KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 
1. MENYELAMATKAN LINGKUNGAN
Usulan pemerintah untuk menerapkan pajak lingkungan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) mengundang kontroversi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat, pengusaha, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan berbagai elemen masyarakat. Sesungguhnya, kontroversi ini dapat diselesaikan secara tepat, baik, dan benar jika semua komponen bangsa berorientasi untuk menyelamatkan lingkungan……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 9 OKTOBER 2008, HAL. 5
 
2. NASIB PENYIDIK LINGKUNGAN MEMPRIHATINKAN
Penyidik pegawai negeri sipil di lingkungan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup banyak yang tak mau menyidik kasus lingkungan karena nasibnya terancam. "Kalau dia menyidik, bisa diberhentikan sama bosnya," kata Asisten Deputi Penegakan Hukum Pidana dan Administrasi Kementerian Negara Lingkungan Hidup Dasrul Chaniago.Berdasarkan monitoring yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup, diketahui banyak penyidik yang dimutasi atau bahkan dipecat akibat menyelidiki kasus lingkungan………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 10 OKTOBER 2008, HAL.A7

3. SALURAN AIR DIRAMBAH
Banjir di Jakarta yang terjadi setiap tahun bukan hanya disebabkan luapan 13 sungai besar, tetapi juga tersumbatnya sebagian besar saluran air mikro sampai kolektor. Di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, ratusan kilometer drainase kolektor tersumbat. Penyumbatan itu sering memicu banjir pada kawasan-kawasan di sekitarnya.Menurut Kepala Suku Dinas Pengairan Jakarta Barat R Heryanto, di wilayahnya terdapat 350 kilometer drainase penghubung atau kolektor yang tersumbat bangunan setelah dirambah warga untuk membangun tempat tinggal, toko, atau warung………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 10 OKTOBER 2008, HAL. 26

4. SAMPAH MENUTUP MUARA SUNGAI
Berbagai jenis sampah menutup beberapa muara sungai di Jakarta Utara, seperti Kali Sunter, Kresek, dan Cakung Drain. Warga bahkan mengancam akan membuka paksa penyaring yang menahan sampah di Kali Kresek agar sampah bisa dialirkan ke laut lepas dan tidak merepotkan warga……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 10 OKTOBER 2008, HAL. 26

5. RUMPON NELAYAN : TOTAL INDONESIE DIMINTA BERI GANTI RUGI
Sekitar 100 nelayan dari Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan, Kalimantan Timur, berunjuk rasa, Kamis (9/10). Mereka berupaya mendatangi perusahaan pertambangan minyak dan gas PT Total E&P Indonesie di kawasan kilang minyak Pertamina, Balikpapan, tetapi tak berhasil karena dihadang petugas kepolisian. Dalam unjuk rasanya, nelayan meminta Total memberi ganti rugi atas hancurnya 100 rumpon lebih………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 10 OKTOBER 2008, HAL. 24

Sumber:
Perpustakaan KLH