu tak dapat dipastikan mampu menghentikan semburan lumpur panas. "Tidak ada satu orang pun yang bisa menghentikan dan bisa melakukan," kata Ketua Tim Pelaksana dari Tim Nasional Basuki Hadimulyono seusai rapat TNPSLS yang dipimpin Wapres Muhammad Jusuf Kalla, Senin di Istana Wapres, Jakarta….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 12 SEPTEMEBR 2006, HAL. 24
PEMBALAKAN LAHAN: SEJUMLAH ORANG DARI 5 PT JADI TERSANGKA
Sejumlah orang dari lima perusahaan perkebunan dan dua petani menjadi tersangka kasus pembakaran lahan di Kalimantan Barat (Kalbar). Sebelumnya telah ditetapkan tersangka dari tiga perusahaan. Menurut Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) Brigadir Jenderal Nanan Soekarna, Senin (11/9) pihaknya dibantu ahli dari Kemenetrian Negara Lingkungan Hidup… BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 12 SEPTEMBER 2006, HAL. 24 BERITA TERKAIT: POLISI BURU ASET ADELIN, MEDIA INDONESIA, SELASA 12 SEPTEMBER 2006, HAL. 1; SI ‘RAJA HUTAN’ DARI MEDAN, MEDIA INDONESIA, SELASA 12 SEPTEMEBR 2006, HAL. 1
PEMBALAKAN LIAR: BUPATI MANDALAING NATAL AKAN DIPERIKSA
Kasus pembalakan liar oleh Direktur PT Koang, Nam Development Indonesia Adelin Lies menyeret Bupati Mandailing Natal Amrisu Helmy Daulay. Namun, pemeriksaan atas Helmy Daulay masih menunggu izin dari Presiden. Kini polisi masih memburu dua buron lain, Adenan dan Lee. Demikian, antara lain, diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah, Sumatera Utara Inspektur Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Senin (11/9) di Medan. Helmy Daulay akan diperiksa terkait posisinya sebagai pemimpin daerah tempat berlangsungnya pembalakan liat tersebut……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 12 SEPTEMEBR 2006, HAL. 24
TANGGUL PENAHAN LUMPUR JEBOL, DESA JATIREJO HILANG
Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) terkubur lumpur, Kemarin, ratusan rumah di desa itu tenggelam dan hilang dari pandangan setelah tanggul penahan lumpur di Jati Anom jebol…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 12 SEPTEMBER 2006, HAL. 16
HUTAN MERATUS TERBAKAR, API DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS PADAM
Kebakaran hutan di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) terus menerus. Beberapa hari terakhir api membakar puluhan hektare kawasan hutan di Pegunungan Meratus……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 12 SEPTEMBER 2006, HAL. A4
NELAYAN DI BANTEN SULIT MENCARI IKAN
Ribuan nelayan di pantai utara (pantura), Provinsi Banten, saat ini sulit mencari ikan akibat air laut di perairan Teluk Banten tercemar limbah industri. "Ikan sambe, duri, sambling, dan kakap putih banyak yang mati sehingga mengeluarkan bau busuk dan tidak layak dikonsumsi," ujar Saiful, 40, nelayan setempat…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 12 SEPTEMBER 2006, HAL. A5
POLISI USUT KASUS TPA BANTARGEBANG
Pihak kepolisian memulai melakukan pengusutan menyusul bencana longsor yang menewaskan sedikitnya tiga orang pemulung di lokasi tempat pemusnahan akhir (TPA) Bantargebang, Bekasi. Menindaklanjuti hal itu, Polrestro Bekasi akan mengundang saksi ahli dari Kementrian Lingkungan hidup (KLH)…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 12 SEPTEMBER 2006, HAL 7, BERITA TERKAIT: KASUS BANTARGEBANG, PEJABAT SALING TUDING, KORAN TEMPO, SELASA 12 SEPTEMBER 2006, HAL. A13
BUPATI MINTA PEMBUANGAN LUMPUR KE SUNGAI DISETOP
Bupati Sidoarjo Win Hendrarso meminta PT Lapindo Brantas Inc menghentikan pembuangan air lumpur ke sungai porong karena mencemari sungai. "Apalagi aktivitas ini nyata-nyata telah melanggar hukum karena belum mendapatkan izin dari KLH (Kementrian Lingkungan Hidup)," kata Win kemarin di pendapa Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 12 SEPTEMBER 2006, HAL A3
PENGUNGSI LAPINDO DIPAKSA TINGGALKAN PASAR BARU PORONG
Pengungsi korban luapan lumpur PT Lapindo BrantasInc. di Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, diminta segera meninggalkan lokasi penampungan itu sebelum Ramadhan yang jatuh pada 23 September 2006. Jika mereka membandel, Satuan Pelaksana Bencana Luapan Lumpur Panas Lapindo akan mengosongkan Pasar Baru Porong secara paksa. "Yang sudah menerima uang kontrak rumah harus segera meninggalkan Pasar Baru," kata Bupati Sidoarjo Win Hendrarso di pendapa Kabupaten Sidoarjo….. BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 12 SEPTEMBER 2006, HAL. A8

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH