KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

1. PENGERUKAN 13 SUNGAI BELUM BISA DILAKUKAN
Warga Jakarta harus bersiap-siap menghadapi musim hujan tahun ini. Pasalnya, rencana pengerukan sejumlah kali di wilayah DKI Jakarta belum bisa dilakukan. Padahal, pengerukan adalah salah satu cara meminimalisasi luapan air sungai ketika hujan tiba.Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memang telah berencana mengeruk 13 sungai besar dan sejumlah waduk di Ibukota. Namun, rencana itu tampaknya belum berhasil dilakukan tahun ini karena pinjaman bank dunia yang menjadi dana operasional pengerukan tersebut belum cair…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 11 OKTOBER 2008, HAL. 8

2. ENDAPAN LUMPUR KALI PORONG SUSAH DIGELONTOR
Hujan pertama di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Kamis (9/10), tidak mampu menggerus lumpur dari Kali Porong menuju Selat Madura. Hal ini merupakan indikator sifat endapan susah digelontor dengan kekuatan volume air kurang dari 200 meter kubik per detik…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 11 OKTOBER 2008, HAL. 12

3. GREENPEACE MINTA KONVERSI HUTAN DISTOP
Kapal MV Esperanza milik organisasi internasional bidang lingkungan Greenpeace bersandar di Manokwari, Papua Barat, untuk selanjutnya mengamati langsung terjadinya penggundulan hutan di beberapa kabupaten di Papua. Menurut Bustar Maitar, juru kampanye Greenpeace untuk hutan Asia Tenggara, Greenpeace berkampanye untuk meminta pemerintah mengadakan moratorium, penghentian sementara konversi hutan Indonesia ……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 13 OKTOBER 2008, HAL. A7
 
4. BANJIR MASIH MENGANCAM
Pemerintah Kabupaten Bogor tetap belum mampu menahan laju kerusakan lingkungan. Lahan terbuka di wilayah Bogor makin banyak sehingga potensi bencana banjir dari wilayah ini diperkirakan semakin besar. Jakarta harus bersiap-siap menerima limpahan air lebih besar dari daerah ini………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 13 OKTOBER 2008, HAL. 27
 
5. KAJI ULANG REKLAMASI PANTAI UTARA JAKARTA
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mengkaji ulang kebijakan reklamasi di pantai utara. Reklamasi harus disesuaikan dengan rencana tata ruang Jakarta Utara yang dituangkan dalam Peraturan Presiden mengenai Tata Ruang Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur.Selain itu, DKI Jakarta juga perlu memerhatikan dampak lingkungan yang mungkin terjadi jika reklamasi terus dilakukan. Perpanjangan muara dan sedimentasi di sungai harus diperhitungkan dengan detail agar Jakarta Utara tidak terendam banjir pascareklamasi……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 13 OKTOBER 2008, HAL. 25

6. BANJIR DI BREBES DAN BANYUMAS
Sedikitnya delapan rumah, satu tempat penggilingan padi, serta lima jembatan rusak akibat banjir dan longsor di Kecamatan Paguyangan dan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (11/10) malam. Bencana serupa terjadi di Kabupaten Banyumas akibat hujan turun seminggu terakhir. ……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 13 OKTOBER 2008, HAL. 23

7. PREDIKSI PUTING BELIUNG SANGAT TERBATAS
Kemampuan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dalam memprediksi kejadian angin kencang atau puting beliung masih sangat terbatas. Gejala puting beliung tak terpantau lewat citra satelit, hanya terpantau melewati radar doppler yang baru dimiliki institusi ini sebanyak lima unit, dan jumlah ini sangat sedikit jika dibandingkan dengan kebutuhan yang semestinya mencapai ratusan radar………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 13 OKTOBER 2008, HAL. 12

8. BELASAN DUYUNG DITEMUKAN DI KALIMANTAN TENGAH
Belasan ikan duyung (Dugong dugon) ditemukan hidup di perairan Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Mamalia laut yang langka ini hidup di perairan Teluk Kumai, hidup di daerah perairan antara Tanjung Puting dan Teluk Bogam karena terdapat padang lamun yang menjadi habitat satwa dilindungi tersebut………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 13 OKTOBER 2008, HAL. 12

9. LINGKUNGAN : SULIT BERSIHKAN TUMPAHAN MINYAK PADA MANGROVE
Tumpahan minyak mentah di pesisir pantai Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang menempel pada akar dan daun mangrove serta dinding pemecah ombak sulit dibersihkan.Setelah dua pekan PT Pertamina Unit VI Balongan dibantu Dinas Pertambangan dan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Indramayu serta lembaga swadaya masyarakat KOMPI (Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu) melakukan pembersihan limbah tumpahan minyak mentah, hasilnya mulai terlihat. Sejumlah pantai yang sebelumnya dipenuhi gumpalan dan ceceran tumpahan minyak mentah mulai terlihat bersih, namun bekas-bekas minyak mentah yang hitam pekat menempel di tanaman mangrove belum dapat dibersihkan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 13 OKTOBER 2008, HAL. 12

Sumber:
Perpustakaan KLH